AP3K Tolak Pembangunan Pasar Pabuaran Tahun 2010

SUMBER, MC – Ratusan massa yang mengatasnamakan Asosiasi Pedagang Pasar Pabuaran Kidul (AP3K) Kecamatan Pabuaran Kabupaten Cirebon, mendatangi gedung DPRD setempat untuk menyampaikan tuntutan penolakan rencana pembangunan renovasi pasar Pabuaran tahun 2010. Komisi B menerima kedatangan mereka dan mengajak perwakilan massa untuk berdialog di dalam ruangan.



Hadir dalam pertemuan dialog dengan itu Kuwu Pabuaran Kidul Nurudin, Ketua BPD, dan Camat Pabuaran Drs. Munangwar, Danramil dan Kapolsek Pabuaran. Hadir juga Kepala Disperindag Kabupaten Cirebon Drs Haki. Sementara dari pihak AP3K hadir ketuanya Asep Barsyah, pengurus LPMD, dan puluhan pedagang pasar pabuaran. Intinya, para pedagang tidak menyetujui pembangunan pasar desa pabuaran kidul tahun 2010.

Adapun alasan penolakan pembangunan pasar oleh AP3K karena, kios yang ditempati pedagang masih dalam status kontrak. Kontrak tersebut terhitung mulai ditandatangani tanggal 1 Januari 1992 sampai dengan 31 Desember 2012. Selain itu, mereka menolak lantaran belum lama tertimpa oleh musibah kebakaran dan penjarahan pada 16 Mei 2008 silam. Alasan lain, kontruksi bangunan yang bertingkat dan harga yang terlalu mahal dan tidak dimusyawarahkan dulu.

Pengurus AP3K mengungkapkan dan menyampaikan bukti-bukti salinan fotocopy surat perjanjian kontrak kios pasar pabuaran kidul yang ditandatangi Kuwu Pabuaran Kidul saat itu, Tjaskam, tertanggal 1 Januari 1992. Pengurus AP3K juga menyampaikan 4 lembar sample bukti kopian surat pernyataan penolakan dari para pedagang. Sample kopian surat pernyataan tersebut dibuat berdasarkan angket yang dilakukan pengurus AP3K.

Beberapa alasan pedagang yang dikutip dalam surat-surat pernyataan tersebut antara lain karena status kontrak bangunan masih berjalan 3 tahun lagi (Sampai dengan tahun 2012), juga karena harga yang terlalu mahal, serta bangunan yang terlalu megah menurut mereka tidak sesuai untuk pasar desa. Terjadi kerancuan kata / kalimat dalam pengalihan pemindahan nama, titik mangsa tanggal, bulan dan tahun dengan masa jabatan masa Kuwu sekarang.

Data yang didapat Pelita diketahui, terdapat keanehan pada surat izin pemakaian kios yang dibuat dan ditandatangani Kuwu Nurudin. Pasalnya, tanggal dan tahun yang tercatat pada surat itu adalah 01 Januari 1992. Diketahui juga hingga kini pemerintah desa dan BPD belum mengeluarkan Perdes, yang mengatur pengelolaan kontrak bangunan pasar dan pengaturan tehnis lain-lainnya. AP3K juga mempertanyakan SK Kuwu tentang pembentukan panitia pembangunan pasar.

Kuwu Nurudin menanggapi pernyataan pengurus AP3K terkait Perdes, mengakuinya bahwa masalah Perdes kini tengah tahap penggodokan. Alasan Kuwu, ada satu klausul terkait masalah retribusi pasar yang mesti direvisi. (Kirno)
Selengkapnya...

Diminta Cabut Izin. Nelayan Adakan Demo PLTU

METRO CIREBON, SUMBER - Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kabupaten Cirebon kembali didemo warga, bahkan mereka meminta agar pemerintah mencabut izin proyek dengan nilai investasi mencapi Rp 7 triliun tersebut, Rabu (29/7)



Aksi ratusan warga Desa Kanci Kecamtan Astanajapura yang tergabung dalam Rakyat Penyelamat Lingkungan (RAPEL) itu berlangsung sejak pukul 09.30 wib, tepat di depan gerbang masuk proyek. Aksi yang juga melibatkan anak-anak itupun mendapat pengamanan ketat dari Dalmas Polres Cirebon
Selain mengutarakan tentang kerugian sejumlah usaha laut yang diaklibatkan aktifitas pembanguan PLTU, massa juga mensinyalir keterlibatan oknum pejabat terkait dengan dikeluarkan sertifikan lahan seluas 4 hektar yang nota bene masih berupa laut (belum berbentuk daratan, red)

Aan Setiawan, selaku koordinator lapangan menjelaskan, PT CEP selaku main contractor PLTU saat ini gencar melakukan aktifitas termasuk membuat dermaga di pinggir laut. Akibat aktifitas kapal-kapal keruk itu, usaha nelayan pencari udang rebon, bukur, ecol, ukon, embet menjadi mati

“Para nelayan tidak lagi mendapatkan hasil yang layak akibat terganggu oleh kapal-kapal keruk itu, dan ini merupakan pembuktian bahwa pembangunan PLTU ini berdampak buruk terhadap perekonomian warga,” kata Aan seraya menambahkan, dari 360 unit rumpon yang ada, kini hanya tinggal 50 rumpion saja yang masih bertahan

Pantauan yang dilakukan di lapangan, para nelayan ini berkerumun di depan pintu masuk di lokasi proyek PLTU yang nantinya akan menghasilkan listrik berkapasita 660 mega watt (MW). Bahkan tak jarang ada nelayan yang duduk dan berbaring agar kendaraan dan pekerja proyek tidak bisa keluar. Sedangkan sebagian anak-anak sambil menutup mulut menggunakan lakban nampak membentangkan spanduk yang berisi tentang penolakan PLTU

Karena tidak mendapatkan tanggapan dari pihak PLTU massa akhirnya membubarkan diri dan berjanji akan melakukan aksi serupa dengan mendatangkan massa yang lebih banyak @ NASIMIN
Selengkapnya...

Lima Murid SDN III Kramat Luka-Luka, Tertimpah Flapon Atap

METRO CIREBON, KOTA – Sekolah Dasar Negeri (SDN) III Kramat Kota Cirebon diguncang masalah, akibat bangunan yang dikerjakan oleh rekanan tidak sesuai dengan standar bestek, sehingga Lima murid menderita luka-luka setelah tertimpa plafon di ruang kelasnya, ketika anak-anak sedang belajar ambruk seketika, Rabu (29/7) sekitar pukul 12.30 wib



Informasi yang didapat di lokasi kejadian, menyebutkan, musibah itu terjadi ketika sekitar 54 murid kelas 3 tengah mengikuti tambahan pelajaran bahasa inggris di ruang kelas yang berada di lantai dua.

Tanpa di duga, tiba-tiba plafon ruang kelas itu ambruk dan langsung menimpa semua murid yang ada di dalam kelas. Runtuhnya plafon kelas secara tiba-tiba itu kontan membuat takut para murid dan mereka pun berhamburan keluar kelas sambil menangis

Menurut seorang guru, Iis Iriyati, Kepada Wartawan menandaskan, plafon ruang kelas yang belum genap empat bulan selesai dibangun itu, memang sudah terlihat miring atau menunjukan tanda-tanda kerusakan. Namun karena bangunan itu merupakan bangunan baru sehingga pihak sekolah menilai itu memang dari sananya

Namun dugaan itu meleset, secara tiba-tiba plafon itu ambruk dan langsung menimpa muridnya. “Saya tidak menyangka plafon itu ambruk dan menimpa murid saya,” kata guru kelas 3 ini

Dari pantauan yang dilakukan di lokasi kejadian, terlihat sambungan plafon yang menopang plafon (eternity, red) itu terlepas, kondisi itu membuat tiang plafon tidak mampu menahan beban sehingga akhirnya albruk

Hingga berita ini diturunkan tidak satupun pihak terkait yang bisa memberikan keterangan terkait dengan musibah itu. Pihak sekolah dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon pun bungkam. Bahkan juga tidak diketahui siapa pemborong atas bangunan yang barus elesai beberapa bulan itu @ KIRNO
Selengkapnya...

Galian Batu Alam Tanpa Izin, Menelan Korban

METRO CIREBON, PURWAKARTA – Zona merah yang letaknya di Desa Margahayu, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat dijadikan untuk tempat pengrajin batu alam, hingga masyarakat setempat menggais rejeki di tempat tersebut untuk menghidupi keluarganya



Namun nasib apes menimpah pada diri Ahdi Bin Enit (59), yang baru pertama kali bekerja tetapi nasibnya apes terkena reruntuhan bebatuan alam yang ada di galian tersebut, sehingga Paha Kiri Ahdi patah, dan hingga kini hanya bisa terbaring di tempat tidurnya

Paha kiri Ahdi, patah akibat tertimpa batu alam hias seperti batu templek yang ada dilokasi galaian, batu alam hias, yang berada di kampung kadu bandeng desa margaluyu kecamatan kiarapedes blok gua landak kawasan resort pemangkuan hutan (RPH) Ciloji bagian kesatuan pemangkuan hutan (BKPH/Asper) Cipeundeuy kesatuan pemangkuan hutan (KPH) Purwakarta.

Ahdi, Saat ditemui METRO CIREBON di kediamannya, ketika ditanya seputar kecelakaan yang menimpanya dan perhatian para pemangku kepentingan (Stakeholder). Ia menandaskan, untuk segala biaya pengobatan sampai mobilisasi ditanggung pengusaha, sedangkan bantuan berbentuk materipun (uang) itu hanya Rp 250 ribu

Sedanagkan Kepala Desa sewaktu menjenguk, akan mengusahakan terhadap pihak Pengembang (pengusaha-red) untuk bertanggung jawab atas kecelakaan yang menimpah pada warganya, dan dikatakanya Adi bahwa Pengusaha berjanji, membiayai saya sampai sembuh, tandasnya

Sementara ketua lembaga masyarakat daerah hutan (LMDH) margaluyu yang baru, Dase memberikan keterangan yang sama. Menurut Dase, disamping sebagai warga Desa Margaluyu yang tergabung diklempok tani hutan. Ahdi, masih saudara sekaligus Famili dekatnya. Ketika, Saya, mendengar Ahdi mendapatkan kecelakaan dilokasi galian batu hias alam, ia langsung memerintahkan kepada sekretarisnya (Ateng) dan menghubungi para pengusaha sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas kecelakaan yang menimpa diri ahdi

Namun koordinator para pengusaha batu hias alam, Marius. Saat akan dimintai keterangan seputar kecelakaan digalian yang berstatus zona merah (Ilegal). Sehingga Tempat tersebut banyak menimbulkan bahaya bencana, akibat Galian liar batu alam @ TOM
Selengkapnya...

“Makmur Sehati” Ikuti Lomba Domba Tingkat Propinsi

METRO CIREBON, SUMBER - Bidang Peternakan di Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan (Distanakbunhut) Kabupaten Cirebon, mengikutsertakan kelompok ternak domba Makmur Sehati pada lomba Agrobisnis Peternakan tingkat Propinsi Jawa Barat yang ngah dalam penilaian saat ini



Kepala Distanakbunhut Ir. Ali Effendi melalui Kabid Peternakan Ir. Deden Erih diruang kerjanya mengatakan, dipilihnya kelompok ternak domba “Makmur Sehati” karena prestasinya yang terbaik di tingkat Kabupaten Cirebon. Lomba ini hanya akan menjaring juara tingkat propinsi. “Lomba ini tidak sampai ke tingkat nasional karena ini agenda propinsi,” kata Deden, Selasa (28/7)

Dikatakan Deden ada beberapa materi yang menjadi poin penilaian dalam lomba ternak domba tersebut, antara lain mengenai dinamika kelompok, pemeriksaan uji tehnis, termasuk pengelolaan pakan ternak. “Yang jelas tim penilai mempunyai standar, ilustrasi dan data-data tehnis. Misalkan dari sisi tehnis pemeriksaan, akan menilai penguasaan pemahaman dari kelompok tersebut. Penilaian uji tehnis juga menyangkut bibit, pakan, kandang dan pengelolaan kesehatan,” ujarnya

Dalam lomba ini biasanya kelompok akan mendapat semacam reward berupa bantuan ternak, juga bantuan dana seperti digunakan untuk pengembangan kawasan ternak. “Biasanya kelompok itu akan memanfaatkan untuk sarana dan prasarana, misalnya jalan masuk kawasan ternak yang tadinya tanah dipasang paving block,” tambahnya @ NASIMIN
Selengkapnya...

Sekolah SMK Banyak Mendapatkan Bantuan APBN

METRO CIREBON, SUMBER - Sekolah-sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota dan Kabupaten ternyata banyak menerima bantuan program dari Direktorat Pembinaan SMK Tahun 2009. Berdasarkan data yang didapat METRO CIREBON dari situs Direktorat Pembinaan SMK Tahun 2009, disebutkan bantuan program untuk SMK di Indonesia ada sebanyak 28 item



Namun sayang, data tersebut tidak merinci nama-nama sekolah SMK dan daerah Kota / Kabupaten mana saja yang mendapat bantuan tersebut. Sehingga, menyulitkan masyarakat untuk melakukan kontrol sosial serta kurang pengawasan. Data yang dapat di download tersebut hanya menampilkan Panduan Umum (Pedum), Petunjuk Pelaksanaan (Juklak), dan Petunjuk Tehnis (Juknis) saja atas masing-masing item program bantuan untuk SMK

Dapat disebutkan nama-nama item tersebut adalah, bantuan untuk pembangunan USB-SMK dengan volume sebanyak 95 lokal masing-masing sebesar Rp800 juta. Selain itu, ada juga bantuan untuk pembangunan USB-SMK (Lanjutan) sebanyak 100 lokal dengan nilai masing-masing lokal sebesar Rp800 juta. Selanjutnya bantuan untuk pembangunan RKB-SMK sebanyak 3.656 ruang masing-masing sebesar Rp85 juta

Kemudian daripada itu ada juga bantuan program untuk pembangunan ruang Perpustakaan/Lab/Workshop sebanyak 100 ruang dengan nilai masing-masing Rp250 juta. Bantuan penyediaan peralatan TIK SMK sebanyak 210 SMK masing-masing sebesar Rp100.000, juga bantuan peralatan SMK – SPM/Pra SSN**) sebanyak 640 paket masing-masing senilai Rp140 juta

Selanjutnya terdapat bantuan untuk peralatan SMK rintisan SSN**) sebanyak 225 paket masing-masing sebesar Rp200 juta. Ada juga bantuan tempat peralatan praktek bersama di SMK/BLK sebanyak 10 paket yang nilainya masing-masing Rp500 juta. Bantuan khusus peralatan SMK khusus sebanyak 2 paket masing-masing senilai Rp1 miliar, dan juga ada bantuan persiapan sertifikasi ISO 9001-2008**) sebanyak 10 paket masing-masing Rp500 juta

Untuk pengadaan peralatan Lab Biologi SMK**) ada bantuan sebanyak 200 paket masing-masing senilai Rp125 juta, serta bantuan pengadaan peralatan Broadcasting/Multimedia SMK**) sebanyak 125 paket masing-masing sebesar Rp200 juta. Selanjutnya ada juga bantuan pengembangan SMK rintisan SBI sebanyak 210 SMK dengan nilai masing-masing sebesar Rp600 juta. Lalu bantuan untuk pengembangan rintisan modal SMK SBI di kawasan perbatasan sebanyak 5 SMK masing-masing sebesar Rp5 miliar

Bantuan untuk pembuatan prototype peralatan SMK ada sebanyak 7 paket dengan nilai masing-masing sebesar Rp1 miliar, dan bantuan beasiswa program keahlian khusus siswa SMK sebanyak 418.872**) OB dengan masing-masing nilai satuan ribuan sebesar Rp65. Selanjutnya bantuan beasiswa prestasi siswa SMK sebanyak 180.000**) dengan masing-masing nilai satuan ribuan sebesar Rp65

Kemudian ada juga bantuan untuk pengembangan Business Centre (kewirausahaan) pada SMK bidang Bisman/Pariwisata/Seni sebanyak 40 SMK masing-masing senilai Rp250 juta, serta bantuan pengembangan Business Centre (kewirausahaan) pada SMK bidang Pertanian/Kelautan/Tehnik sebanyak 30 SMK dengan nilai masing-masing sebesar Rp400 juta

Tidak hanya itu, ada juga bantuan pemberdayaan layanan pusat TIK SMK sebanyak 431 Kota/Kab dengan nilai maisng-masing Rp40 juta. Kemudian bantuan pendampingan SMA sebanyak 1.500 siswa dengan nilai masing-masing satuan ribuan Rp12.000.000, bantuan beasiswa miskin jenjang pendidikan menengah (SMK) sebanyak 329.667 siswa dengan nilai satuan ribuan Rp780, dan Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM) sebanyak 3.290.000 siswa dengan nilai satuan ribuan Rp120

Ada juga bantuan Koordinasi/Sosialisasi/Bimtek kurikulum tingkat satuan pendidikan SMK sebanyak 7.250 SMK masing-masing Rp2.280.000, dan bantuan sertifikasi uji kompetensi sebanyak 750.000 siswa dengan nilai satuan ribuan Rp50. Bantuan pemantauan dan evaluasi tingkat propinsi sebanyak 33 propinsi masing-masing Rp60,216*, serta bantuan Penyusunan/Pengumpulan/Pengolahan/Updating/Analisa data dan Statistik Tingkat Propinsi sebanyak 33 propinsi masing-masing Rp203,888*, juga bantuan penyuluhan dan penyebaran informasi di 33 propinsi masing-masing Rp359,614@ MOCH MANSUR
Selengkapnya...

Aksi begal motor mulai menghantui warga Cirebon

METRO CIREBON, SUMBER – Masyarakat Cirebon kini harus waspada dan berhati-hati dalam menjalkankan aktifitasnya, Pasalnya keamanan yang kini dianggap oleh warga Masyarakat, itu belum menjamin untuk keamanan tersebut, seperti halnya kini para pemalakan maupun pembegalan kendaraan marak di Cirebon



Seperti terjadi pada Nasroh, 33, warga Blok Curug RT 46 RW 12 Desa Palimanan Barat Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon. Sekitar pukul 21.00 wib korban tengah melintas di jalur Pantura menggunakan sepeda motor Yamaha Mio Nopol E 5401 LI, tepatnya di bilangan Desa Astanajapura Kecamatan Astanajapura Kab. Cirebon

Korban kedua menimpah Safi’i,26, warga Blok Lebak Lor RT 01 RW 05 Desa Karangsari Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Hanya saja Safi’i tidak mengalami bebek belur sebagaimana korban Nasroh, motor Yamaha Jupiter nopol E 6050 KF raib ketika diparkir di depan rumah

Kapolres Cirebon AKBP Arief Ramdhani melalui Kasat Reskrim AKP Ferry Irawan SIK ketika dikonfirmasi membenarkan mengenai kejadian tersebut, dan menurutnya akhir-akhir ini memang terlihat sering terjadi pencurian dan pembegalan terhadap pemilik sepeda motor

“Karenanya kami mengingatkan agar masyarakat untuk lebih berhati-hati, baik ketika melakukan perjalanan maupun ketika memarkirkan kendaraanya,” tegasnya seraya menambahkan pihaknya pun kini tengah melakukan penyelidikan terhadap kedua kasus tersebut @ NASIMIN
Selengkapnya...

Abaikan Intruksi Bupati, SMPN I Gunung Jati Tetap Pungut PSB


METRO CIREBON, SUMBER - Program Pemerintah Pusat (PP) yang kini sedang gencar-gencarnya membicarakan tentang Pendidikan, namun di Cirebon nampaknya tidak melihat dan memperhatikan Peraturan Pemerintah Pusat Nomor: 48 Tahun 2007 (menentang-red), yang mana bantuan bagi siswa yang sudah tertuang di dalam anggaran Negara melalui Biaya Operasional Sekolah (BOS)



Seperti halnya pada tahun ajaran tahun 2009-ini, Ratusan Sekolah yang ada di Kabupaten Cirebon dari SMP hingga SMK/SMU nampaknya, seenaknya sendiri untuk melakukan pungutan bagi anak yang mau masuk sekolah, di samping itu atas dasar musyawarah yang dilakukan Komite Sekolah dengan orang tua siswa itu, berujung pada Biaya Bantuan untuk Pembangunan Sekolah, dengan memungut seenaknya sendiri

Seperti yang terjadi di SMPN I Gunung Jati, Kecamatan Gunung Jati Kab. Cirebon Jawa Barat, memungut uang terhadap siswa baru sebesar Rp. 500/siswa dari jumlah 360 Siswa baru, sehingga diakumulasi sebesar Rp. 180 Juta, uang sebesar Rp. 300 juta tersebut diperuntukan bagi sumbangan sukarela orang tua siswa kelas VII untuk Pemagaran Sekolah, dan Rp. 200 juta diperuntukan bagi Perlengkapan PSAS (Baju Batik, Baju Kotak, Pakaian Olah Raga, Topi Atribut Sekolah)

Ketika METRO CIREBON Konfirmasikan hal tersebut beberapa kali, terhadap Kepala Sekolah SMPN I Gunung Jati Dra. Hj. Nurhayati, MM, selalu tidak ada di ruangan dengan alasan ibu kepala sekolah sedang keluar, tandas salah seorang yang mengaku guru

Namun setelah dihubungi melalui telephon selularya, yang diterima Sugiarto mengatakan kepada METRO CIREBON, Ibu kepala Sekolah sedang keluar mengantar anaknya yang sedang sakit, dan penjelasan tentang uang bantuan terebut tidak bertentangan dengan intruksi Bupati, Bupati hanya mengintruksikan tentang pungutan PSB itu hanya di SMK dan SMU saja, jadi apa yang dilakukan oleh Pihak SMPN I Gunung Jati adalah sesui presedur, ungkap Sugiarto

Sugiarto menambahkan, tentang pungutan di sekolah, “kami, adalah sudah melalui musyawarah baik orang tua siswa maupun Komite Sekolah, di sekolah kami juga ada 4 orang tua siswa yang minta dibebaskan Bantuan tersebut, pihak sekolah juga sudah membebaskan pungutan PSB ke 4 siswa karena dianggap tidak mampu, kilah sugi

Ditempat terpisah DR (HC) Bambang Arief Wijaksana Direktur Exekutif LSM Control Independent Strategis (CIS) Cabang Cirebon, mengungkapkan kapada METRO CIREBON, bahwa bagi sekolah yang memungut PSB itu harus dikembalikan tanpa syarat, yang mana, Intruksi Bupati Cirebon Drs. H. Dedi Supardi, MM menyatakan bagi sekolah yang memungut PSB itu harus dikembalikan, jadi, kami berharap kepadah sekolah baik di SMP maupun di SMU/SMA segera mengembalikan uang tersebut terhadap orang tua siswa, Ungkapnya@ SUKIRNO / NASIMIN
Selengkapnya...

Desa Cimayasari Laksanakan Program Gotong Royong

METRO CIREBON, SUBANG – Masyarakat Desa Cimayasari Kecamatan Cipeundeuy Kab. Subang Jawa Barat, melksanakan kegiatan Gotong Royong (Kerja Bahkti), yang selama ini bisa kita lihat bahwa Kegiatan tersebut sudah lama tidak terdengan lagi, akibat kemajuan global, dimana dengan adanya multidimensi krisis global, maka Pemerintah berupayah melakukan pembenahan melalui program Padat Karya (Kerja bahkti)



Hal tersebut dilakukan bukan saja memberikan contoh kepada warga masyarakat, terkecuali untuk mengugah hati nurani masyarakat agar kepedulian tentang pembangunan di desa terlaksana dengan baik, dimana program Gotong royong tersebut harus di cintainya, apa lagi dengan program Pemerintah daerah Subang, dalam rangka memperingati bulan bakti gotong royong dan perwujudan moto kabupaten Subang. “Rakyat Subang Gotong Royong, Subang Maju”

Program Kerja Bahkti tersebut bukan saja di Desa Cimayasari melainkan, seluruh Desa yang ada di Kabupaten Subang, namun untuk pelaksanaan kerja bahkti yang ada di desa Cimayasari ini, diikuti seluruh aparatur desa dan para tokoh (Masyarakat, Adat, Agama, dan Pemuda) sekaligus para anggota dan pengurus lembaga desa, melibatkan satuan linmas

Kegiatan yang dipusatkan sekitar pemakaman umum Ciukup ini, meliputi jalan utama menuju kantor Desa Cimayasari. Diantaranya membersihkan parit-parit sekaligus lereng pemakaman dari rumput ilalang dan kotoran sampah yang ada, dengan menggunakan alat kerja seadanya

Kurang lebih 80 orang yang hadir, berbaur dan tersebar bekerja sesuai dengan kemampuan dan keinginan masing-masing. Dan hasilnyapun lumayan memuaskan, berkat kegigihan dan kekompakan serta kerjasama yang tercipta

Pekerjaan yang begitu rumit dan melelahkan, dengan diselingi gelak tawa dan canda tanpa terasa bisa diselesaikan dalam waktu cepat tidak sampai memakan waktu seharian penuh

Ditemui dilokasi Suherdi Mulyono Kepala Desa Cimayasari, menandaskan bahwa “Sebagai tonggak awal serta terciptanya kembali kegiatan kerja bakti gotong royong di Cimayasari yang sudah semakin pudar dan dilupakan warga masyarakat, disamping itu kita memberi contoh kepada warga. Kita sebagai aparat masih bisa kompak dan bekerja sama kerja bakti gotong royong, agar kedepannya masyarakat mau dan memperhatikan hal-hal seperti ini,”ungkapnya@ tom/dar
Selengkapnya...

Indramayu Canangkan Program Pemanasan Global

METRO CIREBON, INDRAMAYU – Dampak dari Fenomena alam sekarang ini, timbullah berbagai macam tanatangan yang sering kita alami seperti terjadinya Fenomena alam seperti angin putting beliung, naiknya air laut, dan berbagai macam hama yang menyerang tanaman, sehingga, untuk penanganannya dicanangkan melalui program Grim



Dalam pemanasan Global di Indramayu melalui motto Kab.Indramayu Jawa Barat seperti Gerakan Remaja Indramayu Menanam (GRIM) yang bertujuan untuk penghijauan bagi daerah indramayu dalam rangka menuntaskan program penanganan lahan kritis guna mengantisipasi dampak negative

Pemanasan global, Sebagaimana kita maklumi , Bahwa timbulnya fenomena alam seperti Angin putting beliung, banjir, kekeringan, naiknya pasang air laut, hama penyakit tanaman dan lain-lain merupakan pertanda dari pemanasan global

Namun harus kita sikapi secara bijak, diantaranya dengan memperbanyak menanam pohon dilahan kritis, seperti halnya dengan Kabupaten Indramayu, yang baru-baru ini mencanangkan Gerakan Remaja Indramayu Menanam (GRIM ) yang dimotori oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan

Program tersebut mendapatkan respon yang sangat positip dari Bupati Indramayu H. Irianto Mahfuz Sidik Syafiuddin, Sekaligus mengintruksikan kepada pejabat yang lain agar terlaksananya GRIM di Kab. Indramayu

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab. Indramayu H.Y. Mulyantoro kepada METRO CIREBON, Mengatakan Program GRIM Adalah suatu kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan yang terkoordinasi dengan mendayagunakan setiap kemampuan pemerintah dan masyarakat dalam merehabilitasi hutan dan lahan pada wilayah kabupaten Indramayu secara religius, maju, mandiri

Seraya menambahkan, guna mencapai kesejahteraan masyarakat dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi Indramayu Remaja, berdasarkan Keppres nomor 24 tahun 2008 tentang hari menanam pohon Indonesia

Kemudian merujuk surat dari Mentri Kehutanan RI Nomor: 87\Menhut-V\2009 tentang program penanaman satu orang satu pohon (one man one tree-red), Dan Surat Kepala balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk-Citanduy Nomor; S.844\V\BP-DAS\Cky-3\2009 tentang pelaporan dan input Data kegitan satu orang satu pohon Tahun 2009

Mulyantoro Menambahkan, GRIM dilaksanakan terutama pada lahan kritis dan rawan bencana , lahan pekarangan penduduk, Hutan kota, Kanan kiri jalan, Kanan kiri sungai\ saluran air, serta daerah pesisir pantai

GRIM sendiri melibatkan seluruh warga masyarakat Kabupaten Indramayu. Setiap warga dianjurkan untuk menyediakan dan menanam satu pohon tanaman keras (produktif/tanaman pelindung-red) sebagai sodaqoh atau infak, Diantaranya adalah; Pasangan calon pengantin, pasangan suami istri yang akan bercerai, Siswa-siswi yang telah lulus, Masyarakat yamg akan membuat atau memperpanjang KTP, masyarakat yang akan membuat Akte (CAPIL)

Para pengusaha Swasta yang akan memperpanjang/membuat Surat izin operasional, masyarakat yang membuat surat-surat kendaraan bermotor, Anggota KORPRI yang akan naik pangkat/jabatan atau CPNS yang akan diangkat menjadi PNS. Semua itu dianjurkan untuk menyediakan dan menanam 2 batang bibit tanaman keras

Dan semua itu agar masyarakat tersentuh untuk berbuat menanam sehingga dikemudan hari akan menjadi Indramayu hijau dan udaranya yang sejuk, tandas Mulyantoro@ Mahmud
Selengkapnya...

Pungutan PSB, Kepsek Abaikan Intruksi Bupati

METRO CIREBON, SUMBER – Nampaknya seluruh Sekolah yang memungut PSB, tidak mengindahkan intruksi Bupati Cirebon Drs. H. Dedi supardi, MM, yang mana Bupati mengultimatum terhadap seluruh Sekolah yang memungut PSB harus di kembalikan dalam waktu satu minggu, dan bagi sekolah yang tidak mengembalikan terancam di pecat, tandas Bupati selagi para kepala sekolah di undang di ruang nyi mas gandasari Kantor Pemkab Cirebon Jawa Barat, pada Selasa, Tanggal (14/07)



Sedangkan, kasus pungutan dana dalam Penerimaan Siswa Baru (PSB) di sejumlah sekolah SMAN dan SMKN di Kabupaten Cirebon, telah menuai sorotan tajam berbagai pihak. Bupati Cirebon Dedi Supardi sendiri telah bersikap tegas mengintruksikan agar pihak sekolah mengembalikan pungutan dana tersebut dalam waktu seminggu. Namun nyatanya, sampai dengan batas waktu ultimatum satu minggu ini, diduga sejumlah sekolah belum menyelesaikan pengembalian pungutan dana PSB tersebut

Salah satu orang tua yang memasukan anaknya sekolah di SMKN 1 Sumber, ketika diwawancarai METRO CIREBON mempertanyakan pengembalian pungutan dana PSB tersebut. Sebab, yang ia dengar, Bupati telah mengintruksikan agar sekolah mengembalikan pungutan uang PSB tersebut

“Saya, dengar jika Bupati minta agar pihak sekolah mengembalikan pungutan PSB tersebut, tapi mana, nyatanya sampai satu minggu batas waktu ini pihak sekolah belum juga mengembalikan,”ungkapnya, Rabu (22/7)

Begitu juga Rahmat, salah satu orang tua yang menyekolahkan anaknya di SMPN 1 Sumber. Saat mendaftarkan anaknya, Rahmat mengaku dimintai uang sampai jutaan rupiah oleh pihak sekolah. Baginya, uang sebesar itu menjadi beban berat. Namun apa daya, demi anaknya diterima di sekolah itu, ia pun rela sepeda motornya digadaikan Rp.2 juta

“Habis mau gimana lagi, saya sudah cari hutang kesana kesini tapi tidak ada, ya terpaksa saya gadaikan sepeda motor, yang penting anak saya bisa sekolah,” ungkapnya dengan nada memelas

Baik Burhan maupun Rahmat, menyekolahkan anaknya di sekolah dengan standar internasional. Namun, rupanya pengembalian pungutan dana PSB ini tidak berlaku bagi sekolah dengan predikat standar internasional. Beberapa kepala sekolah ketika dihubungi METRO CIREBON via telepon seluler juga mengatakan demikian

“Intruksi Bupati tentang pengembalian dana DSP tidak berlaku bagi sekolah RSBI,” kata Baharudin, Kepala Sekolah SMAN 1 Palimanan, yang juga merupakan salah satu sekolah RSBI di Kabupaten Cirebon, dan senada juga dikatakan oleh Kepala SMKN 1 Kedawung, Wawan melalui sambungan ponsel

Hal ini menuai komentar pedas dari Ketua LSM Pro Justitia Kota/Kabupaten Cirebon Muhammad Aminudin. Ia mempertanyakan landasan hukum dari pungutan DSP bagi sekolah RSBI. Sebab menurut dia, sekolah RSBI telah mendapat Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) dari APBD Kabupaten Cirebon tahun 2009. Berdasarkan data tercatat, jumlah alokasi dana DSP untuk SMKN 1 Kedawung berdasarkan penetapan SK Bupati mencapai Rp.1.259.940.000,00, dengan jumlah sebanyak 913 siswa. Sedangkan untuk SMAN 1 Palimanan jumlah alokasi DSP sebesar Rp.504.210.000,00 dengan jumlah 799 siswa

Lebih lanjut kata Amin, tidak jelasnya payung hukum pungutan DSP bagi RSBI karena dalam pelaksanaan diduga hanya mengacu pada buku petunjuk operasional penggunaan DSP yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon. Dalam buku petunjuk operasional DSP tersebut, disebutkan khusus untuk sekolah RSBI diperbolehkan memungut dana pendidikan dari orang tua dengan dalih sekolah SBI memerlukan dana yang cukup besar

Dan menurut Amin, petunjuk operasional tersebut sifatnya hanya kebijakan yang dikeluarkan Disdik Kabupaten Cirebon,“Itu kan hanya kebijakan yang dikeluarkan Disdik. Mestinya, untuk mengatur DSP tersebut dibuat Perbup atau Perda, dan merinci kebutuhan sekolah apa saja yang boleh dipungut dan mana saja yang tidak boleh dipungut. Sehingga kejadiannya tidak kacau seperti ini,” tegas Amin

Amin juga menyinggung lemahnya pengawasan melekat terhadap pelaksanaan DSP oleh tim monitoring Disdik Kabupaten Cirebon. “Dengan adanya pengembalian pungutan dana PSB, merupakan bukti nyata perbuatan yang telah dilakukan. Saya melihat ini akibat dari lemahnya pengawasan melekat yang dilakukan tim monitoring dalam pelaksanaan penyaluran DSP oleh Disdik,” tambah Amin@ MOCH MANSUR
Selengkapnya...

Ibrahim diduga Pelaku Bom JW Marriott dan Ritz-Carlton

METRO CIREBON, KUNINGAN – Sehari Sebelum peledakan bom di JW Marriott dan Ritz-Carlton Jakarta, kini rumah keluarga Ibrahim yang terletak di RT 28/10 Desa Sampora, Kec. Cilimus, Kab. Kuningan, Jawa Barat, mendadak menjadi perhatian masyarakat setempat maupun Polres kuningan, Pasalnya, Ibrahim diduga salah satu pelaku bom bunuh diri, Rabu (22/06)



Ibrahim, mempunyai keluarga diantaranya istri dan anggota keluarga lainnya termasuk mertuanya (Jaelani dan Asenih), hingga siang tadi keluarga hanya bisa tutup mulut di dalam rumah. Kesemua keluarga Ibrahim tidak berani keluar, apalagi keluar di halaman rumah, dikarenakan banyak berdatangan orang yang tidak mereka kenal

Para “tamu, tak diundang” itu tak lain merupakan beberapa wartawan yang ingin mendapatkan informasi akurat mengenai keberadaan Ibrahim dan keluarga Ibrahim tersebut, tak tahan melihat kondisi yang terus menderah serta untuk cepat lepas dari “keterusikannya”,istri Ibrahim, Suci Hani ditemani saudara dan seorang kerabat, sekitar pukul 11.15 wib sempat membuka pintu dan menemui para wartawan untuk memberikan penjelasannya

Dijelaskanya, Suci Hani, dia mengaku jika dirinya dihubungi suaminya itu terakhir kali pada Kamis (16/7) atau sehari sebelum kasus ledakan di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, sesudah itu kami tidak ada kontak lagi dengan suami saya, tandasnya

Menurut Suci dari empat anak hasil perkawinannya dengan Ibrahim, komunikasi terakhir itu Ibrahim hanya menanyakan tentang kondisi hari pertama masuk sekolah atas anak-anaknya, dan “Waktu itu, hanya menanyakan bagaimana hari pertama anak-anak

Ketika menyinggung tentang surat wasiat yang diberikan terhadap Suci dari Ibrahim, maka Suci menyangkal jika pihak keluarganya menerima surat wasiat tersebut dari Ibrahim,“Itu tidak benar, kami saja saat ini tidak tahu menahu. Terima kasih ya mas mohon pengertiannya, saya minta doanya, minta yang terbaik untuk keluarga,”kata Suci sambil perlahan menutup pintu rumahnya

Sementara, di lingkungan sekitar kediaman keluarga Ibrahim memang terlihat ramai, bergerumbulan banyak orang, Selain para wartawan baik media cetak maupun elektronik, warga yang merasa penasaran berkerumun untuk melihat rumah keluarga Ibrahim, Sejauh ini memang tidak tampak pengamanan dari aparat kepolisian di rumah kediaman keluarga Ibrahim. Hanya terdapat sekitar 4 anggota TNI yang berada di lokasi tersebut@ MOCH MANSUR
Selengkapnya...