Rencana Tebangan Hutan Pasir Kuda Resahkan Warga

METRO CIREBON, PURWAKARTA - Bupati Purwakarta H. Dedi Mulyadi, SH beserta Ir. H. Rahmat Kepala Bidang Kehutanan Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan Kab. Purwakarta, melihat langsung ke lapangan rencana dibuatnya tempat tebangan

Hutan tanaman jenis kayu maesofsis dan puspa yang terletak di Desa Kiarapedes Kec. Kiarapedes Kab. Purwakarta, Petak 75 b Resort pemangkuan hutan (RPH) Pondok Salam Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sadang Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwakarta, berada disisi jalan alternatif penghubung antara Kec. Kiarapedes dengan Kec. Wanayasa, Kab. Purwakarta Jaw Barat

Dengan berbagai alasan dan pertimbangan serta rekomendasi dari berbagai pihak yang berkompeten, maka pengusulan tebangan oleh pihak Perum Perhutani disetujui oleh Bupati Purwakarta yang langsung mengajukan izin tebang ke Dinas Kehutanan Provinsi Jabar. Dimana pohon-pohon yang akan ditebang, radius 10 meter dari tepi jalan dengan taksasi kayu sekitar 400M3 lebih

“Namun, ironisnya warga masyarakat di dua Desa sekitar hutan tersebut, antara lain Desa Kiarapedes dan Margaluyu, mengandalkan sumber mata air untuk kebutuhan hidup sehari-hari yang berada dihutan itu. Ditambah lagi sepanjang jalan terpampang papan nama yang dibuat dan dipasang oleh Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Kab. Purwakarta, yang berlogokan "Jagalah Mata Air, Selamatkan anak Cucu dan Jagan Warisi Anak Cucu Dengan Air Mata, Tapi Dengan Mata Air."

Sedangkan diperkirakan kalau tebangan itu terjadi, mata air semakin berkurang. Seperti dikatakan salah seorang warga desa Kiarapedes kepada MC, "Sekarang saja air sudah menyusut setelah tebangan hutan sebelahnya, apalagi nanti kalau ini jadi ditebang. Mungkin saja mata air jadi kering, dan warga kekurangan air bersih!"

Ditempat terpisah, Ka. Bid. Kehutanan Distanhutbun Purwakarta, Ir. H. Rahmat ketika ditemui diruangan kantornya. Memberikan keterangan, "Tidak ada masalah, kepala desa, warga, tokoh masyarakat dan tokoh pemudanya sudah setuju. Walaupun simalakama, ditebang bagaimana ngga ditebangpun bagaimana?" ujarnya (TOMY)
Selengkapnya...

Proyek Tol Cikampek-Palimanan, Kembali di Demo

METRO CIREBON, SUMBER – Rencana Pembangunan Jalan Tol Cikampek-Palimanan kembali di demo Warga Masyarakat pemilik tanah yang terkena proyek tersebut, warga Masyarakat mengadakan aksi demo di depan pintu gerbang masuk tol polikanci Cirebon, Rabu, (03/09/2009)

Berdasarkan pantauan METRO CIREBON, para pengunjuk rasa yang mengatasnamakan Aliansi Bersama Korban Tol (ANKOT), meminta terhadap penegak hukum agar dilakukan penangkapan para spekulan dan calo tanah yang selama ini sudah membuat para pemilik tanah resah. Pasalnya, spekulan dan calo tanah sendiri telah melakukan penekanan terhadap masyarakat pemilik tanah, dengan harga yang sangat murah, disisi lain Spekulan menjual tanah ke pihak pengembang dengan harga yang tidak standar

Masduki pemilik tanah mengungkapkan kepada METRO CIREBON, harga tanah yang diberikan terhadap masyarakta dari para Spekulan dan calo itu sebesar Rp 350 ribu (m2). Mereka menilai, dibandingkan dengan harga yang ditetapkan oleh pengemabang. Padahal jika melihat harga pasarannya bisa mencapai Rp 1 juta/m2.

“Kami, warga pemilik tanah sempat mengajukan permintaan harga dimana kisarannya Rp 1 juta hingga Rp 1,1 juta/m2. Tapi permintaan kami itu tidak digubriskan, bahkan tahu-tahu muncul ketetapan soal harga itu sebesar Rp Rp 350 ribu/m2. ini jelas kami secara spontan harga yang diberikan terhadap kami dari para spekulan atau calo itu kami tolak, ”tandas Masduki.

Sehingga untuk rencana pembangunan jalan Tol Cikampek-Palimanan (Cikapa) terancam gagal, menyusul adaanya penolakan dari warga pemilik tanah terhadap penetapan harga jual tanah yang dirasakan sangat minim. Warga ini juga meminta agar dilalukan Sejumlah warga yang tanahnya terkena lintasan jalan tol melakukan aksi demo@ MOCH. MANSUR
Selengkapnya...

Pembangunan Tembok Penahan Tebing di Jamblang, Atasi Longsor


METRO CIREBON, SUMBER - Pembangunan tembok penahan tebing setinggi 15 meter yang dikerjakan oleh CV. Fitria Utama, yang berlokasi di Desa Kasugengan Lor Kec. Depok Kab. Cirebon, Jawa Barat, nampaknya disambut Warga masyarakat, Masyarakjat sendiri sudah menunggu lama adanya pembangunan tembok tebing

Saat ditemui METRO CIREBON dirumahnya, Selasa (2/9), Beberapa Warga seperti, Iis (45) dan Suharto (43), mengharapkan keinginannya pembangunan tembok tebing sejak lama. Pasalnya, akibat derasnya arus sungai jamblang, membuat rumahnya tinggal terkikir habis, hingga dirinya mengaku hanya mempunyai satu kamar dan satu ruangan tamu saja

Dikarenakan rumah mereka bertepatan berada dibibir sungai jamblang sehingga dua kamar tidur dan satu ruang dapur hancur akibat terkena longsor yang diakibatkan pada musim penghujan tiba di Sungai Jamblang sebelum di buat Tembok Penyangga Tebing, menyebabkan kerugian runahnya yang terkena lonsoran tanah

Masih menurut Iis, saya merasa bersyukur kepada pemerintah propinsi Jawa Barat khususnya Balai PSDA Cimanuk-Cisanggarung yang ada di Cirebon yang telah merealisasikan harapan saya dan Masyarakat, untuk dibuatnya tembok penahan tebing sehingga saya berharap tidak terjadi lagi longsor meskipun pembangunan tersebut belum selesai tetapi saya yakin pembangunan tembok penahan tebing ini akan kokoh karena menggunakan kerangka besi

Hasil pantauan langsung METRO CIREBON, pada Rabu, (3/9) melihat lokasi pembangunan tembok tersebut ternyata dilokasi juga ada Mursiti (50) selaku pengawas dari Balai PSDA Cimanuk-Cisanggarung Cirebon, Mursiti, mengatakan pembangunan ini meskipun banyak hambatan dan rintangan tetapi tidak mengurangi dari hasil pembangunan tersebut

Seperti kita lihat walau belum selesai 100%, tapi hasilnya sudah kelihatan kokoh sehingga saya berharap tidak terjadi suatu hal apapun yang dapat mengganggu jalannya pembangunan tembok penahan tebing itu. Sehingga harapan masyarakat kasugengan lor dan semua pihak bisa menikmatinya, tandasnya

Untuk pelaksanaan Pembangunan Tembok Tebing sendiri yang di anggarkan APBN, sebesar Rp 311.469.000, dengan Nomor:602.1/234/spp/bpsdawscmnk-csgr/2009, yang di kerjakan oleh CV. Fitria Utama yang beralamat di Jl. Widarasari 11 no 2, Kab. Cirebon @ M.Mahmud
Selengkapnya...

Jelang Idhul Fitri, Pasar Celancang Ditertibkan

METRO CIREBON, SUMBER - Menjelang Hari raya idhul fitri 1430 H, di jalur pantura Indramayu hingga Cirebon, nampaknya bakal dipadati para pemudik yang mngunakan jalur tersebut, Pasalnya Jalan yang kini sedang di perbaiki hingga -7 hari H lebaran sudah rampung, sehingga bagi para pemudik dalam perjalanannya melalui jalur tersebut tidak ada kendala apapun

“Namun, di jalur tersebut masih ada sebagaian yang dianggap rawan macet terutama di Pasar Celancang Kecamatan Suranenggala Kab. Cirebon Jawa Barat, demi memperlancar arus mudik mendatang Pemerintah daerah kab. Cirebon melalui Sat Pol PP dan di Bantu Anggota Polres Cirebon, melakukan penertiban para pedangan yang masih di pingiran jalur, Selasa (01/09/2009)

Penertiban tersebut, dilakukan sekitar pukul 07.00 WIB, tetapi tidak ada perlawanan yang sengit dari para pedangan lapakan, yang setiap harinya bersandar di pinggir jalur, Tujuan penertiban di pasar Celancang, guna memperlancar arus para pemudik

Bilamana para pedagang masih berjualan di jalur tersebut, dengan terpaksa dagangannya akan di sita pihak Sat Pol-PP, untuk ditertibkan, Ujar Salah seorang anggota Pol PP yang engan menyebutkan namanya. Disisi lain Para pedagang sendiri mengeluhkan harga kios yang terlalu mahal, Harga mulai dari Rp18 hingga mencapai Rp80 juta, bagi saya harga segitu terlalu tinggi,saya hanya pedagang kecil, ungkap kekesalan seorang pedagang yang tidak mau disebutkan namanya.

Sebelumnya para pedangan dikumpulkan di Balai desa Purwawinangun Kec. Suranenggala, para pedagang sendiri untuk mendapat himbauan dari Sat Pol PP, Mulai hari Selasa tertanggal 1 September 2009 Pasar Celancang sudah tertib hingga +7 setelah lebaran

Sehingga para pedagang yang ada di pasar Celancang sudah tidak terlihat lagi berjualan di pinggiran jalan, tetapi sehari sebelum tempat tersebut di tertibkan nampaknya para pedagang sibuk mencari lapak baru untuk mengais rejeki melalui dagangannya, sempat terlihat para pedangan cekcok antar pedagang lain yang berebut lapak “kata pedagang buah ini lapak saya” sebut saja Dul

begitu juga sebaliknya “kata pedagang sayuran ini punya saya” cek-cok mulut antar pedagang itu, sehingga tidak terhindarkan, namun lapak tersebut di menangkan oleh pedagang buah. Soalnya banyak pedagang yang mengetahui bahwa lapak tersebut milik pedagang buah, tetapi keributan tersebut tidak terjadi adu jotos


terpaksa dagangannya akan di sita pihak Sat Pol-PP ”Ujarnya”.Para pedagang mengeluhkan harga kios yang terlalu mahal, Harga mulai dari Rp18 juta-80 juta bagi saya harga segitu terlalu tinggi,saya hanya pedagang kecil “ujar” seorang pedagang yang tidak mau disebutkan namanya@ NASIMINPrint Halaman Ini
Selengkapnya...

Jalin Silahturahmi,Bupati Berharap di Dua Desa Tidak Lagi Tawuran

METRO CIREBON, SUMBER- Balum lama ini, Drs. H. Dedi Supardi, MM beserta Muspida serta para kiayi se Kab. Cirebon, melakukan Tarling di Masjid Baiturrahman Alam yang bertempat di Ds. Surakarta Kec. Suranenggala kab. Cirebon Jaw Barat, Beliau beserta rombongan datang pada pukul 17:00 WIB, selain mengadakan tarling Bupati juga membagi – bagikan Sembako sebanyak 500 paket sembako kepada kaum dhuafah

Kedatangan Bupati beserta rombongan ini disambut gembira oleh ratusan warga yang ingin mengetahui sosok pemimpinnya, Disamping itu kegiatan Bupati Cirebon sendiri di hadiri Wakil. Bupati H. Akson Sukarsa, SmHk, Kapolres Cirebon Arif Ramdani, Ketua DPRD Dinas Terkait

Ketika METRO CIREBON melakukan konfirmasi kepada Drs. H. Dedi Supardi,MM, memaparakan, Pemerintah akan memberikan anggaran sebesar Rp. 68 juta yang diperuntukan bagi 8 Kecamatan yang di Kabupaten Cirebon, Seperti Kec. Kapetakan, Suranenggala, Gunung Jati, Kedawung, Tengah Tani, Kali Wedi, Panguragan, Serta Kec. Gegesik, anggaran tersebut dimaksudkan untuk pembangunan disetiap kecamatan

Masih dikatakanya Bupati. Untuk itu, partisipasi kita dalam pembangunan, sebagai warga hendaknya mewaspadai orang baru yang datang di lingkungan kita, dikarenakan saat ini yang sedang gencar-gencarnya Daerah Jawa Barat di jadikan Daerah identik Terorisme, sehingga kami berharap kepada setiap warga masyarakat khususnya di kab. Cirebon janganb sembarangan menerima Orang baru, tuturnya

“Kami, atas nama, Pemerrintah Daerah banyak mengucapkan terima kasih terhadap Warga baik warga Masayarakat Kecamatan Suranenggala dan Kec. Gunung Jati. Pasalnya di dua Kecamatan kerap sekali melakukan tindakan yang anarkis, yang identik daerah Tawuran di dua Desa antara desa Keraton Kecamatan Surangenggala dan Desa Sirnabaya Kec. Gunung Jati

Ditamabahkannya Bupati, “Kami, merasa bangga terhadap warga di dua Desa, yang mana, Daerah tersebut suadah damai tidak ada lagi warga yang terkena profokasi dari pihak ketiga, dan mudah-muhan, di dua Desa itu tidak lagi adanya tawuran

Bupati berharap kepada warga Suranengggala agar selalu menjaga kekompakan diantara warga, menjaga tali silaturahmi dan selalu eratkan persaudaraan agar terciptanya Desa yang aman, tenang dan damai serta jauh dari julukan Desa yang selalu tawuran@ NASIMINPrint Halaman Ini
Selengkapnya...

Investor PAM, Di Jadikan Tersangka Hingga Putusan MA

METRO CIREBON, PURWAKARTA - Sengketa masalah Pengelolaan Perusahaan Air Minum (PAM) yang terletak di Ds. Ciracas Kec. Kiarapedes Kabupaten Purwakarta Jawa Barat, kini berlarut-larut hingga ke Mahkamah Agung (MA)

Berdasarkan Putusan MA Nomor : 816 K/Pid/2007, dikeluarkan pada Rabu tertanggal 01 Agustus 2007. dalam putusan tersebut dimenangkan oleh pihak terdakwa Sdr. Timan Bin Miharjo (48 th) warga Gg. Kenanga I No.38 RT 42 RW 02 Kel. Nagri Kaler Purwakarta selaku investor dengan nilai jumlah asset sekitar 200juta

Yang terdiri dari tanah seluas 1430 M2, instalasi listrik dan air, termasuk bangunan. Dalam amar putusannya, disebutkan. Bahwa memori banding Akta kasasi Nomor:04/Akta Pid/2007/PN.PWK yang diajukan oleh jaksa penuntut umum erdasarkan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Purwakarta yang diketuai oleh Rosidin, SH bernomor:196/Pid B/2006/PN PWK tanggal 30 Januari 2007 tidak dapat diterima dan membebaskan terdakwa

Timan yang didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) melakukan penipuan dan penggelapan berdasarkan laporan saksi Sasmito selaku pengelola tidak terbukti, bahkan menurut Timan saat ditemui dirumah kediamannya. Mengatakan,"Aneh, saya yang modalin dia untuk pengelolaan PAM, kok malah dituduh melakukan penipuan dan penggelapan

Ditambahkanya Timan, permasalahan tersebut seharusnya saya yang menuntut mereka, sewaktu itu mereka datang kesaya bersama kades Ciracas Dade Mitrawan, pada waktu itu mereka sangat membutuhkan dana untuk mengelola PAM, dikuatkan oleh surat keputusan bersama antara warga ciracas dan sasmito sebagai pengelola diketahui kades, sehingga saya percaya terhadap mereka, sehingga kami mengeluarkan modal tersebut, tetapi kenapa sekarang malah sebaliknya menjerumuskan saya, ungkapnya

Apa yang dikatakan Timan memang benar adanya, dan dikuatkan dengan salah satu petikan amar putusan Majelis Hakim PN Purwakarta. Terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan penipuan dan penggelapan, yang ada justru saksi Sasmito telah meminjam uang kepada terdakwa Timan untuk menjalankan usaha pengelolaan Air PAM di Ciracas, tetapi kenapa saya tidak habis pikir, Kades Ciracas dan warganya, seolah-olah menyudutkan saya untuk dikorbankan@ TOMY
Selengkapnya...

Akibat Tanggul Jebol, BBWSCC Terkesan Abaikan Keinginan Warga Masyarakat


METRO CIREBON, SUMBER - Masyarakat Cilengkrang Kecamatan Pesaleman Kabupaten Cirebon Jawa Barat, khususnya yang tinggal di bantaran tanggul sungai Cisanggarung resah. Hal itu menyusul longsornya tanggul sungai yang kini kondisinya semakin menggerus mendekati permukiman warga. Ketika musim hujan tiba, arus aliran sungai Cisanggarung yang sangat kencang, telah mengikis tanah tanggul sungai tersebut.

Pada tahun 2008 lalu, bantaran sungai tersebut pernah diperbaiki oleh Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung melalui PPK-03 yang berkantor di Ciledug Kabupaten Cirebon dengan membuat Bronjong disepanjang bibir sungai yang longsor, dengan posisi Bronjong arahnya memotong aliran sungai.

Arus aliran sungai yang deras itu akan mengalir disamping bibir sungai yang lain karena aliran tersebut menghantam Bronjong. Tetapi pada kenyataanya tidak seperti itu, melainkan aliran sungai justru berputar-putar pada bronjong tersebut sehingga air seolah-olah menarik tanah yang ada dibibir sungai dan mengakibatkan bantaran tangul menjadi longsor yang sangat hebat. Bahkan, sudah 2 rumah warga menjadi korban tertelan derasnya arus sungai Cisanggarung

Menurut keterangan warga sekitar bantaran Sungai Cimanuk Cisanggarung, Ecod ( 51) dan Carsim (45), warga masyarakat Cilengkrang, Kecamatan Pesaleman Kabupaten Cirebon, Senin (31/8), pada METRO CIREBON menuturkan bahwa rumahnya yang terletak posisinya 2 meter dari bibir sungai, sudah lama tidak lagi ditempati lantaran takut jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Kami, sudah lama tidak menempati rumah sendiri karena saya takut tinggal didalam rumah. Sebab, keadaan rumah saya semakin hari semakin memprihatinkan akibat tanah bibir sungai yang longsor. Tembok rumah jadi retak-retak, dan pondasi rumah saya terkikis habis oleh derasnya Aliran sungai. Bahkan ada tembok yang sampai ditahan oleh kayu bambu karena tembok tersebut melengkung seakan mau ambruk," tandasnya.

Dirinya bersama warga lain berharap agar secepatnya dilakukan perbaikan. Sehingga aliran sungai Cisanggarung kedepan tidak lagi menyebabkan tanah longsor. Sebenarnya dari pihak pemerintah desa setempat sendiri sudah mengajukan proposal ke pihak BBWSCC, namun hingga kini tidak jelas juntrungnya.

Persoalan ini menuai tanggapan DR (HC) Bambanag Arief Wijaksana, salah seorang pengamat pengairan. Pemasangan bronjong tersebut diduga salah perencanaan yang seharusnya dilakukan pemasangan tembok beton disepanjang samping aliran sungai yang telah mengakibatkan tanah longsor tersebut, namun kenapa BBWSCC hanya memprogramkan pembuatan Bronjong melainkan pembuatan Tanggul Betton, Ungkap Bambang

Ditempat yang berbeda, METERO CIREBON, konfirmasikan hal tersebut terhadap Kepala BBWSCC untuk mencari kebenaran, maka pihak PPK-03 tidak mau menerima wartawan, dengan alasan pimpinan tidak ada di tempat, tandas salah seorang staf. Sehingga sampai berita ini diturunkan, METRO CIREBON belum berhasil mendapatkan keterangan yang jelas, dari pihak BBWSCC PPK 03 tersebut

Menurut Informasi yang didapat dari salah satu pemborong yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan proyek tersebut yang mengerjakan JMH dan HO dan proyek tersebut dari BBWS Cimanuk-Cisanggarung PPK-03 Ciledug, Katanaya@ M. Mahmud
Selengkapnya...

Perbaikan Jalur Pantura, Jelang Lebaran Aman Bagi Pemudik

METRO CIREBON, SUMBER – Perbaikan jalan yang ada di jalur timur Pantura Jawa Barat, seperti Jalur Pantura Indramayu-Cirebon hingga ke jalur Losari, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pusat kini gencar melakukan perbaikan jalan, di khawatirkan dalam waktu dekat menjelang lebaran belum bisa di lewati para pemudik, hingga jalur yang sedang diperbaiki tersebut mengalami kemacetan yang patal, seperti di Jalur Celancang Gunung Jati

Disamping itu, kegiatan perbaikan jalan diharapkan dalam waktu dekat selesai sehingga dapat digunakan dan tidak terjadi kemacetan yang signifikan pada arus mudik lebaran tahun ini. Perbaikan terjadi di ruas utama pantura tepatnya di Desa Gunungjati Kabupaten Cirebon

Perbaikan juga dilakukan di beberapa ruas pantura Cirebon lainnya. Dan secara garis besar jalur utama Pantura Cirebon dirasakan sudah baik jelang lebaran nanti. Yang menjadi persoalan justru di ruas-ruas jalan kabupaten yang nantinya akan menjadi jalur alternatif guna mengantisipasi kemacetan pada arus mudik mendatang

Pantauan yang dilakukan METRO CIREBON, di lapangan memperlihatkan, di ruas jalur alternatif, Indramayu Karang ampel, hingga Cirebon Utara Gunung Jati ada sedikit perbaikan, Mundu hingga Losari, nampaknya Jalur akan lancer bila di lewati para pemudik tahun ini

Seperti lainnya di Astanajapura, Lemahabang, Ciledug, yang sering digunakan ketika kondisi kemacetan di depan tol Kanci menuju Gebang mengalami krodit, (kemacetan yang sangat panjang-red) Di ruas jalan tersebut, sedangkan kondisi jalan bergelombang dan terdapat banyak kubangan, sehingga dikhawatirkan bagi para pemudik

Kerusakan jalan ini diakibatkan ketidakmampuan menahan beban berat dari lalu lalang kendaraan truk pengangkut tanah urug, Pasir untuk pembangunan Jalan told dan PLTU, di Kanci Memang terlihat ada perbaikan, tapi itu sifatnya tambal sulam, namun akhirnya tetap membuat jalan menjadi “benjol”

Jalur alternatif lain yang kerap digunakan yakni ruas Kapetakan-Panguaragan-Arjawinangun, jalur ini sering digunakan jika terjadi kemacetan di sekitar Pasar tumpah Celancang. Kondisi jalan disini sedikit lebih baik karena sudah diaspal semua. Demikian juga dengan jalan alternatif Bunder hingga Ciwaringin kondisinya sudah bagus setelah selesai dilakukan perbaikan

Keberadaan jalan-jalan alternatif yang ada di kabupaten Cirebon itu sebenarnya berada tak jauh dari pasar-pasar tumpah. Dimana di kabupaten Cirebon terdapats ejumlah pasar tumpah diantaranya pasar Celancang, pasar Tegalgubug, pasar Minggu, pasar Weru, pasar Mundu dan Pasar Gebang. Keberadaan pasar-pasar ini setiap tahun selalu menjadi persoalan karena sering terjadi kemacetan

Namun demikian, bagi para pemudik lebaran, harus ekstra hati-hati saat akan melintas jalur altertif tersebut. Bukan pada persoalan kondisi jalan yang belum sepenuhnya bagus, tapi yang lebih penting yakni persoalan minimnya jalur penerangan. Minimnya penerangan itu dirasakan cukup riskan terjadinya tindak kriminal, terutama ketika melintas pada malam hari@ NASIMIN
Selengkapnya...

Warga Banjar Sambut Positif Program Pojok Rokok

METRO CIREBON, BANJAR - Rokok merupakan salah satu zat adiktif yang bila digunakan dapat mengakibatkan bahaya kesehatan bagi individu dan masyarakat selaku perokok aktif maupun perokok pasif. Oleh sebab itu diperlukan perlindungan terhadap bahayanya rokok bagi kesehatan secara menyeluruh (terpadu), dan berkesinambungan

Oleh karena itu, Walikota Banjar, dr. H. Herman Sutrisno. MM, melalui aparat Desa memberikan program wujud peduli terhadap Masyarakat kabupaten banjar Jawa Barat, Pasalnya bagi para perokok aktif nampaknya sangat sulit untuk menghentikan kebiasaan merokok

Maka dengan adanya Program yang diberikan Walikota tersebut, para aparat desa membagikan selembaran kertas kepada setiap tempat tingggal warganya yang berisikan “POJOK ROKOK” dimana selembaran ini merupakan tempat sekumpulan orang yang biasa merokok, jadi tidak mengganggu kepada yang lainnya

Warga sendiri sangat antusias menyambut program yang di berikan Pemerintah Daerah, sehingga warga menempel selebaran kertas tersebut di depan rumahnya masing-masing, seperti di rumah Bapak Anang salah satu warga Kampung Cilengkong Desa Neglasari, Kec. Banjar Kota Banjar.

Dikatakannya Anang, warga menempelkan kertas selebaran bukan hanya di rumah saja, melainkan di tempat-tempat keramaian sperti di warung Buah Banjar yang yang slogannya adalah “POJOK ROKOK”. Program ini sudah berlangsung lama diantaranya Cipariuk dan Cilengkong, Warung Buah, Banjar

Program yang diberikan Bapak Wali kota di sambut baik oleh warga Masyarakat, di sisi lain tidak merugikan untuk bahaya bagi perokok aktif maupun perokok Pasif, sehingga terwujud sebagai partisipasi warga atas kepeduliaannya akan bahaya kesehatan bagi perokok aktif, dan bagi perokok pasif ini merupakan kepedulian bagi kesehatan warga baik yang ada di Kelurahan maupun yang ada di Wilayah banjar, tandas Anang @ IMEY HCetak Halaman Ini
Selengkapnya...

Wisata Ngabuburit di Pantai Kejawanan

KOTA CIREBON – Selama bulan puasa Ramadhan, jumlah pengunjung pantai Kejawanan Kota Cirebon meningkat tajam. Mereka datang ke pantai ini untuk berekreasi bersama teman atau keluarga sambil Ngabuburit menunggu waktu berbuka puasa. Di pantai ini, pengunjung disediakan perahu-perahu karet yang disewakan para pemiliknya yang nota bene warga setempat.

Hanya dengan membayar Rp8 ribu sampai Rp10 ribu, pengunjung dewasa maupun anak-anak bisa menikmati naik perahu karet ke tengah laut dengan waktu sepuasnya. Ada seratus lebih perahu karet yang disewakan dengan berbagai ukuran daya tampung. Diperkirakan pendapatan para pemilik perahu karet meningkat berlipat pada bulan Ramadhan ini.

Begitu juga pendapatan para tukang parkir kendaraan bermotor. Ada sekitar 5 titik kantong parkir di sekitar wisata pantai Kejawanan tersebut. Untuk satu kendaraan sepeda motor dikutip karcis parkir Rp2 ribu. Parkir ini dikelola oleh paguyuban pemuda setempat.

Ada juga pengunjung yang datang ke pantai ini untuk Ngabuburit dengan membawa kail pancing. Di sekitar pantai ini banyak sekali orang yang memancing, dengan hasil tangkapan ikan seperti ikan jambal roti.

Secara umum, pengelolaan pantai Kejawanan belum memberikan kontribusi apa-apa bagi PAD Pemkot Cirebon. Hal itu dikarenakan pantai Kejawanan berada di dalam area otoritas milik Pelindo, sebuah badan usaha milik Negara yang mengelola pelabuhan Cirebon. Padahal, jika dikelola dengan baik dengan membangun kelengkapan infrastruktur pendukung, pantai ini bisa menjadi potensi bagi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Pemkot Cirebon.(dri)Cetak Halaman Ini
Selengkapnya...

Pererat Silaturahmi, Walikota Banjar Lakukan Tarling

METRO CIREBON, BANJAR - Walikota Banjar dr. H. Herman Sutrisno, MM, beserta Muspida melakukan kegiatan Sholat Tarawih Keliling (Tarling) di beberapa Desa seperti Desa Banjar, Purwaharja, Langensari, dan Desa Pataruman, untuk mengisi kegiatan di Bulan Berkah dan Penuh Magfiroh

Walikota beserta rombongan Muspida melakukan tarling sejak senin, (24/08/2009). Kegiatan Tarling pertama kali mengambil tempat di masjid al Muksin Banjar. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat nampak menyambut antusias kedatangan rombongan walikota, dimana seorang pemimpin terjun langsung terhadap masyarakat arus bawah

Di samping itu, Walikota juga mengadakan Buka Puasa bersama dengan masyarakat setempat yang ada di lingkungan masjid, Selain di Masjid Al Muksin, Walikota juga menyinggahi masjid-masjid lain yang ada di wilayah Banjar, dan bukan hanya sekedar TARLING tetapi memulai dengan berbuka puasa bersama yang diakhiri Tarawih berjamaah

Salah seorang warga saat dimintai komentarnya oleh METRO CIREBON di lokasi, Ade mengatakan, “Kami sangat senang dan merasa bangga, bahwa di daerah kami kedatangan bapak Walikota, di samping itu juga Warga masyarakat sangat menyambut kedatangan beliau, karena yang saya ketahui jarang sekali para pejabat turun ke lapangan, tetapi dengan kedatangan pemimpin kita mudah-mudahan tidak hanya sekarang saja, melainkan kita eratkan tali silaturahmi mendatang

Selain untuk mempererat tali sillaturahmi kegiatan inipun sebagai wujud kepedulian beliau kepada masyarakatnya.” Bapak Walikotapun sesuai jadwal kegiatan akan melaksanakan Nujulul Qur’an pada tanggal 17 Ramadhan di Masjid Agung Banjar

Beliau sangat berharap dengan kegiatan ini menjadi jalan silaturahmi dengan masyarakatnya dan mudah-mudahan masyarakat dapat mengisi bulan Rmadahan ini dengan segala hal yang bermanfaat dan menjauhi segala wujud kemaksitan@ IMEY HCetak Halaman Ini
Selengkapnya...

5000 Anggota FPI, Sisir Tempat Hiburan Malam

METRO CIREBON, SUMBER – Front Pembela Islam (FPI) Cabang Cirebon, tadi malam sekitar pukul 10.00 WIB menerjunkan kurang lebih 5.000-an laskar yang ada di Kabupaten Cirebon, Untuk melakukan penertiban di malam bulan Suci Ramadhan, khususnya di tempat-tempat yang dianggap sensitif, seperti tempat hiburan malam, hotel dan tempat kebugaran lainnya yang dianggap menyediakan tempat mesum

Habib Muhammad Al Habsy Panglima FPI Cirebon, mengatakan kepada METRO CIREBON, Menurutnya 5.000 laskar yang diterjunkan ke lapangan itu bertujuan untuk memonitoring kegiatan hiburan malam di Cirebon

“Sehingga kondusivitas Ramadhan tetap terjaga, apalagi Cirebon yang dikenal sebagai kota Wali, oleh karenanya Cirebon harus bersih dari kemaksiatan, apalagi di Bulan yang penuh berkah, tandasnya.

Habib Muhammad Seraya menambahakan, pihaknya sudah mengeluarkan surat himbauan kepada seluruh pengusaha yang ada di Kab. Cirebon menyangkut tempat-tempat hiburan malam, pihak kami melayangkan surat tersebut 15 hari sebelum datangnya bulan Ramadhan

“Namun, Surat yang berisi hanya himbauan kepada seluruh pengusaha tempat hiburan agar tempat hiburannya pada bulan Suci Ramadhan tidak beroperasi ( melakukan aktifitas-red) sebagaimana hari-hari biasa

Di tandaskannya Habib, Surat himbauan yang kami keluarkan itu “Tidak hanya kepada para pengusaha hiburan, melainkan untuk aparat kepolisian maupun Pemerintah daerah termasuk Sat Pol PP itu mendapatkan surat dari kami (FPI-red)

Kami menghimbau terhadap pihak Kepolisian Polres Cirebon dan Sat Pol-PP Kab.Cirebon, kalau mereka masih bisa mengkondusifkan tentang tempat-tempat hiburan malam yang masih beroperasi

Maka kami tidak akan melakukan aksi apapun, tetapi kalau pihak kepolisian pura-pura diam, maka kami tidak segan-segan menerjunkan pasukan, untuk menertibkan dan mengkondusikan kegiatan bulan Ramadhan, tutur Habib@ KOKOM KOMARIAH
Selengkapnya...

Massa Obrak-Abrik Gudang Miras di Arjawinangun

MATERO CIREBON - Puluhan warga desa Jungjang Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon, Kamis (27/8) malam, bersama jajaran aparat kepolisian, menggrebek sebuah bangunan rumah mewah di jalan Nyi Mas Gandasari RT.04 RW.07 Desa Jungjang. Rumah tersebut milik Gunawan yang dikontrak oleh Hanziu asal Tegal pemilik toko Makmur, di Pasar Arjawinangun, diketahui menjadi gudang penimbunan ribuan dus botol minuman keras (Miras) berbagai merk.

Penggrebekan berawal dari kecurigaan warga ketika melihat sebuah truk ber No Pol B 9060 IA masuk ke halaman rumah tersebut. Waktu itu selepas sholat Tarawih, warga memergoki truk tersebut memuat dus-dus berisi miras. Warga langsung menyegel pagar rumah dan melaporkan ke Polsek setempat dengan membawa barang bukti truk berisi miras.

Warga pun meminta polisi menggeledah isi rumah tersebut. Kapolsek Arjawinangun bersama Kuwu Desa Jungjang, dan tokoh masyarakat langsung menuju TKP dan langsung melakukan penggeledahan,

Namun, ketika akan menggeledah isi rumah itu, berlangsung alot. Pasalnya, anak Hanziu, dan pembantu rumah itu sudah berada diluar gerbang dan mengunci rumahnya dengan gembok. Ketegangan warga sempat terjadi ketika kedua anak dan pembantu Hanzui mengaku tidak memegang kunci. Diiringi teriakan “Allahu Akbar..!! Allahu Akbar..!!” taklama anak Hanzui mau membongkar paksa gembok masuk rumahnya dengan mencongkel mengunakan linggis.

Setelah berhasil dibuka paksa, didalam rumah ditemukan ribuan dus miras berbagai jenis dan merk dari beberapa ruang kamar. Massa yang menyaksikan langsung, marah, dan melampiaskannya dengan mengeluarkan dus-dus miras, mengobrak-abrik dan memecahkan ribuan botol miras ke lantai depan rumah. Tak lama kemudian satu pleton Dalmas Polres Cirebon yang dipimpin langsung Kapolres Cirebon tiba di TKP dan langsung mengamankan barang bukti ke Polres Cirebon mengunakan mobil dalmas dan truk.

Menurut Kapolres Cirebon yang didampingi Kapolsek Arjawinagun, pihaknya akan lebih waspada dan meminta kepada masyarakat berperan aktif . “Bila perlu menghubungi polsek terdekat bila ada gudang miras atau warung penjual miras, bila perlu agar menghubungi langsung ke HP saya. Saya mengucapkan terimakasih kepada warga sekitar Jungjang Kecamatan Arjawinagun yang sudah membantu dalam membrantas miras, laporan atau informasi serta peran aktif warga sekitar kepada Kepolisian khususnya polres Cirebon membantu lebih cepat melakukan tindakan,” Ungkapnya.

Khususnya jajaran Polres Cirebon, ia tekankan agar lebih berperan aktif dalam melakukan pengawasan terhadap lingkungannya
Menurut Kuwu Jungjang H.Maman, dengan kejadian ini, mereka yang menjual miras berskala besar maupun kecil yang menjajakan miras disekitar Jungjang Arjawinangun menjadi jera. “Saya juga mengucapkan terimaksih kepada warga saya yang peduli terhadap lingkunganya terutama bebas miras dan narkoba,” ujarnya.

Sementara, komentar dari tokoh masyarakat H. Hariri dan H. Sukron minta agar pihak kepolisian lebih berperan aktif dan jangan mengandalkan informasi kepada warga, gerakan ini merupaka murni inisiatif warga karena warga Jungjang ingin bersih dan bebas dari miras.

“Bilaperlu kami akan mengusir Bandar miras yang berdomisili di desa kami, karena sudah mencoreng citra baik kampung ini. Kami tidak akan tinggal diam, warga akan menyisir toko, warung klontongan yang menjual miras agar desa Jungjang dan Arjawinangun dan sekitarnya bebas dari miras,” tegas Kuwu.

Informasi menyebutkan, pemilik toko Makmur yang menjual miras itu sudah dua kali disidang Tipiring di PN Sumber, dan dirinya sudah membuat pernyataan yang disaksikan oleh pihak aparat pemerintah desa Jungjang. Namun hukuman denda tidak membuat dia jera.

Warga tak menyangka jika di dalam rumah mewah yang dipadati rumah penduduk tersebut tersimpan ribuan dus berisi minuman keras. Ibarat pepatah, sepandai-pandainya bangkai ditutupi, baunya pasti akan tercium juga. Sepandai-pandainya orang menyimpan sesuatu pasti akan ketahuan juga.
Selengkapnya...

Masyarakat Tuntut Bupati Cirebon, Mundur Dari Jabatannya

METRO CIREBON, KOTA – Bupati Cirebon dinilai tidak ada keberpihakan kepada Masyarakat terkait dengan pembangunan PLTU, sehingga Bupati Drs H Dedi Supardi pun akhirnya dituntut mundur dari jabatan. Tuntutan mundur tersebut diteriakan warga ketika melakukan unjukrasa di depan rumah dinas orang nomor satu di Kabupaten Cirebon tersebut, Rabu (26/8)

Puluhan warga yang mengatasnamakan Rakyat Penyelamat Lingkungan (RPL) dan Persatuan Masyarakat Korban Pembangunan PLTU Cirebon, datang secara bersama ke lokasi rumah dinas bupati di Jalan RA Kartini No.1 Kota Cirebon

Unjukrasa itu sendiri mengusung desakan dilakukan penutupan dan penghentian projek pembangunan listrik tenaga uap (PLTU), di desa mereka yakni Desa Kanci Kulon Kec. Astanajapura

Menurut koordinator aksi M. Aan Anwarudin, pihaknya melihat jelas adanya indikasi ketidakberpihakan bupati terkait pembangunan PLTU terhadap nasib rakyat yang dipimpinnya

"Kenyataannya projek PLTU itu jelas-jelas merugikan rakyat. PLTU batu bara adalah energi terkotor diantara energi lainnya dan sangat mematikan bagi kehidupan. Apalagi PLTU Cirebon sangat berdekatan dengan pemukiman, hanya belasan meter," tegas Aan
Diungkapnya, jika bupati memang berkimitmen berpihak kepada rakyat, tidak ada jalan lain selain menutup dan mencabut surat izin pembangunan PLTU, karena sudah sangat merugikan

Selama ini, lanjutnya, belum beroperasi saja, kerugian sudah bermunculan terutama dari warga masyarakat nelayan. Salah satunya yakni nelan kerang hijau yang mengalami kerugian sampai miliaran rupiah@ NASIMIN print this page Print halaman ini
Selengkapnya...

Warga Meminta, Situ Ciluruk Segera Dikeruk

METRO CIREBON, SUBANG - Keberadaan situ yang merupakan tempat penampungan debit air sangatlah diharapkan sebagian besar para petani.Karena dengan adanya situ maka ketika musim kemarau tiba, para petani tidak akan merasakan kesulitan air untuk mengiri sawahnya, karena air dari situ bisa digunakan oleh para petani untuk mengairi sawah. Namun kurangnya perhatian dari pemerintah kabupaten dan pemerintah propinsi harapan warga desa tersebut kini tinggal harapan

Salah satunya situ yang harus mendapatkan perhatian dari pemerintah yaitu Situ Ciruluk yang berlokasi diDesa Ciruluk Kecamatan Kalijati Kabupaten Subang Jawa barat

Situ Ciruluk seluas tiga hectare kini terus mengalami pendangkalan dan warga yang tadinya menggarap lahan sekitar situ dengan tanaman palawija dan pertanian karena kekurangan air maka para petani kini pungsi situ beralih dan ditanami pohon rambutan padahal jika situ tersebut dipungsikan bisa mengairi sawah yang ada didesa pagon Kecamatan Purwadadi , Desa ciruluk bahkan Desa Sindang Sari kecamatan Cikaum

Menurut warga Pihak Pemerintahan Desa Cirulukdengan kondisi demikian sangat prihatin situ ciruluk yang juga merupakan asset desa kini terbengkalai kemudian tahun 2008 pernah mengajukan permohonan kepada pihak pemerintah daerah kabupaten dan propinsi untuk segera dilakukan pengerukan dan mendapat respon serta telah dilakukan pengecekan dan Survey baik dari pihak Pemda ataupun pihak pemerintah propinsi namun hingga kini belum ada realisasinya untuk itu warga meminta kepada pihak pemerintah agar segera permohonan tersebut dikabulkan

H.Ujang Tokoh Masyarakat setempat kepada METRO CIREBON, mengatakan warga meminta kepada pihak pemerintah kabupaten subang untuk segera merealisasikan permohonan warga untuk segera dilakukan pengerukan situ ciruluk karena situ ini sangat dibutuhkan oleh warga sebagai penampung debit air dikala musim kemarau untuk menmgairi sawah kalupun musim penghujan tiba air tidak bisa ditampung disitu karena situ mengalami pendangkalan

Kepala Desa Ciruluk Naryom ketika dikompirmasi membenarkan warganya mengharapkan agar situ Ciruluk dipungsikan dan segera dilakukan pengerukan karena situ ini sangat berarti untuk warganya yang sebagian besar petani karena tidak berpungsi Dan mengalami pendangkalan padahal jika situ ini dipungsikan mampaatnya sangat besar selain bisa mengairi sawah juga situ ini yang merupakan asset desa kedepanya bisa ditata dijadikan obyek wisata untuk itu kami meminta pemrintah segera merealisasikan
permohonan warganya

Warga kesulitan air Bersih
Sementara itu warga meminta selain persoalan perlu dilakukan pengerukan situ Ciruluk warga desa ciruluk di tiga Rukun tetangga yaitu RT 11,12 dan 13 RW 03 warga pun merasa kesulitan air bersih jika musim kemarau tiba sebanyak 120 KK kini kesulitan air bersih bahkan untuk mendapatkan air warga sekitar harus mendapatkan air sangat jauh bahkan air dari Sungai Cibodaspun dimampaatkan untuk mandi cuci kakus bahkan memasak

Untuk itu warga berharap perhatian dari pemerintah untuk segera memperhatikan rakyatnya sesuai dengan Motto Kabupaten Subang “Rakyat Subang Gotong Royong Subang Maju” @ HIDAYAT
Selengkapnya...

Desa Mayasari, Gelar Tabliq Akbar, Hadirkan Qori Nasional

METRO CIREBON, SUBANG - Guna memeriahkan hari Kemerdekaan Republic Indonesia yang ke 64 sekaligus menyambut bulan suci Ramadhan pihak Pemerintahan Desa Cimayasari Kecamatan Cipeundeuy Kabupaten subang Jawa barat senin kemarin (17/08) menggelar Tablig Akbar dan Kegiatan yang dipusatkan di halaman kantor desa cimayasari mendapat sambutan yang meriah dari warga

Dalam kegiatan tablig akbar tersebut pihak panitia mendatangkan Qori internasional tahun 2009 KH Mu,min Mubarok dari kabupaten Tasik malaya dan penceramah KH Tubagus Miftah Fauzi SE dari kabupaten Tasik Malaya

Dalam kegiatan tablig akbar hadir kepala Desa Cimayasai Suherdi Mulyono ,serta segenap apatarur desa lainya juga para tokoh masyarakat tokoh ulama dan tokoh pemuda setempat dan asper BKPH Cipeundeuy Ending machpudin SH

Kepala Desa Cimayasari Suherdi Mulyono dalam sambutanya mengatakan digelarnya kegiatan ini guna dalam rangka memperingati HUT kemrdekaan Rid an menyambut bulan ramadhan untuk itu pihaknya mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu mengorbankan moril dam materil dengan terselenggaranya kegiatan ini selain itu pihaknya meminta kepada semua warga untuk membantu menyelesaikan pembangunan pondok pesantren Toriqul huda yang ada didesanya karena lembaga ini merupakan kebanggaan kita semua khususnya warga Desa Cimayasari

Sementara itu KH Tubagus Miftah Fauzi SE dalam tausiahnya dihadapan ratusan jemaah mengatakan dalam menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia banyak pelajaran yang dipetik mari kita isi kemerdekaan ini dengan hal hal yang positip karena Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan Karena mereka dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah telah mengorbankan segala galanya berupa harta dan nyawa karena kemerdekaan yang kita raih bukan dari hasil diberi oleh penjajah namun hasil dari perjuangan yang harus ditebus dengan sangat mahal berupa harta dan nyawa

Kemudian dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan 1430 Hijriah KH Tubagus Miftah fauzi dalam tausiahnya mengatakan mari kita sambut bulan suci ini dengan suka cita karena bulan ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah

Untuk itu dengan kita ber puasa kita merasakan adanya lapar dan haus namun hakikatnya bahwa puasa juga merupakan sarana melatih diri kita dan melatih kesabaran untuk jiwa sedangkan (rohani) bisa dibersihkan hanya dengan berpuasa sehingga dengan adanya puasa berharap kita agar lebih bertakwa kembali kepada allah SWT tuhan yang maha esa@ dar/hid
Selengkapnya...

Polda Jabar, Segera Usut Pengusaha Nakal, Langgar UU NO 32 TAHUN 1997

METRO CIREBON, SUBANG - Sungai Cilamaya yang menghubungkan batas antara dua di Provinsi Jawa Barat yang letaknya di kabupaten Subang dan Kabupaten Karawang kini sangat memprihatinkan, pasalnya kondisi air untuk kebutuhan warga Masyarakat di Dua Kabupaten tersebut menyusut, dengan keadaanya air dari sungai cilamaya menuju hilir muara ke laut

Dengan keadaan tersebut, Sungai cilamaya jika di musim kemarau tiba sangat terlihat secara kasat mata tercemar oleh limbah pabrik yang diduga dengan sengaja dibuang kesungai. Sehingga air menjadi kotor, berbau tak sedap dan menampakkan warna hitam pekat

Warga masyarakat disekitar bantaran kali cilamaya kini merasa resah akibatnya banyak warga yang mengalami terserang penyakit saluran pernapasan atas akibat yang ditimbulkan oleh limbah tersebut, namun sangat disayangkan upaya dari pihak pemerintah Daerah Kabupaten Subang belum melakukan tindakan prefentif terhadap warga bahkan terkesan tutup mata

Tercemarnya sungai cilamaya oleh limbah yang berasal dari buangan limbah pabrik yang berada disepanjang kali, selain dialami oleh warga yang berada dibantaran sungai cilamaya atas didua kabupaten namun, sangat dirasakan oleh warga Desa setempat

Pencemaran sungai cilamaya ini sudah sangat membahayakan bagi kesehatan juga air limbah jika terjadi kontak dengan kulit mengakibatkan gatal gatal dan mengganggu kesehatan pernapasan saluran atas selain itu yang terpenting sungai ini menjadi urat nadi para petani untuk mengairi sawah sekitar sungai tersebut dan juga untuk mengairi perempangan (tambak) yang ada di 3 desa dikecamatan Blanakan kabupaten Subang Jawa Barat

Diantaranya Desa Cilamaya Girang, Desa Rawa Meneng serta Desa Jaya Mukti seluas 720 hektare perempangan (tambak) jika hal ini dibiarkan karena air pasang dari laut yang berasal dari hulu sungai bisa mengakibatkan keracunan dan bisa mematikan terhadap ikan dan udang yang ada ditambak tersebut, sehingga bagi pengembang akan merugi milyaran rupiah

Udin (45) warga Muara Baru Desa Cilamaya Girang kecamatan Blanakan mengatakan kepada METRO CIREBON, pencemaran yang sudah hampir tiga tahun ini, sehingga warga merasa dirugikan karena air sungai menjadi hitam pekat dan berbau tajam sehingga mengganggu kesehatan warga dan itu sangat dirasakan jika malam hari namun warga tidak bisa berbuat banyak karena kami masyarakat kecil “katanya

Hal senada juga dikatakan Ujang masturo tokoh masyarakat Desa Cilamaya girang kecamatan Blanakan ketika ditemui METRO CIREBON di KUD Mina jaya laksana menuturkan,“tercemarnya sungai cilamaya diduga berasal dari buangan limbah pabrik yang berada disepanjang sungai tersebut

Selain mengganggu dan warga menjadi resah akibat yang ditimbulkan oleh limbah juga para petani tambak kini merasa was was pada perempangan (tambak) tambak tersebut karena air sungai tersebut sangat dibutuhkan untuk mengairi perempangan yang ada ditiga desa kini para petani tidak bisa berbuat banyak padahal ini sudah dilaporkan ke instansi terkait namun hingga kini belum ada upaya yang signipikan oleh birokrasi terkait soal tercemarnya sungai cilamaya

Ditambahkannya ujang pada tahun 2006 para ketua di lima KUD dan kepala desa juga sudah melaporkan soal ini kepada pihak Polda jawa barat melaui AKBP Sopyan Setiadi pada waktu ada sosialisasi BP Migas yang dilaksanakan di KUD Mina Jaya Laksana beberapa waktu lalu dan mereka (tokoh masyarakat)

Dengan tercemarnya sungai cilamaya oleh limbah pabrik yang berada disepanjang sungai tersebut sudah sepantasnya pemerintah lebih memperhatikan nasib rakyatnya dan mencarikan jalan keluar terkait persoalan ini dan kepada pihak penegak hokum mereka berharap untuk segera mengusut tuntas para pengusaha yang telah membuang limbah ke sungai cilamaya

Sehingga terjadinya pencemaran yang sudah sangat serius tentunya ini sudah melanggar undang undang tentang lingkungan hidup jika terbukti ada dugaan perusahaan melakukan pelanggaran Undang Undang no 23 tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup masyarakat berharap bisa dproses secara hukum yang berlaku @ Hidayat/PEI
Selengkapnya...

Proyek Peningkatan Jalan Adidarma, Sesuai Prosedur

METRO CIREBON, SUMBER – Nampaknya, Dinas PU Bina Marga merasa berang terhadap hasil kunjungan kerja Komisi C, Anggota DPRD Kab. Cirebon, Senin (24/08), terhadap Proyek Peningkatan Jalan Poros di desa Adidarma Kecamatan Gunung Jati Kab. Cirebon Jawa Barat yang diduga dalam pelaksanaan kegiatan pekerjaannya asal-asalan (amburadul-red)

Melihat hasil kunjungan Komisi Cirebon DPRD Kab. Cirebon, Kepala Dinas PU Bina Marga Kab.Cirebon, Ir. H. Tarjono, MM, turun langsung ke lapangan, Rabu (26/08), melihat kegiatan pelaksanaan proyek peningkatan jalan poros di Jalan Tambas, Desa Adidharma, Kec. Gunung jati Kab. Cirebon yang dikerjakan CV KUP

Ir. H. Tarjono Kepala Dinas PU Bina Marga Saat dikonfirmasi METRO CIREBON melalui Ir. Gator Rachmanto Kabid Peningkatan Jalan Dan Jembatan, menandaskan, untuk pelaksanaan kegiatan peningkatan jalan poros Desa, yang ada di Desa Adidarma, kian mencuat dipermasalahkan oleh kalangan DPRD, itu tidak benar adanya pengunaan batu apung

Ditambahkannya Gatot, proyek jalan poros di daerah Susukan maupun daerah Gegesik pun tak jauh berbeda dengan di Jalan Tambas. Tidak ada pengunaan batu apung yang ada batu merah dan itu sudah dibersihkan, batu berenan itu hanya beberapa nol persen saja dan batu tersebut sudah kami angkut untuk tidak dipergunakan, oleh karenanya kami sangat menyayangkan peryataan hingga 80 persen, tersebut

H. Dadang Djuanda Direktur CV. Karya Utama Perdana akan menjamin semaksimal mungkin tentang kualitas jalan. Di samping itu juga Peningkatan jalan poros di Jalan Tambas tersebut mutunya bisa bertahan lama dan dapat dialui kendaraan dengan kapasitas 45 ton. “Saya jamin kualitasnya. Kami menjalankan proyek ini sesuai aturan, ungkap, Dadang

Ir Achmad Sudiono yang akrab di sapa Dion, Ketua Gapensi Kab. Cirebon saat dimintai konfirmasi oleh METRO CIREBON, mengungkapkan, untuk pekerjaan yang dikerjakan oleh CV KUP itu sudah sesuai dengan presedur, dalam pelaksanaan pengunaan batu juga sudah sesuai, jadi apa yang dipermasalahkan, kalau berbicara pakai batu apung, maka banagaimana kita lihat kualitas jalan nantinya

Untuk melaksanakan kegiatan apa saja menyangkut kontruksi, semuanya terdiri dari orang-orang yang berkualitas, oleh karenanya, tidak mungkin sekali dalam melaksanakan kegiatan di lapangan, mengerjakan hanya asal-asalan, kita sendiri selalu menjaga, Mutu, Kualitas dan Kuantitas@ SUKIRNO
Selengkapnya...

POL PP Kab. Cirebon Tindak Tegas Tempat Hiburan Malam

METRO CIREBON, SUMBER – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kab. Cirebon Jawa barat, akan bertindak tegas terhadap seluruh hiburan malam yang ada di wilayah cirebon, pasalnya pada bulan ramadhan tahun 1430 H harus benar-benar bersih dari kemaksiatan, yang mana Cirebon adalah sebagai kota wali

Bagi hiburan malam yang masih beroprasi pada malam hari selama bulan suci ramadhan yang ada di beberapa tempat hiburan menjadi sorotan masyarakat seperti dikawasan gronggong, panti pijat, mapun pada kebugaran, maka pihak Pol Pp akan menindak tegas terhadap tempat tersebut

H .Moch Sopyan Kasat POl PP, melalui Kabid ketertiban umum (Tribum ) kab cirebon Satpol PP Drs. H. Didi Supriadi di dampingi kasi Tibum Drs. Khusaery mengatakan, pihak kami tidak segan-segan untuk menindak tempat hiburan malam yang masih beroperasi di malam hari

Bila mana tempat hiburan malam yang masih beropersi, maka kami akan menutup atau mencabut izin untuk beroperasi, oleh kaarenanya kami meminta kepada seluruh pengemnbang (pengelola) baik tempat hiburan malam maupun Hotel agar mentaati peratuan yang diterapkan pemerintah daerah kab. Cirebon

Seraya menambahkan langkah yang akan kami lakukan adalah menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan ramadhan, terhadap pihak pengelola tempat hiburan malam maupun hotel, namun mudah-mudahan semua pengelola menyadari bahwa di malam bulan suci ramadhan akan mengerti tentang hal tersebut, tuturnya

Peran aktif Sat Pol PP selama bulan ramadhan, Didi menandaskan pihaknya akan melakukan pengawasan ketat terhadap tempat hiburan malam maupun Hotel yang kita anggap keluar masuk para tamu yang ingin bersenang-senag tanpa ada batasnya, sehingga perlu kita awasi dan jaga bersama demi citra cirebon sebagai kota wali akan sangat terjamin, ungkap Didi disela-sela kesibukannya setelah Shalat Tarawih@ SUKIRNO
Selengkapnya...

Proyek Jalan Adidarma Diduga Merugikan Negara

METRO CIREBON, SUMBER – Pelaksanaan Kegiatan Proyek Peningkatan Jalan Desa Adidarma Klayan Kecamatan Gunung Jati Kab. Cirebon Jawa Barat yang di anggarkan APBD Kab. Cirebon tahun 2009 sebesar Rp. 835 juta dalam papan proyek, Volume P: 3320 meter, Lebar 2.5 sampai 3,5 meter, yang dikerjakan oleh CV. Karya Utama Perdana

Dari hasil penelusuran METRO CIREBON di lapangan, Panitia Pengadaan Barang dan Jasa dalam pengumuman pelelangan umum Nomor: 602.1/10-PAN/2009 tertuang nilai yang berbeda, untuk Peningkatan Jalan Desa Adidarma tertera sebesar Rp. 850 juta, sedangkan yang tertera di dalam papan proyek sebesar Rp. 835 juta, ada selisih sebesar Rp. 15 juta, sehingga selisih anggaran tersebut perlu dipertanyakan

Disisi lain, peningkatan jalan poros itu menggunakan batu porselen namun kenyataannya dilapangan menggunakan batu apung (batu menyan-red) sehingga kualitas dan kuantitasnya akan membuat jalan tidak memadai, terungkap dugaan penyimpangan RAB setelah jajaran Komisi C DPRD Kab. Cirebon, melakukan sidak kelapangan

Dikatakannya salah satu Anggota DPRD Kab. Cirebon, Proyek peningkatan jalan ini tidak bisa dilanjutkan sebelum pemenang tender (pelaksana-red) proyek mengganti batu yang kami temukan dilapangan seperti batu apung yang seharusnya Pelaksana mengenakan batu porselen, Ungkap H. Yoyo

Ditambahkannya H. Yoyo Pembangunan jalan ini jauh dibawah standar, dikarenakan dalam pelaksanaannya menggunakan batu apung yang melebihi kapasitas (standar), sedangkan melihat hasilnya nanti, kami menduga kualitas kekuatan jalan tersebut tidak tahan lama, dan hanya beberapa bulan saja akan rusak lagi, Tandas H. Yoyo

Ditempat yang sama METRO CIREBON konfirmasikan hal tersebut kepada Pelaksana Kegiatan Peningkatan jalan Desa Adidarma, kepada salah satu pegawai di lokasi, ketika wartawan mempertanyakan pelaksana, dirinya menyebutkan bapak Yono, dan nampaknya ketika mendapat pertanyaan dari beberapa wartawan engan memberikan komentar apapun terkait kualitas batu yang diduga batu apung @ NASIMIN/SUKIRNO
Selengkapnya...

Lampu Asmaul Husna Plumbon - Klangenan Kondisinya Tak Terawat

METRO CIREBON, SUMBER - Puluhan titik lampu neon box Asmaul Husna di sepanjang jalan Klangenan – Plumbon, Kabupaten Cirebon, kondisinya makin tak terawat. Banyak neon box yang kini kondisinya rusak (mati), pencahayaan neon yang redup, serta warna box yang sudah pada luntur. Akibatnya, kondisi tersebut mengurangi ketidaknyamanan pandangan mata para pengguna jalan yang melintas dimalam hari.

Terlebih lagi, ruas jalan tersebut merupakan akses jalur nasional dengan intensitas lalu lintas kendaraan yang cukup padat dilalui berbagai jenis kendaraan bermotor. Kondisi ini makin diperparah karena lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang ada dikanan dan kiri bahu jalan seperti di ruas Plumbon, Jamblang, sampai Klangenan, kondisinya banyak yang mati.

Ironisnya, kondisi tersebut sudah berbulan-bulan lamanya dibiarkan tanpa ada perbaikan atau penggantian material baru. pihak Dinas Perhubungan (Dishub) setempat, selaku dinas tehnis yang mengurus perawatan lampu-lampu tersebut beralasan, untuk perbaikan dan perawatan terbentur oleh terbatasnya anggaran APBD.(Andry)
Selengkapnya...

Polisi siap beberkan empat tersangka Teroris

METRO CIREBON, JAKARTA - Hampir 2 minggu setelah peristiwa penyergapan teroris di Jatiasih dan Temanggung, akhirnya Polisi merilis daftar 4 buronan yang terkait dengan peristiwa peledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Mega Kuningan Jakarta 17 Juli lalu yang menewaskan 9 orang dan melukai 53 lainnya

Para buronan itu antara lain, Syaifudin Zuhri bin Djaelani Irsyad alias Udin alias Soleh: Syaifudin Zuhri hingga kini belum diketahui asal dan tanggal lahirnya, sedang alamat terakhirnya adalah Perum Telaga Kahuripan, Parung, Bogor, Jawa Barat. Ciri-ciri fisik Syaifudin adalah laki-laki, suku Jawa, bentuk kepala bulat, warna mata hitam, bentuk alis sedang, bibir tebal
Ario Sudarso alias Suparjo Dwi Anggoro alias Aji alias Dayat alias Mistam Usamudin: memiliki dua catatan kelahiran yakni lahir di Tegal, 22 Januari 1973 dan di Kendal 20 Maret 1973.

Dia pernah tinggal di Kampung Pisangan RT 10 RW 05, Cakung, Jakarta Timur dan Gamping RT 08 RW 02 Desa Sidokumpul Kecamatan Patean, Kendal, Jawa Tengah
Bagus Budi Pranoto alias Urwah: ahir di Kudus 2 November 2009 dan alamat terakhir adalah Desa Klisar Mijen RT 08 RW 01 Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Ia bersuku Jawa, jenis kelamin laki-laki, tinggi badan 160 cm, bentuk kepala oval, warna mata hitam, alis tebal dan bibir tebal.

Ciri khusus yang dimiliki adalah tahi lalat di bawah bibir sebelah kiri dan memiliki noktah pada pelipis sebelah kiri
Mohamad Syahrir lahir di Jakarta, 25 Juni 2009 dan memiliki alamat terakhir di Kompleks Garuda Blok C1 No 6A RT 06 RW 16 Kampung Melayu, Teluk Naga, Tangerang, Banten dan Jalan Giring-Giring II No 104 RT 09 RW 10 Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. Ia memiliki ciri fisik antara lain laki-laki, suku Sunda, tinggi badan 165 Cm, bentuk kepala bulat, warna mata hitam, alis tipis dan bibir tipis. Buronan ini memiliki paspor Nomor A 167383 yang masih berlaku hingga sekarang

Apabila ada diantara warga masyarakat yang mengetahui keberadaan 4 buronan ini diharapkan melapor ke kantor polisi terdekat atau menghubungi hotline 021-7218029-021-7218309-081383950059-0813827398774 dan Humas Polri di 021-7218421-081385099108@ Ant
Selengkapnya...

Buronan Polisi, Saefudin Jaelani Saat Menikah Memakai Jubah

METRO CIREBON, SUMBER - Proses pernikahan antara Saefudin Jaelani (SJ) dengan istrinya Kholifah Sari, terbilang berbeda dengan pernikahan kebanyakan khususnya di masyarakat Perbutulan, Kabupaten Sumber, Jawa Barat. Jika orang memakai jas rapi, tersangka yang menjadi Buronan Mabes Polri karena terlibat peledakan mega Kuningan ini justru memakai jubah


Kyai Abdul Jalil, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ikhlas mengungkapkan, dia sempat bertemu dengan Saefudin Jaelani sembilan tahun silam bahkan sempat bertatap muka saat, yakni saat proses pernikahan dengan Jaelani dengan Kholifah Sari

“Kebetulan saat ini saya sebagai Wali nikah Opi (Kholifah sari, red) karena ayah Opi sudah meninggal,” kata Kyai Abdul jalil yang ditemui di Ponpesnya Kelurahan Perbutulan Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon Jawa Barat, Rabu (19/8)

Sejak itu, lanjut Jalil, dia tidak pernah lagi bertemu dengan Safudin yang belakang disebut-sebut terlibat dalam aksi terorisme di Indonesia. Namun dalam memorinya, lelaki yang mengenakan baju koko warna putih inis empat mengingat ciri-ciri Saefudin

“Orangnya tinggi, putih, wajahnya oval dan cukup ramah, hanya itu yang bisa saya ingat,” pungkasnya. Sementara itu makin gencarnya pemberitaan soal terorisme terutama menyangkut keberadaan Saefudin Jaelani, termasuk keberadaan Opi dan keluarganya di Perbutulan Perbutulan Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon

Bahkan kemarin keluarga ini terkesan menutup diri dengan warga sekitar. Pantauan yang dilakukan di rumah yang berlokasi berjarak hanya puluhan meter dari MaKodim 0620 Sumber ini, terttutup rapat. Keinginan wartawan untuk bertemu dengan keluarga ini tidak terlaksana, meski pintu rumah sudah beberapa kali diketuk@ nasimin
Selengkapnya...

"Macet" Menjelang Lebaran, Dishub Kab. Cirebon Terjunkan 60 Personil

METRO CIREBON, SUMBER – Mejelang hari raya idhul Fitri 1430 H tahun 2009, tinggal beberapa bulan lagi, nampaknya Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon Jawa Barat, mempersiapkan 60 personil untuk mengantisipasi jalur rawan kemacetan di beberapa titik, hal tersebut dibenarkan oleh Sekretaris Dinas perhubungan Maharudin, SH di sela-sela kesibukannya
Arus mudik Lebaran pada tahun yang lalu, di wilayah Cirebon sebagai sentral (transit) bagi para pemudik yang mengenakan kendaraan roda empat maupun roda dua (mobil dan motor-red), Pasalnya banyak pengendara yang hingga berhenti untuk beristirahat dititik rawan kemacetan, seperti jalur pantura yang mengakibatkan kecelakaan, di beberapa titik khususnya di jalur pantura. terutama di daerah pasar tumpah Celangcang, Gebang, Pasar Sandang Tegal Gubug, Pasar Plered dan pertigaan Kanci, tandas maharudin

Di tambahkan Maharudin, pihak Dishub pada tahun ini, sudah mempersiapan 60 personil untuk menjaga di tiap titik rawan kemacetan menjelang H-10 sampai H+10 Lebaran. Para personil akan bertugas bersama-sama dengan aparat kepolisian dari polres Sumber serta dibantu Anggota Satpol PP Kab. Cirebon, yang tergabung dalam tim Ketupat Lebaran. Sehinggah tidak terjadi kemacetan di jalur pantura, pada tahun ini

Maharudin seraya menambahkan untuk tol Kanci-Pejagan pada Lebaran ini digunakan untuk arus mudik dan balik, maka jumlah petugas akan ditambah menjadi 85 orang. Maka, Dishub pun siap-siap untuk menerjunkan petugas yang akan menjaga tol,”terangnya

Sementara hasil pantauan METRO CIREBON di lapangan masih banyak Jalur pantura yang hingga kini masih diperbaiki, seperti jalur Pantura karang ampel Cirebon, Mundu hingga Losari, terutama rawan kemacetan tersebut dititik pasar tumpah Gebang untuk wilayah Timur Cirebon

Sedangkan menjelang lebaran H+ 10 di perkirakan jalur tersebut macet total dengan adanya perbaikan jembatan yang rusak maupun perbaikan jalur pantura, secara teknis Dishub dalam persiapan untuk menyambut Lebaran pada tahun ini belum dilakukan. Hanya saja, Dishub sudah bisa memperkirakan titik mana yang harus diamankan, termasuk jumlah personil perlu ditambah@ SUKIRNO
Selengkapnya...

RSUD Waled Gandeng Univ Malahayati, Tandatangani MoU

METRO CIREBON, SUMBER – Upaya peningkatan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang pelayanan kesehatan, Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Badan Rumah Sakit Daerah (BRSUD) Waled menjalin kerjasama dengan Univ Malahayati dalam penandatanganan Memori Of Understanding (MoU) dengan Fakultas Kedokteran Universitas Malayahati Bandar Lampung, Rabu, (19/08/2009)
Kerjasama dilakukan dengan membentuk kemitraan antara klinik senior Fakultas Kedokteran Univ Malahayati di BRSUD Waled. Naskah kerjasama yang ditandatangani Direktur BRSUD Waled, dr. J Suwanta dan Rektor Universitas Malahayati Mustofa Usman, M.A, Ph.D, yang disaksikan oleh Bupati Cirebon Drs H Dedi Supardi di Pendopo Kabupaten Cirebon

Acara tersebut berlangsung seusai Bupati melantik sejumlah pejabat Eselon II, III, dan IV di lingkungan BRSUD Arjawinangun dan BRSUD Waled., dalam kesempatan tersebut hadir pula para unsur Muspida, Kepala SOPD, para Camat dan undangan lainnya

Rektor Malahayati Mustofa Usman menyampaikan dalam sambutannya, perasaan bahagianya atas terwujudnya kesepakatan kerjasama ini. Melalui kerjasama ini, pihaknya berkomitmen untuk membangun SDM berkualitas. Apalagi menurut dia, banyak mahasiswa asal Kabupaten Cirebon yang melanjutkan pendidikan perguruan tingginya di Universitas Malahayati. Sehingga, ada sejarah tersendiri untuk bisa menjalin kerjasama dengan Pemkab Cirebon.

“Terus terang, mahasiswa kebanyakan asal Jawa Barat dan Sumatera Selatan. Sedangkan mahasiswa asal lampungnya sendiri hanya 15 persen. Maka jangan heran jika di kampus kami banyak menggunakan bahasa sunda dan Palembang,” ungkap Mustofa.

Butir-butir kesepakatan yang tertuang dalam MoU yang ditandatangi kedua belah pihak itu antara lain, pihak kedua atau pihak Universitas Malahayati bertanggungjawab menyediakan fasilitas di klinik. Kedua belah pihak agar melibatkan Sekolah Menengah Farmasi (SMF) dengan perlengkapan peralatannya.

Sementara, Bupati Cirebon Drs. H. Dedi Supardi, MM mengatakan, kerjasama ini dilakukan untuk kepentingan SDM dan bangsa. Sebelumnya, kata Bupati, BRSUD Arjawinangun telah melakukan kerjasama pro absensi dengan sebuah perguruan tinggi di Jakarta. “Namun kerjasama Malahayu lebih beruntung karena BRSUD merupakan tipe B yang sudah memakai sistem BLUD,” tandas Bupati @ MOCH MANSUR
Selengkapnya...

Terkait Bansos, Kejari Sumber Periksa Beberapa Oknum Anggota DPRD

METRO CIREBON, SUMBER - Bantuan Sosial (Bansos-red) yang bersumber dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2008, bantuan yang diperuntukan bagi Masyarakat Kab.Cirebon nilainya mencapai miliaran rupiah itu di duga disalagunakan oleh beberapa oknum pejabat di Cirebon
Happy Hadi Astuti, SH,CN, Kepala Kejaksaan Negeri Sumber disela-sela kesibukannya seusai mengikuti acara refsepsi malam 17 agustus di Ruang Nyi Mas Gandasari kantor Pemkab Cirebon, mengatakan, “Kami sudah membentuk team untuk melakukan penyelidikan terkait laporan dari Masyarakat, menyangkut Bantuan Sosial yang diduga disalahgunakan oleh beberapa oknum Anggota DPRD Kab. Cirebon

Ditempat terpisah Pieter Sahanaya, Kasi Pidana Kusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Sumber, ketika ditanya beberapa wartawan mengungkapkan, pihaknya belum menerima berkas dari Penyelidikan, namun kami sudah mendengar tentang hal itu, mengenai Bantuan Sosial, kemungkinan dalam waktu dekat kami sudah menerima limpahan berkas dari Penyelidikan ke Penyidikan (lid-red), ungkap Piet

DR (HC) Bambang Arief Wijaksana Direktur Exekutif LSM Control Independent Strategis (CIS) Cabang Cirebon, angkat bicara terkait Bantuan Sosial dari Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, yang jumlahnya hingga mencapai miliaran rupiah itu, diperuntukan bagi Masyarakat Kab. Cirebon, tetapi kami sangat menyayangkan tindakan para penerima bantuan menyalagunakan, sehingga kami meminta kepada pihak Kejaksaan harus serius menanganinya

Disamping itu, bantuan yang diperuntukan bagi Pendidikan, Keagamaan dan lainya itu harus dipertanggung jawabkan, dikarenakan bantuan tersebut yang diperuntukan bagi masyarakat kab. Cirebon, tetapi kenapa bantuan itu disalahgunakan oleh beberapa oknum, tandas bambang

Bambang, seraya menamabahkan kami meminta pihak penegak hukum di Kab. Cirebon agar serius menangani tindakan korupsi, demi tegaknya supremasi hukum apa yang sedang gencar-gencarkan dibicarakian Presiden RI, tutur Bambang Arief @ MOCH MANSUR
Selengkapnya...

Rumah Mertua Saefudin Jaelani Di Cirebon, Mendapat Pengawasan Polisi

METRO CIREBON, SUMBER - Rumah mertua Saefudin Jaelani (SJ) salah satu tersangka kasus peledakan Bom di Mega kuningan Jakarta, yang beralamat di Jl. Perbutulan Kecamatan Sumber Kab. Cirebon Jawa Barat, masih di awasi Polisi, pengawasan tersebut paska setelah Istri SJ, Kholifah Sari pulang ke rumah orangtuanya itu pada Rabu yang lalu

Polisi dalam melaksanakan pengawasan terhadap rumah mertua SJ, diungkapkan Kapolwil Cirebon, Kombes Pol Drs Tugas Aprianto usai mengikuti upacara peringatan detik-detik proklamasi di Lapangan Ranggajati, Sumber, Senin (17/8)

“Menyangkut soal pemantauan, Kapolwil menandaskan, “jelas rumah itu kami pantau terus. Namun mengenai penjelasan secara deatil kami tidak punya kewenangan, karena kami hanya berada di ring tiga,“ ungkap Kombes Tugas

Kapolwil juga nampak enggan berkomentar ketika dikejar pertanyaan oleh para wartawan, mengenai penangkapan Iwan Setiawan (27) warga RT07/01 Desa Cibingbin Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. “Soal itu juga bisa ditanyakan ke Mabes Polri saja yah,” pungkasnya

Sementara, terungkapnya keberadaan rumah mertua salah satu pelaku peledakan Bom di Mega Kuningan yang berada di Kabupaten Cirebon, membuat penghuni rumah tersebut sering didatangi tamu. “Tiap hari selalu tamu yang datang, sebelum mas mas datang ke rumah saya, ada beberapa orang yang datang dan menanyakan hal yang sama,” ujar Juli, adik kandung Kholifah Sari, istri Saefudin Jaelani

Diungkapkannya Juli, kami menyadari betul jika rumah mereka sedang diawasi oleh aparat kepolisian pasca kedatangan kholifah. Namun, dikatakannya anak bungsu dari tujuh bersaudara ini, pihak keluarganya bersikap biasa-biasa saja

“Kakak saya saat ini masih shock (trauma-red) ketika mendengar soal pemberitaan suaminya yang diduga terkait dengan jaringan teroris,”ungkap Juli

Mengenai awal perkenalan hingga terjadinya perkawinan antara kakaknya dengan Saefudin Jaelani, Juli tidak mengetahui pasti karena saat ini dirinya masih kecil. Yang dia ketahui jika keseharian kakak iparnya itu hanya berjualan minyak wangi, minuman rosela, bahkan juga ahli bekam

Disinggung mengenai contak dengan Kholifah, Juli menambahkan, keluarga di Cirebon sudah kehilangan komunikasi sejak tujuh bulan lalu, hal tersebut dikarenakan pihaknya tidak mngetahui persis alamat kakaknya tersebut

Sehingga pihak keluarga sempat menanyakan ke kerumah mertuanya, Jaelani, di Desa Sampora, Kabupaten Kuningan, yang juga mertua dari Ibrohim yang tewas di Temanggung, Jawa Tengah beberapa waktu lalu. “Tapi jawaban yang kami dapatkan sungguh mengecewakan,” pungkasnya tanpa merinci penjelasan yang membuat keluarganya kecewa, tandas Juli @ MOCH MANSUR
Selengkapnya...

Saat di Kritisi “PSB” Guru SMP N I Gunung Jati Merasa Tersinggung

Para Guru yang ada di SMP N I Gunung Jati Kecamatan Gunung Jati Kab.Cirebon Jawa Barat, merasa tersinggung ketika membaca atas pemberitaan PSB di Sekolah tersebut, pasalnya ketika masalah yang sedang gencar-gencarnya di bicarakan oleh kalangan para pejabat Pemkab. Cirebon, maupun LSM, Mahasiswa dan Masyarakat, menyangkut pungutan PSB atas intruksi Bupati harus dikembalikan dalam waktu satu minggu, tandas bupati saat mengumpulkan seluruh Kepala sekolah di ruang Nyi Mas Gandasari belum lama ini

Diungkapkanya Suharto, salah seorang guru SMPN I Gunung jati melalui Telephon Selularnya terhadap Biro MR Cirebon, bahwa pemberitaan yang di muat di Surat Kabar Metro Realita edisi 110 Th.II/5-11 Agustus 2009, minggu lalu, itu atas dasar musyawarah Komite sekolah dan para orang tua siswa, pihak (SMPN I Gunung Jati, hanya mengajukan program terhadap Komite sekolah

Harto menambahkan, memang pihak sekolah merencanakan untuk kebutuhan sekolah seperti, kebutuhan Computer, dikarenakan bantuan Computer dari pihak Pemerintah itu, tidak ada bantuan, dan menyangkut bantuan PSB, itu atas dasar musyawarah sehingga muncul Rp. 500 ribu/siswa, yang Rp. 300 ribu itu juga tidak semua murid untuk membayar, dikarenakan bagi murid yang mampu saja, tandasnya

Tidak Berburuk Sangka

Pihak, SMPN I Gunung Jati, sangat menyesalkan atas pemberitaan yang tidak sesuai dengan koridor ketentuan sekolah (memojokan-red), Sehingga Semua Guru merasa tersinggung sekali atas pemberitaan MR, yang mana, Kami, meminta klarifikasi untuk mencari kebenaran, Pihak Sekolah sendiri mengucapkan terimah kasih atas Control Cocial dari Journalis

Namun, mernyinggung tentang bantuan PSB yang sudah masuk ke pihak sekolah, harto mengungkapkan, bantaun yang masuk ke sekolah itu juga baru 0, sekian persen dan pembayarannya juga dalam waktu satu tahun (diangsur-red), kami mengharapkan pihak Journalis agar melakukan konfirmasi terhadap Komite Sekolah, untuk mencari kebenaran, dikarenakan kenyataan di lapangan tidak sesuai dengan pemberitaan

Sehingga para guru sendiri merasa tersinggung, untungnya ketersinggungan para Guru yang ada di SMPN I Gunung jati sudah diredah Kepala sekolah, sehingga kami tidak mengharapkan ada hal-hal yang tidak menguntungkan bagi bagi Journalis maupun pihak kami, SMPN I Gunung Jati, Tandas Harto

Beberapa Orang tua siswa, mengatakan kepada MR, bahwa dirinya merasa kaget ketika mendengar berita untuk biaya PSB di Sekolah itu Gratis, bahkan Kami semua akan menagih terhadap Sekolah, kalau berita itu benar, kami semua memang merasa keberatan dengan biaya yang sangat tinggi, apalagi kami semua dikatagorikan orang tidak mampu yang hanya berjualan di pasar, untuk menghidupi keluara kami semua, tandasnya @ MOCH. MANSUR



Selengkapnya...

Usut Tuntas Kasus Korupsi, Mahasiwa Adakan Demo, Kantor Kejari Dilempari Telur Busuk

METRO CIREBON, SUMBER Puluhan Mahasiswa yang tergabung di dalam BASIS, mengadakan aksi demontrasi terhadap Kejaksaan Sumber, pasalnya Kejaksaan dalam menangani kasus tersebut tebang pilih, yang mana para aski menuntur terhadap Kejaksaan negeri Sumber untuk mengusut tuntas kasus tersebut

Para Aksi yang tergabung dalam BASIS sebelumnya, berkumpul di kampus universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati-red) Kota Cirebon, dan melanjutkan perjalanannya ke kantor Kejaksaaan Negeri Sumber, sekitar pukul 11.00 WIB, setiba di lokasi para aksi demo tanpa pengawalan ketat dari Sat Pol PP dan anggota Dalmas Polres Cirebon

Setiba di kantor Kejaksaan, aksi demo tidak diperkenankan masuk ke kantor, dan hanya di depan pintu gerbang kantor kejaksaan, sehingga para aksi tersebut melempari kantor dengan mengenakan telur busuk yang mengarah ke Plang Nama Kejaksaan

Ketika Para aksi yang ingin bertemu dengan Kepala kejaksaan Negeri Sumber Happy Hadi Astuti, SH, napaknya para aksi tidak bisa menemuinya dan hanya ada beberapa staf kejaksaan yang berdiri di depan pintu gerbang kejaksaan

Menyangkut Kasus Grafitasi di Dinas Perhubungan Kab. Cirebon Jawa Barat, yang kini sedang di mejahijaukan, tentang perekrutan Tenaga Kerja Sukarela (TKS) untuk memenuhi kebutuhan personil dilapangan. Perekrutan TKS dilakukan dalam 3 jalur yaitu jalur prestasi, titipan, dan jalur umum, adapun jumlah TKS yang direkrut DISHUB mencapai 88 orang

Dengan rinciannya 8 orang dari jalur prestasi, 24 orang dari jalur titipan dan 56 orang daru jalur umum. Akan tetapi dalam perjalanan perekrutan tenaga kerja sukarelawan kepala Dinas Perhubungan tahun 2007/2008 didakwa telah menerima uang dari para TKS, untuk jalur umum sebanyak 25 orang

Dalam perjalanan kasus suap (gratifikasi) tersebut, atas dasar surat dakwah Kejaksaan Negeri Sumber Nomor rreg.perkara : PDS – 01/sumber/06/2009 mantan Kepala Dinas Perhubungan Tahun 2007/2008 tersebut telah di seret ke pengadilan negeri sumber dan telah mengalami beberapa kali persidangan, Terlebih dipertegas dalam pemeriksaan kajaksaan Negeri Sumber mantan Kadishub telah mengaku menerima uang dari tanaga kerja sukarelawan di Dinas yang pernah dia pimpin

Akan tetapi belakangan kasus tersebut semakin kabur dan terkesan Tebang Pilihini bisa di lihat dari Surat Dakwaan Kajaksaan Negeri Sumber tertanggal 30 juni 2009 bahwa dalam dakwaan Kejaksaan Negeri Sumber hanya menyebutkan satu nama saja yang menjadi terdakwa terkait persoalan gratifikasi tersebut, ini membuktikan Kejaksaan Negeri Sumber setengah hati untuk mengungkap kasus suap yang terjadi pada instansi tersebut. Hal ini bisa dilihat dalam aturan hukum kita pada KUHP pada Bab V pasal 55” dipidana sebagai pelaku pidana apabila (1). Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan perbuatan

Dan terlebih ada pengakuan daru perantara itu sendiri, mengutip di media cetak Radar Cirebon Tertanggal 28 juli 2009 hari selasa dalam persidangan lanjutan kasus gratifikasi” kami menyerahkan uang tanda terima kasih kepada pak Kadishub “. Pernyataan ini bisa dijadikan bukti otentik untuk kajaksaan bisa menetapkan Perantara ( Ralim, Eddy Suzendy SH. Moch.Kusnadi, Lala Suryana sebagaimana dalam Surat Dakwaan Kejaksaan Negeri Sumber ) sebagai Tersangka dan diseret ke kursi pesakitan seperti penerimanya. Bukan lagi menunggu proses persidangan Mantan Kadishub selesai bila kajaksaan benar – benar serius

Kejaksaan bisa berpegang pada aturan hukum yang berlaku bila benar – benar melaksanakan tugas pokok dan fungsi lembaga penyidikan, dalam UU Tipikor No 20 tahun 2001 pada pasal 11 menyebutkan Dipidana Apabila pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji padahal di ketahui atau patut di duga, bahwa janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya, atau yang menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungannya dengan jabatannya

Atas dasar dan uraian diatas kami yang tergabung dalam Barisan Aksi Solidaritas Mahasiswa Untuk Demokrasi (BASIS) dalam peran serta masyarakat dalam penyelenggara negara yang bersih dan bebas dari korupsi ,kolusi dan nepotisme menyatakan mendesak pihak kajaksaan Negeri Sumber Untuk, Adili perantara, pemberi, dan penerima Indikasi Suap (Gratifikasi) yang terjadi di Kab. Cirebon Usut Tuntas Indikasi Suap pada instasi – instasi lain di Kabupaten @ MOCH. MANSUR
Selengkapnya...

Peringatan Hari Remaja Diisi Sosialisasi Pencegahan AIDS

METRO CIREBON, KOTA - Dalam rangka memperingati hari Remaja Se Dunia 12 Agustus 2009 kemarin, sekelompok remaja yang tergabung dalam Mitra Citra Remaja (MCR) Kota Cirebon melakukan kegiatan sosialisasi pencegahan HIV/AIDS. Mereka membagi-bagikan selebaran leaflet dengan sekuntum bunga mawar kepada setiap pengendara yang berhenti di lampu merah jalan Cipto Mangunkusumo Kota Cirebon
Berdasarkan catatan MCR – PKBI Jabar, sebagaimana dalam selebaran yang dibagi-bagikan tersebut, menguak beberapa fakta dilapangan. Disebutkan bahwa kurang lebih 500 orang di Kota dan Kabupaten Cirebon telah terpapar virus HIV, dimana 70 persen diantaranya berusia remaja

Untuk itulah MCR menyerukan saatnya buka mata terhadap realita sosial kemasyarakatan yang ada, peran serta seluruh komponen masyarakat untuk mewujudkan remaja sehat dan bertanggungjawab menjadi sebuah keniscayaan. Saatnya remaja bangkit, masa depan ada ditanganmu. Jangan biarkan mati sia-sia, jadilah hidup lebih bermakna untuk kita semua, serunya

MCR juga mencatat, setidaknya, ada 900 ribu perempuan yang sebagian besar adalah kelompok usia muda, melakukan aborsi tidak aman yang bisa berakibat pada kematian. Setiap tahunnya, terdapat sekitar 2,3 juta kasus aborsi di Indonesia, 20 persen diantaranya adalah aborsi yang dilakukan oleh remaja@ NASIMIN

Selengkapnya...

Cirebon Harus Bebas Narkoba

METRO CIREBON, SUMBER – Peringatan Hari Narkotika Internasional, Polres Cirebon komitmnen bahwa di Kabupaten Cirebon harus bebas narkoba. Pernyataan itu disampaikan Wakapolres Cirebon Kompol Diki Budiman SIK saat memperingati Hari Narkotika Internasional di GOR Ranggajati Sumber, baru-baru ini
Selain itu Polres Cirebon juga mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersama mewujudkan Kabupaten Cirebon bebas narkoba dengan cara terus memerangi narkoba dan menghentikan jaringan atau peredaran narkoba di Kabupaten Cirebon.

Polres Cirebon juga memaparkan tiga langkah memerangi narkoba yakni, pertama langkah dan tindakan prefentif, dengan terus melakukan pembinaan dan razia pada siswa sekolah-sekolah, karena ternyata dari kasus narkoba yang terungkap sebagian tersangkanya adalah siswa dan mahasiswa.

Langkah kedua, Polres Cirebon mengambil langkah dan tindakan prefentif secara rutin kepada masyarakat. “Setiap ada kesempatan kita selalu memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba kepada masyarakat, anak muda dan pelajar.

Langkah terakhir, upaya memerangi narkoba adalah dengan tindakan. “Kita terus melakukan pengungkapan terhadap Bandar, pengedar dan pemakai narkoba”. Pihaknya terus mengungkap kasus narkoba di Kabupaten Cirebon. Untuk tahun 2009 sejak Januari 2009 hingga Juli 2009 telah mengungkap 25 kasus narkoba dengan tersangka 43 orang, sebagian siswa dan mahasiswa. Dalam acara itu hadir pula Bupati Cirebon Drs. H. Dedi Supardi, MM, Wakil Bupati Ason Sukasa, Dandim 0620 Sumber Letkol ARH Toto Nugroho, Ketua KNPI Diding Karyadi, serta unsure Muspida Kabupaten Cirebon@ SUKIRNO.



Selengkapnya...

Bupati Cirebon Buka MTQ, Hadirkan Qo'riah Internasional

MUSHABAQOH TILAWATIL QUR’AN (MTQ) XXXVIII tingkat Kabupaten Cirebon yang mengambil tempat di masjid Besar Weru Kecamatan weru kabupaten Cirebon Jawa Barat, pada Senin (10/8), acara pembukaan tersebut sekitar pukul 13.00. dan berakhir sampai tanggal 14 Agustus 2009

Pelaksanaan MTQ dimulai dari kegiatan pawai ta’aruf yang mengambil star di lapangan bola Megu Cilik sampai ke Masjid Besar Weru yang berjarak sekitar 1 KM. Pawai tersebut yang diikuti seluruh kontingen (Kafilah-red) tingkat kabupaten dari 40 kecamatan yang ada di kab. Cirebon

Kafilah, menunjukan berbagai kreasi. Untuk menyambut pembukaan MTQ tersebut yang rencananya akan dilaksanakan pada pukul 19.00 dan dibuka langsung oleh Bupati Cirebon Drs H Dedi Supardi MM, sebagai Penanggungjawab penuh pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Cirebon, dan akan dihadiri Muspida, Kepala Dinas dan seluruh Camat

Dikatakannya Yuswendi camat Weru dalam pelaksanaan kegiatan MTQ tingkat Kab. Cirebon, pihaknya sudah sesuai dengan kemampuan kita, dikarenakan tempat untuk pelaksanaan adalah di Daerah kami, sehingga untuk pelaksanaan hamper 100 persen, sudah dipersiapkan, tuturnya

Yuswendi seraya menambahkan, Selama kegiatan berlangsung, seluruh panitia harus bekerja keras demi mensukseskan MTQ tringkat kabupaten, yang mana dalama persiapan MTQ di wilayah kami, Kami sudah merencanakan persiapan hampir 2 bulan, baik penginepan dan peristirahatan bagi Kafilah yang terbagi di beberapa Desa seperti, Desa Weru Lor, Weru Kidul, Setu Kulon, Megu Cilik dan Megu Gede

Acara tersebut, kami me4nghadirkan Qori’ah tingat dunia seperti H. Mu’amar ZA, dan ada pula Kiyai Kondang Ust Law Feung Kun Artis KDI, seperti Adi, dan dimeriakan pula oaleh arrtis kondang yang menjadi Ustazah Asti Ivo, tandas yusndi@ MOCH MANSUR
Selengkapnya...

Menyambut MTQ Tingkat Kab. Cirebon, Kafilah lakukan Pawai Ta'aruf

METRO CIREBON, SUMBER – Untuk menyambut pelaksanaan MTQ ke XXXVIII, di masjid Besar Weru Kecamatan weru Kab. Cirebon Jawa Barat, Kafilah dari berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Cirebon ini menurunkan kafilah-kafilah yanag sangat handal (terbaiknya-red), Senin (10/08/2009)


Pawai taaruf, yang mengambil tempat dari Desa Megu, hingga menuju ke masjid besar Weru. Berbagai kafilah tiap kecamatan terlihat mengikuti pawai tersebut, nampak terlihat juga grup marching band sangat antusias memeriakan pawai ta’aruf di tambah Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) juga turut serta dalam pawai

Sangat nampak sekali dalama pelaksanaan pawai Taaruf yang diikuti seluruh kontingen dari 40 kecamatan yang memeriakan waraga masyarakat sekitarnya, Selama perjalanan pawai, Masing-masing kafilah menunjukkan berbagai atraksi dimulai dari yang membawa acrobat, sisawa-siswi TPA yang mengenakan seragam lengakap, turut memeriakan jalannaya akegiatan Pawai taaruf@ NASIMIN
Selengkapnya...

Alamat pemilik Pick Up di Jatiasih fiktif

METRO CIREBON, KOTA - Mobil pick up Jetstar Nopol E 8640 AJ yang ditemukan perumahan Jatiasih Bekasi beberapa waktu lalu yang disebut-sebut bernama Sigit Banjar, ternyata hanya nampang KTP saja, Sigit Banjar alias fiktif itu. Yang pasti nama pemilik mobil tersebut tidak pernah tinggal di Jati asih Bekasi Jawa Barat

Sebagaimana informasi yang berkembang, sebuah mobil pick up berwarna merah nopol E 8640 AJ ditemukan di rumah yang digrebek Tim Densus 88 anti teror di Jatiasih,Bekasi. Mobil tersebut belakangan ternyata atas nama Sigit Banjar yang beralamat di RT 03 RW 01 Pulasaren Timur, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Pekalipan Kota Cirebon

Namun, dari hasil penelusuran yang dilakukan METRO CIREBON di lapangan, hampir semua warga RT 03 RW 01 Pulasaren Timur, tidak mengenal sosok Sigit Banjar. “Kalau alamatnya di Cirebon, tapi kami tidak kenal nama Sigit Banjar itu.,”ungkap Kusnadi, ketua RT 04 yang berdekatan rumahnya dengan ketua RT 03 RW 01 kepada sejumlah wartawan, Senin (10/8)

Kusnadi, mengatakan sebelumnya memang ada warga yang bernama Sagit Hartono, warga keturunan. Tapi itu sudah lama sekali, Bahkan Sagit Hartono itu disebutkan sudah lama pindah ke daerah Bekasi tahun 1990 an

Terkait dengan munculnya nama Sigit Banjar, menurut mantan ketua RW 01, Sukim Susanto, bisa terjadi karena mudahnya dalam pembuatan KTP,“Dulu kan tidak ada yang namanya computer, bikin KTP cukup diketik pakai mesin tik saja,”tandasnya

Sukim Seraya menambahkan, daerahnya memang dijadikan alternatif pembuatan KTP terutama bagi mereka yang akan membeli mobil ke Tiga Berlian, pasalnya pengurus RW kala itu, Ondang Hidayat, juga karyawan di perusahaan itu. “Karenanya jika orang yang mau beli mobil selalu meminjam alamat disini (pulasaren timur-red), sehingga pembelian mobil akan lancar,” katanya

Bahkan lanjut Sukim, daerahnya (pulasaren timur) sampai saat ini sering didatangi orang yang ingin memperpanjang STNK,“Padahal kami tidak tau siapa orangnya,”pungkas Sukim@ MOCH MANSUR
Selengkapnya...

Warga Cibukamanah, Meninggal Pasca Operasi Kanker

METRO CIREBON, PURWAKARTA - Wasni (35 ) Warga Kampung Citamiang Rt.11/04 Desa Cibukamanah Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakatra Jawa Barat, menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 12.30 WIB, Senin (10/08)
Dirumah kediaman orang tuanya, almarhum meninggal setelah dua kali mengalami
operasi tumor ganas dipundak sebelah kanan, namun hingga ajal menjemput
tumor masih terdapat dipundaknya

informasi yang dihimpun METRO CIREBON sekitar lokasi tempat almarhum meninggal, menyebutkan.wasni sebagai isteri muda dikaruniai dua orang anak,satu dari suami pertama dan satu lagi dari suami kedua. Derita tumor ganas yang menimpanya, tidak menyurutkan niatnya untuk mengobati penyakit

Segala sesuatu yang diperlukan ia jalani sendiri, tanpa melibatkan suami.salah satu hal yang mengherankan, almarhum meninggal, setelah dua bulan sakit pasca operasi dan isteri pertama mendatangi wasni. Rumor yang beredar bahwa wasni diguna-guna oleh isteri pertama (tua-red), terlepas benar tidaknya isu tersebut.kini sebagai bahan gunjingan warga setempat namun wasni telah tiada, menghadap sang pencipta @ TOMI CASMITA
Selengkapnya...

Kepala Dinas dan Camat Mendapat "Semprotan" Dari Bupati Cirebon

METRO CIREBON, SUMBER - H. Dedi Supardi, Bupati Cirebon Jawa Barat, marah besar dan mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada seluruh Camat dan sejumlah Kepala Kepala Dinas, mereka yang terancam sanksi itu karena tidak mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan HUT RI Ke 64, Pasalnya Seluruh Camat dan Kepala dinas tidak mengikuti acara HUT RI di kabupaten Cirebon

Mereka yang tidak hadir itu berarti, tidak menghargai para pahlawan kita yang memerdekakan Bangsa ini. Terutama yang di hadiri dan di buka langsung oleh Bupati. Seperti yang terlihat di acara sepeda santai,minggu (9/8)

Start dari Gor Rangga Jati Sumber, Camat yang mengikuti kegiatan itu hanya 17 orang dari 42 Camat, sedangkan Kepala Dinas hanya 7 orang, Acara tersebut dibuka dan di pimpin langsung oleh Bupati dengan berkeliling sepeda sekitar 6 Km disekitar daerah sumber bahkan memasuk dan melewati wilayah kuningan

Start – Finish di Stadion Rangga Jati Sumber mulai pulul 07.30Wib hingga pukul 09.00Wib. ”saya kecewa atas sikap Camat dan kepala dinas mereka seharusnya mengikuti rangkaian acara kegiatan HUT RI Ke 64 yang di jadwalkan panitia, Ungkap dedi, ”Ketika disinggung apakah ada sanksi bagi, Camat dan Kepala Dinas yang tidak hadir

Dedi Seraya menambahkan, Kami akan meninjau daftar hadir pejabat dalam tiap rangkaian HUT RI termasuk saat Sholat Tarawih keliling mendatang. ”Nanti kita cek kembali seluruh kegiatan, siapa yang paling banyak tidak hadir tentunya ada sanksi

Sekda Nuryaman Noviyanto pun kesal atas sikap Camat dan Kepala Dinas yang tidak hadir,Besok mereka akan saya panggil,jadwal sudah di berikan panitia tidak mungkin kalau tidak tahu, tidak ada pemberitahuan kepada saya atas ketidak hadiran para camat dan Kepala Dinas@ Nasimin
Selengkapnya...

Petinju Kab. Cirebon, Gondol 9 Medali, Kualifikasi Porda Jabar

METRO CIREBON, SUMBER - Bupati Cirebon Drs, H, Dedi Supardi, MM menargetkan dalam babak kualifikasi tinju Pekan Olahraga Daerah (Porda) ke XI/2010 di kabupaten Cirebon, untuk meraih juara umum, akhirnya kesampaian.Dalam partai final belum lama ini yang diselenggarakan di GOR Ranggajati Sumber, meraih 9 medali dengan klarifikasi 4 emas, 3 perak dan 2 perunggu

Dedi Supardi, dalam sambutannya, menyampaikan terhadap Deni Agustin SE, selaku pemerintah daerah kabupaten cirebon dirinya sangat berterima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya acara even tersebut.”Alhamdulillah semua tanpa hambatan,dengan adanya kesempatan Kabupaten Cirebon jadi tuan rumah saya bangga.Apalagi Kabupaten Cirebon menjadi juara umum,”ujarnya”

Sementara itu,ketua umum Pertina Kabupaten Cirebon, Hengky, merasa puas anak-anak binaanya Maman S meraih juara umum.”Sebagai pengurus yang baru di bentuk,hasil ini patut kit syukuri. Semoga tetep menjadi tauladan bagi pembelajaran dari kekurangan–kekurangan yang sekarang sudah kami lakukan, tandasnya

Dengan kesuksesan menggelar babak kualifikasi Porda XI/2010, Kab. Cirebon menurut rencana akan menjadi tuan rumah kejurnas tinju. Kab.Cirebon sungguh luar biasa, banyak petinju yang akan bikin kejutan. Kami, akan mengajukan ke Pemerintah Kab. Cirebon sebagai tuan rumah Tinju tingkat Nasional, ”ungkap Hengky

Untuk prestasi Kab. Cirebon semakin lengkap dengan diraihnya gelar petinju terbaik seperti Reiverson di kelas 60 kg putera.Acara penutupan dihadiri jajaran pengurus Pengda Pertina (Persatuan Tinju Amatir Indonesia),pengurus Pertina Kabupaten Cirebon, pengurus KONI Kabupaten Cirebon serta anggota dewan Kabupaten Cirebon@ NASIMIN
Selengkapnya...

Abaikan PP 40 tahun 2007, SMPN 1 Ciasem Pungut DSP

METRO CIREBON, SUBANG - Pemerintah Pusat yang kini gencar-gencarnya mengiklankan program pendidikan baik melaui media masa maupun media elektronik tentang program pendidikan gratis mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) ternyata hanya wacana belaka, pasalnya, di Kab. Subang Jawa Barat, nampaknya tidak memperhatikan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 tahun 2007



Pemerintah Pusat sendiri yang telah menganggarkan Biaya Bantuan Sekolah (BOS), tetapi di Subang nampaknya dijadikan ajang bisnis bagi sekolah yang mengatasnamakan bantuan untuk sekolah, seperti pembangunan kebutuhan sarana sekolah, sehingga melalui Komite sekolah yang seolah-olah mengadakan mustawarah kepada orang tua siswa yang mau mensekolahkan anaknya di tingkat SD maupun SMP, sehingga di sekolah memungut biaya berupa Dana Sumbangan Pendidikan (DSP)

Padahal sudah jelas bantuan bagi siswa tertuang didalam Anggaran pendapatan Belanja Negara (APBN) melaui Biaya Operasional Sekolah (BOS), untuk tahun ajaran 2009-2010 masih saja ada sekolah yang memungut Dana Sumbangan pendidikan (DSP) atas dasar musyawarah yang dilakukan Komite Sekolah dengan orang tua siswa seenaknya melakukan pungutan terhadap siswa baru sehingga akhirnya berujung pada biaya yang besar dengan dalih untuk pembangunan sekolah

Namun, seperti terjadi di Sekolah Menengah Pertama negeri 1 (SMPN 1) Ciasem Kabupaten Subang Jawa Barat, pihak sekolah mengundang orang tua siswa dalam rangka silaturahmi siswa serta untuk memusyawarahkan perihal dana yang akan dibebankan kepada orang tua siswa dengan nomor 42.1/-SMP/sis/2009, tertanggal 15 juli 2009 yang ditanda tangani oleh kepala SMPN 1 Ciasem dan ketua Dewan Sekolah

Pihak sekolah memungut uang Rp 500 ribu/siswa baru sedangkan jumlah siswa baru yang tertera dipapan tulis sebanyak 368 siswa jika diakumulasikan sebesar Rp 184 juta dan bila dikurangi siswa dari keluarga yang kurang mampu 60 siswa diakumulasikan Rp 30 juta, sehingga terkumpul sebesar Rp.184 juta dikurangi Rp.30, Rp 154 000.000

Biaya tersebut dengan dalih akan di gunakan untuk rehabilitasi ruang kelas sebanyak 4 ruangan selain itu pihak sekolah dengan mengatas namakan koperasi Sekolah diperuntukan bagi perlengkapan siswa (asuransi,kaos olah raga,baju batik topi,logo lokasi OSIS,Sabuk,dasi, dan LKS 15 Eksemplar)seharga Rp 277.000 x 368.000=101936.000

Kepala Sekolah SMPN 1 Ciasem H.Entang Tajudin S.Pd, ketika dikompirmasi METRO CIREBON, selalu tidak ada didalam ruangan dan terkesan selalu menghindar dari kejaran para wartawan. Di tempat terpisah Asep Sumarna Toha ketua LSM Forum Masyarakat Peduli Rakyat (FMPR) Subang, mengungkapkan, “bagi sekolah yang melakukan pungutan DSP walaupun atas dasar musyawarah namun waktu dan nominalnya ditentukan oleh pihak komite ini sudah melanggar peraturan pemerintah Nomor 48 tahun 2007, maka kami bisa katakana bahwa DSP yang dilakukan pihak Sekolah ini namanya pungli, yang memberatkan orangtua siswa harus dikembalikan

Ditambahkannya, Asep yang akrab dipanggil Asep Batman perlu adanya ketegasan dari penegak hukum dan ketegasan dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, Jika masih ada sekolah yang masih melakukan pungutan DSP terhadap siswa baru, maka ini sangat terbukti, kami menghendaki agar para kepala sekolah segera dicopot dari jabatanya, ungkap Asep @ HIDAYAT Selengkapnya...

Perputaran uang bisnis esek-esek Cirebon capai Rp 5 miliar perbulan

METRO CIREBON, SUMBER - Terhimpit persoalan ekonomi, ribuan wanita di Cirebon terjun menjadi Wanita Pekerja Seks Komersial (WPSK). Seiring dengan meningkatnya jumlah wanita penjajah seks tersebut, tak heran jika perputaran uang dari bisnis ini dalam satu bulannya mencapai Rp 5 miliar lebih


Hal itu terungkap berdasar hasil penelitian sebuah LSM Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Cirebon yang begitu konsen memberikan pendampingan terhadap para WPSK dalam kaitannya pencegahan terhadap penularan virus HIV/AIDS

Salah seorang pengurus KPA Cirebon Farikhin, mengungkapkan, besaran perputaran uang itu berdasar dari jumlah WPS yang saat ini berjumlah sebanyak 2085 orang, dengan asumsi dalam satu malam seorang WPS melayani 2 orang tamu dengan tarif Rp 30 ribu perkencan. Maka dalam satu bulan (30 hari), si WPS bisa menghasilan Rp 1,8 juta

“Jika pendapatan per WPS dikalikan dengan jumlah WPS yang saat ini berjumlah 2.085, maka dalam satu bulan perputaran uangnya mencapai Rp 5,04 miliar,” kata Farikhin seraya menambahkan, itu baru dari WPS yang terdata, belum termasuk WPS freelance. Artinya jumlahnya akan semakin besar lagi

Disisi lain, lanjutnya, seiring dengan menjamurnya aktifitas perempuan pencari rupiah dengan menggunakan tubuhnya itu, jelas berdampak terhadap meningkatnya jumlah penderita virus HIV/AIDS. “Tiap tahun jumlah penderita HIV/AIDS naik 100 persen,”Kata Farikhin

Data terakhir menunjukan jumlah penderita HIV/AIDS dalam dua tahun terakhir, meningkat 100 persen per tahun. Di Kota Cirebon, pada 2007, jumlah penderitanya 77 orang, jumlah itu naik tajam pada Juni 2009 menjadi 387 orang, bahkan 30 orang diantaranya meninggal dunia

Sedangkan di Kabupaten Cirebon, dua tahun lalu penderita HIV/AIDS sebanyak 130 orang, tapi pasda semester 1 tahun 2009 angkanya sudah berubah menjadi 492 orang@ MOCH. MANSUR
Selengkapnya...

Bupati Cirebon Canangkan PHBS

LEMAHTAMBA – Pencananagan bulan bhakti gotong royong dan masyarakat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Kabupaten Cirebon, digelar bertempat di Desa Lemahtamba Kecamatan Panguragan Kabupaten Cirebon, Kamis (6/8). Pencanangan ditandai dengan menabuh gong oleh Bupati Cirebon Drs. H. Dedi Supardi, MM.



Dalam kesempatan itu, Bupati Dedi yang didampingi isterinya Hj. Sri Heviana yang juga Ketua PKK Kabupaten Cirebon, memberikan contoh kepada masyarakat dengan mengawali membersihkan sampah yang berserakan dipinggir jalan, serta menaburkan bubuk abate untuk bak mandi.

“Perilaku hidup bersih dan sehat harus diterapkan masyarakat Kabupaten Cirebon. Tidak hanya di Desa Lemahtamba, tapi seluruh desa. Saya sudah intruksikan seluruh kepala desa, camat dan dinas tehnis terkait untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat,” kata Bupati.
Selengkapnya...

Kab Cirebon Loloskan Tiga Petinju

METRO CIREBON, SUMBER – Pekan Olah Raga Daerah (Porda) XI/2010 Kabupaten Cirebon Jawa Barat meloloskan tiga petinju, dalam putaran pertama pada bulan April 2009 yang dilaksanakan di Bogor, Petinju Kab. Cirebon juga meloloskan 3 petinjunya, dalam babak kualifikasi Porda yang dilaksanakan di GOR Ranggajati Kab. Cirebon, tanggal 4 Agustus 2009 lalu.



Petinju Kab. Cirebon yang lolos Kualifikasi adalah Maya Yulianingsi terjun di kelas 44 kg, yang bertanding dengan Mawar Magdalena kontingen dari Kabupaten Bandung Barat, Maya akhirnya mengalahkan petinju dari bandung dengan skjor 8-6. Di kelas 60 Kg putra, Reiversion yang diterjunkan menang atas Andi S dari Kabupaten Sukabumi.Satu petinju yang dipastikan lolos adalah Fathoni yang mempu mengalahkan Marta Adi dari Bogor 7-0.

Menurut pelatih kontingen Pertina Kabupaten Cirebon, Maman Sulaema, target meraih juara umum di babak kualifikasi Porda XI/2010 putaran kedua semakin terlihat. “Kami yakin bisa meloloskan 10 petinju di babak utama PordaXI/2010 di kota/kabupaten Bandung nanti. Tiga petinju lainya yang meraih tiket lolos di babak kualifikasi Porda XI/2010 putaran pertama adalah Andrianto di kelas 64 kg putra , dan Ramadhani di kelas 54 kg putra , “ paparnya.

Namun di kelas 48 kg putri, petinju Kabupaten Cirebon, Neneng harus tersingkir usai dikalahkan petinju Kabupaten Indramayu, Melinda dengan skor mutlak. Dalam kesempatan tersebut, Ketua III KONI Jawa Barat, Prof Dr Amung Makmun SPD Mpd melakukan kunjungan ke GOR Ranggajati Sumber untuk melihat langsung jalannya babak kualifikasi Porda XI/2010 cabang olahraga tinju putaran kedua.
Selengkapnya...