Akibat Tanggul Jebol, BBWSCC Terkesan Abaikan Keinginan Warga Masyarakat


METRO CIREBON, SUMBER - Masyarakat Cilengkrang Kecamatan Pesaleman Kabupaten Cirebon Jawa Barat, khususnya yang tinggal di bantaran tanggul sungai Cisanggarung resah. Hal itu menyusul longsornya tanggul sungai yang kini kondisinya semakin menggerus mendekati permukiman warga. Ketika musim hujan tiba, arus aliran sungai Cisanggarung yang sangat kencang, telah mengikis tanah tanggul sungai tersebut.

Pada tahun 2008 lalu, bantaran sungai tersebut pernah diperbaiki oleh Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung melalui PPK-03 yang berkantor di Ciledug Kabupaten Cirebon dengan membuat Bronjong disepanjang bibir sungai yang longsor, dengan posisi Bronjong arahnya memotong aliran sungai.

Arus aliran sungai yang deras itu akan mengalir disamping bibir sungai yang lain karena aliran tersebut menghantam Bronjong. Tetapi pada kenyataanya tidak seperti itu, melainkan aliran sungai justru berputar-putar pada bronjong tersebut sehingga air seolah-olah menarik tanah yang ada dibibir sungai dan mengakibatkan bantaran tangul menjadi longsor yang sangat hebat. Bahkan, sudah 2 rumah warga menjadi korban tertelan derasnya arus sungai Cisanggarung

Menurut keterangan warga sekitar bantaran Sungai Cimanuk Cisanggarung, Ecod ( 51) dan Carsim (45), warga masyarakat Cilengkrang, Kecamatan Pesaleman Kabupaten Cirebon, Senin (31/8), pada METRO CIREBON menuturkan bahwa rumahnya yang terletak posisinya 2 meter dari bibir sungai, sudah lama tidak lagi ditempati lantaran takut jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Kami, sudah lama tidak menempati rumah sendiri karena saya takut tinggal didalam rumah. Sebab, keadaan rumah saya semakin hari semakin memprihatinkan akibat tanah bibir sungai yang longsor. Tembok rumah jadi retak-retak, dan pondasi rumah saya terkikis habis oleh derasnya Aliran sungai. Bahkan ada tembok yang sampai ditahan oleh kayu bambu karena tembok tersebut melengkung seakan mau ambruk," tandasnya.

Dirinya bersama warga lain berharap agar secepatnya dilakukan perbaikan. Sehingga aliran sungai Cisanggarung kedepan tidak lagi menyebabkan tanah longsor. Sebenarnya dari pihak pemerintah desa setempat sendiri sudah mengajukan proposal ke pihak BBWSCC, namun hingga kini tidak jelas juntrungnya.

Persoalan ini menuai tanggapan DR (HC) Bambanag Arief Wijaksana, salah seorang pengamat pengairan. Pemasangan bronjong tersebut diduga salah perencanaan yang seharusnya dilakukan pemasangan tembok beton disepanjang samping aliran sungai yang telah mengakibatkan tanah longsor tersebut, namun kenapa BBWSCC hanya memprogramkan pembuatan Bronjong melainkan pembuatan Tanggul Betton, Ungkap Bambang

Ditempat yang berbeda, METERO CIREBON, konfirmasikan hal tersebut terhadap Kepala BBWSCC untuk mencari kebenaran, maka pihak PPK-03 tidak mau menerima wartawan, dengan alasan pimpinan tidak ada di tempat, tandas salah seorang staf. Sehingga sampai berita ini diturunkan, METRO CIREBON belum berhasil mendapatkan keterangan yang jelas, dari pihak BBWSCC PPK 03 tersebut

Menurut Informasi yang didapat dari salah satu pemborong yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan proyek tersebut yang mengerjakan JMH dan HO dan proyek tersebut dari BBWS Cimanuk-Cisanggarung PPK-03 Ciledug, Katanaya@ M. Mahmud
Selengkapnya...

Perbaikan Jalur Pantura, Jelang Lebaran Aman Bagi Pemudik

METRO CIREBON, SUMBER – Perbaikan jalan yang ada di jalur timur Pantura Jawa Barat, seperti Jalur Pantura Indramayu-Cirebon hingga ke jalur Losari, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pusat kini gencar melakukan perbaikan jalan, di khawatirkan dalam waktu dekat menjelang lebaran belum bisa di lewati para pemudik, hingga jalur yang sedang diperbaiki tersebut mengalami kemacetan yang patal, seperti di Jalur Celancang Gunung Jati

Disamping itu, kegiatan perbaikan jalan diharapkan dalam waktu dekat selesai sehingga dapat digunakan dan tidak terjadi kemacetan yang signifikan pada arus mudik lebaran tahun ini. Perbaikan terjadi di ruas utama pantura tepatnya di Desa Gunungjati Kabupaten Cirebon

Perbaikan juga dilakukan di beberapa ruas pantura Cirebon lainnya. Dan secara garis besar jalur utama Pantura Cirebon dirasakan sudah baik jelang lebaran nanti. Yang menjadi persoalan justru di ruas-ruas jalan kabupaten yang nantinya akan menjadi jalur alternatif guna mengantisipasi kemacetan pada arus mudik mendatang

Pantauan yang dilakukan METRO CIREBON, di lapangan memperlihatkan, di ruas jalur alternatif, Indramayu Karang ampel, hingga Cirebon Utara Gunung Jati ada sedikit perbaikan, Mundu hingga Losari, nampaknya Jalur akan lancer bila di lewati para pemudik tahun ini

Seperti lainnya di Astanajapura, Lemahabang, Ciledug, yang sering digunakan ketika kondisi kemacetan di depan tol Kanci menuju Gebang mengalami krodit, (kemacetan yang sangat panjang-red) Di ruas jalan tersebut, sedangkan kondisi jalan bergelombang dan terdapat banyak kubangan, sehingga dikhawatirkan bagi para pemudik

Kerusakan jalan ini diakibatkan ketidakmampuan menahan beban berat dari lalu lalang kendaraan truk pengangkut tanah urug, Pasir untuk pembangunan Jalan told dan PLTU, di Kanci Memang terlihat ada perbaikan, tapi itu sifatnya tambal sulam, namun akhirnya tetap membuat jalan menjadi “benjol”

Jalur alternatif lain yang kerap digunakan yakni ruas Kapetakan-Panguaragan-Arjawinangun, jalur ini sering digunakan jika terjadi kemacetan di sekitar Pasar tumpah Celancang. Kondisi jalan disini sedikit lebih baik karena sudah diaspal semua. Demikian juga dengan jalan alternatif Bunder hingga Ciwaringin kondisinya sudah bagus setelah selesai dilakukan perbaikan

Keberadaan jalan-jalan alternatif yang ada di kabupaten Cirebon itu sebenarnya berada tak jauh dari pasar-pasar tumpah. Dimana di kabupaten Cirebon terdapats ejumlah pasar tumpah diantaranya pasar Celancang, pasar Tegalgubug, pasar Minggu, pasar Weru, pasar Mundu dan Pasar Gebang. Keberadaan pasar-pasar ini setiap tahun selalu menjadi persoalan karena sering terjadi kemacetan

Namun demikian, bagi para pemudik lebaran, harus ekstra hati-hati saat akan melintas jalur altertif tersebut. Bukan pada persoalan kondisi jalan yang belum sepenuhnya bagus, tapi yang lebih penting yakni persoalan minimnya jalur penerangan. Minimnya penerangan itu dirasakan cukup riskan terjadinya tindak kriminal, terutama ketika melintas pada malam hari@ NASIMIN
Selengkapnya...

Warga Banjar Sambut Positif Program Pojok Rokok

METRO CIREBON, BANJAR - Rokok merupakan salah satu zat adiktif yang bila digunakan dapat mengakibatkan bahaya kesehatan bagi individu dan masyarakat selaku perokok aktif maupun perokok pasif. Oleh sebab itu diperlukan perlindungan terhadap bahayanya rokok bagi kesehatan secara menyeluruh (terpadu), dan berkesinambungan

Oleh karena itu, Walikota Banjar, dr. H. Herman Sutrisno. MM, melalui aparat Desa memberikan program wujud peduli terhadap Masyarakat kabupaten banjar Jawa Barat, Pasalnya bagi para perokok aktif nampaknya sangat sulit untuk menghentikan kebiasaan merokok

Maka dengan adanya Program yang diberikan Walikota tersebut, para aparat desa membagikan selembaran kertas kepada setiap tempat tingggal warganya yang berisikan “POJOK ROKOK” dimana selembaran ini merupakan tempat sekumpulan orang yang biasa merokok, jadi tidak mengganggu kepada yang lainnya

Warga sendiri sangat antusias menyambut program yang di berikan Pemerintah Daerah, sehingga warga menempel selebaran kertas tersebut di depan rumahnya masing-masing, seperti di rumah Bapak Anang salah satu warga Kampung Cilengkong Desa Neglasari, Kec. Banjar Kota Banjar.

Dikatakannya Anang, warga menempelkan kertas selebaran bukan hanya di rumah saja, melainkan di tempat-tempat keramaian sperti di warung Buah Banjar yang yang slogannya adalah “POJOK ROKOK”. Program ini sudah berlangsung lama diantaranya Cipariuk dan Cilengkong, Warung Buah, Banjar

Program yang diberikan Bapak Wali kota di sambut baik oleh warga Masyarakat, di sisi lain tidak merugikan untuk bahaya bagi perokok aktif maupun perokok Pasif, sehingga terwujud sebagai partisipasi warga atas kepeduliaannya akan bahaya kesehatan bagi perokok aktif, dan bagi perokok pasif ini merupakan kepedulian bagi kesehatan warga baik yang ada di Kelurahan maupun yang ada di Wilayah banjar, tandas Anang @ IMEY HCetak Halaman Ini
Selengkapnya...

Wisata Ngabuburit di Pantai Kejawanan

KOTA CIREBON – Selama bulan puasa Ramadhan, jumlah pengunjung pantai Kejawanan Kota Cirebon meningkat tajam. Mereka datang ke pantai ini untuk berekreasi bersama teman atau keluarga sambil Ngabuburit menunggu waktu berbuka puasa. Di pantai ini, pengunjung disediakan perahu-perahu karet yang disewakan para pemiliknya yang nota bene warga setempat.

Hanya dengan membayar Rp8 ribu sampai Rp10 ribu, pengunjung dewasa maupun anak-anak bisa menikmati naik perahu karet ke tengah laut dengan waktu sepuasnya. Ada seratus lebih perahu karet yang disewakan dengan berbagai ukuran daya tampung. Diperkirakan pendapatan para pemilik perahu karet meningkat berlipat pada bulan Ramadhan ini.

Begitu juga pendapatan para tukang parkir kendaraan bermotor. Ada sekitar 5 titik kantong parkir di sekitar wisata pantai Kejawanan tersebut. Untuk satu kendaraan sepeda motor dikutip karcis parkir Rp2 ribu. Parkir ini dikelola oleh paguyuban pemuda setempat.

Ada juga pengunjung yang datang ke pantai ini untuk Ngabuburit dengan membawa kail pancing. Di sekitar pantai ini banyak sekali orang yang memancing, dengan hasil tangkapan ikan seperti ikan jambal roti.

Secara umum, pengelolaan pantai Kejawanan belum memberikan kontribusi apa-apa bagi PAD Pemkot Cirebon. Hal itu dikarenakan pantai Kejawanan berada di dalam area otoritas milik Pelindo, sebuah badan usaha milik Negara yang mengelola pelabuhan Cirebon. Padahal, jika dikelola dengan baik dengan membangun kelengkapan infrastruktur pendukung, pantai ini bisa menjadi potensi bagi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Pemkot Cirebon.(dri)Cetak Halaman Ini
Selengkapnya...

Pererat Silaturahmi, Walikota Banjar Lakukan Tarling

METRO CIREBON, BANJAR - Walikota Banjar dr. H. Herman Sutrisno, MM, beserta Muspida melakukan kegiatan Sholat Tarawih Keliling (Tarling) di beberapa Desa seperti Desa Banjar, Purwaharja, Langensari, dan Desa Pataruman, untuk mengisi kegiatan di Bulan Berkah dan Penuh Magfiroh

Walikota beserta rombongan Muspida melakukan tarling sejak senin, (24/08/2009). Kegiatan Tarling pertama kali mengambil tempat di masjid al Muksin Banjar. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat nampak menyambut antusias kedatangan rombongan walikota, dimana seorang pemimpin terjun langsung terhadap masyarakat arus bawah

Di samping itu, Walikota juga mengadakan Buka Puasa bersama dengan masyarakat setempat yang ada di lingkungan masjid, Selain di Masjid Al Muksin, Walikota juga menyinggahi masjid-masjid lain yang ada di wilayah Banjar, dan bukan hanya sekedar TARLING tetapi memulai dengan berbuka puasa bersama yang diakhiri Tarawih berjamaah

Salah seorang warga saat dimintai komentarnya oleh METRO CIREBON di lokasi, Ade mengatakan, “Kami sangat senang dan merasa bangga, bahwa di daerah kami kedatangan bapak Walikota, di samping itu juga Warga masyarakat sangat menyambut kedatangan beliau, karena yang saya ketahui jarang sekali para pejabat turun ke lapangan, tetapi dengan kedatangan pemimpin kita mudah-mudahan tidak hanya sekarang saja, melainkan kita eratkan tali silaturahmi mendatang

Selain untuk mempererat tali sillaturahmi kegiatan inipun sebagai wujud kepedulian beliau kepada masyarakatnya.” Bapak Walikotapun sesuai jadwal kegiatan akan melaksanakan Nujulul Qur’an pada tanggal 17 Ramadhan di Masjid Agung Banjar

Beliau sangat berharap dengan kegiatan ini menjadi jalan silaturahmi dengan masyarakatnya dan mudah-mudahan masyarakat dapat mengisi bulan Rmadahan ini dengan segala hal yang bermanfaat dan menjauhi segala wujud kemaksitan@ IMEY HCetak Halaman Ini
Selengkapnya...

5000 Anggota FPI, Sisir Tempat Hiburan Malam

METRO CIREBON, SUMBER – Front Pembela Islam (FPI) Cabang Cirebon, tadi malam sekitar pukul 10.00 WIB menerjunkan kurang lebih 5.000-an laskar yang ada di Kabupaten Cirebon, Untuk melakukan penertiban di malam bulan Suci Ramadhan, khususnya di tempat-tempat yang dianggap sensitif, seperti tempat hiburan malam, hotel dan tempat kebugaran lainnya yang dianggap menyediakan tempat mesum

Habib Muhammad Al Habsy Panglima FPI Cirebon, mengatakan kepada METRO CIREBON, Menurutnya 5.000 laskar yang diterjunkan ke lapangan itu bertujuan untuk memonitoring kegiatan hiburan malam di Cirebon

“Sehingga kondusivitas Ramadhan tetap terjaga, apalagi Cirebon yang dikenal sebagai kota Wali, oleh karenanya Cirebon harus bersih dari kemaksiatan, apalagi di Bulan yang penuh berkah, tandasnya.

Habib Muhammad Seraya menambahakan, pihaknya sudah mengeluarkan surat himbauan kepada seluruh pengusaha yang ada di Kab. Cirebon menyangkut tempat-tempat hiburan malam, pihak kami melayangkan surat tersebut 15 hari sebelum datangnya bulan Ramadhan

“Namun, Surat yang berisi hanya himbauan kepada seluruh pengusaha tempat hiburan agar tempat hiburannya pada bulan Suci Ramadhan tidak beroperasi ( melakukan aktifitas-red) sebagaimana hari-hari biasa

Di tandaskannya Habib, Surat himbauan yang kami keluarkan itu “Tidak hanya kepada para pengusaha hiburan, melainkan untuk aparat kepolisian maupun Pemerintah daerah termasuk Sat Pol PP itu mendapatkan surat dari kami (FPI-red)

Kami menghimbau terhadap pihak Kepolisian Polres Cirebon dan Sat Pol-PP Kab.Cirebon, kalau mereka masih bisa mengkondusifkan tentang tempat-tempat hiburan malam yang masih beroperasi

Maka kami tidak akan melakukan aksi apapun, tetapi kalau pihak kepolisian pura-pura diam, maka kami tidak segan-segan menerjunkan pasukan, untuk menertibkan dan mengkondusikan kegiatan bulan Ramadhan, tutur Habib@ KOKOM KOMARIAH
Selengkapnya...

Massa Obrak-Abrik Gudang Miras di Arjawinangun

MATERO CIREBON - Puluhan warga desa Jungjang Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon, Kamis (27/8) malam, bersama jajaran aparat kepolisian, menggrebek sebuah bangunan rumah mewah di jalan Nyi Mas Gandasari RT.04 RW.07 Desa Jungjang. Rumah tersebut milik Gunawan yang dikontrak oleh Hanziu asal Tegal pemilik toko Makmur, di Pasar Arjawinangun, diketahui menjadi gudang penimbunan ribuan dus botol minuman keras (Miras) berbagai merk.

Penggrebekan berawal dari kecurigaan warga ketika melihat sebuah truk ber No Pol B 9060 IA masuk ke halaman rumah tersebut. Waktu itu selepas sholat Tarawih, warga memergoki truk tersebut memuat dus-dus berisi miras. Warga langsung menyegel pagar rumah dan melaporkan ke Polsek setempat dengan membawa barang bukti truk berisi miras.

Warga pun meminta polisi menggeledah isi rumah tersebut. Kapolsek Arjawinangun bersama Kuwu Desa Jungjang, dan tokoh masyarakat langsung menuju TKP dan langsung melakukan penggeledahan,

Namun, ketika akan menggeledah isi rumah itu, berlangsung alot. Pasalnya, anak Hanziu, dan pembantu rumah itu sudah berada diluar gerbang dan mengunci rumahnya dengan gembok. Ketegangan warga sempat terjadi ketika kedua anak dan pembantu Hanzui mengaku tidak memegang kunci. Diiringi teriakan “Allahu Akbar..!! Allahu Akbar..!!” taklama anak Hanzui mau membongkar paksa gembok masuk rumahnya dengan mencongkel mengunakan linggis.

Setelah berhasil dibuka paksa, didalam rumah ditemukan ribuan dus miras berbagai jenis dan merk dari beberapa ruang kamar. Massa yang menyaksikan langsung, marah, dan melampiaskannya dengan mengeluarkan dus-dus miras, mengobrak-abrik dan memecahkan ribuan botol miras ke lantai depan rumah. Tak lama kemudian satu pleton Dalmas Polres Cirebon yang dipimpin langsung Kapolres Cirebon tiba di TKP dan langsung mengamankan barang bukti ke Polres Cirebon mengunakan mobil dalmas dan truk.

Menurut Kapolres Cirebon yang didampingi Kapolsek Arjawinagun, pihaknya akan lebih waspada dan meminta kepada masyarakat berperan aktif . “Bila perlu menghubungi polsek terdekat bila ada gudang miras atau warung penjual miras, bila perlu agar menghubungi langsung ke HP saya. Saya mengucapkan terimakasih kepada warga sekitar Jungjang Kecamatan Arjawinagun yang sudah membantu dalam membrantas miras, laporan atau informasi serta peran aktif warga sekitar kepada Kepolisian khususnya polres Cirebon membantu lebih cepat melakukan tindakan,” Ungkapnya.

Khususnya jajaran Polres Cirebon, ia tekankan agar lebih berperan aktif dalam melakukan pengawasan terhadap lingkungannya
Menurut Kuwu Jungjang H.Maman, dengan kejadian ini, mereka yang menjual miras berskala besar maupun kecil yang menjajakan miras disekitar Jungjang Arjawinangun menjadi jera. “Saya juga mengucapkan terimaksih kepada warga saya yang peduli terhadap lingkunganya terutama bebas miras dan narkoba,” ujarnya.

Sementara, komentar dari tokoh masyarakat H. Hariri dan H. Sukron minta agar pihak kepolisian lebih berperan aktif dan jangan mengandalkan informasi kepada warga, gerakan ini merupaka murni inisiatif warga karena warga Jungjang ingin bersih dan bebas dari miras.

“Bilaperlu kami akan mengusir Bandar miras yang berdomisili di desa kami, karena sudah mencoreng citra baik kampung ini. Kami tidak akan tinggal diam, warga akan menyisir toko, warung klontongan yang menjual miras agar desa Jungjang dan Arjawinangun dan sekitarnya bebas dari miras,” tegas Kuwu.

Informasi menyebutkan, pemilik toko Makmur yang menjual miras itu sudah dua kali disidang Tipiring di PN Sumber, dan dirinya sudah membuat pernyataan yang disaksikan oleh pihak aparat pemerintah desa Jungjang. Namun hukuman denda tidak membuat dia jera.

Warga tak menyangka jika di dalam rumah mewah yang dipadati rumah penduduk tersebut tersimpan ribuan dus berisi minuman keras. Ibarat pepatah, sepandai-pandainya bangkai ditutupi, baunya pasti akan tercium juga. Sepandai-pandainya orang menyimpan sesuatu pasti akan ketahuan juga.
Selengkapnya...

Masyarakat Tuntut Bupati Cirebon, Mundur Dari Jabatannya

METRO CIREBON, KOTA – Bupati Cirebon dinilai tidak ada keberpihakan kepada Masyarakat terkait dengan pembangunan PLTU, sehingga Bupati Drs H Dedi Supardi pun akhirnya dituntut mundur dari jabatan. Tuntutan mundur tersebut diteriakan warga ketika melakukan unjukrasa di depan rumah dinas orang nomor satu di Kabupaten Cirebon tersebut, Rabu (26/8)

Puluhan warga yang mengatasnamakan Rakyat Penyelamat Lingkungan (RPL) dan Persatuan Masyarakat Korban Pembangunan PLTU Cirebon, datang secara bersama ke lokasi rumah dinas bupati di Jalan RA Kartini No.1 Kota Cirebon

Unjukrasa itu sendiri mengusung desakan dilakukan penutupan dan penghentian projek pembangunan listrik tenaga uap (PLTU), di desa mereka yakni Desa Kanci Kulon Kec. Astanajapura

Menurut koordinator aksi M. Aan Anwarudin, pihaknya melihat jelas adanya indikasi ketidakberpihakan bupati terkait pembangunan PLTU terhadap nasib rakyat yang dipimpinnya

"Kenyataannya projek PLTU itu jelas-jelas merugikan rakyat. PLTU batu bara adalah energi terkotor diantara energi lainnya dan sangat mematikan bagi kehidupan. Apalagi PLTU Cirebon sangat berdekatan dengan pemukiman, hanya belasan meter," tegas Aan
Diungkapnya, jika bupati memang berkimitmen berpihak kepada rakyat, tidak ada jalan lain selain menutup dan mencabut surat izin pembangunan PLTU, karena sudah sangat merugikan

Selama ini, lanjutnya, belum beroperasi saja, kerugian sudah bermunculan terutama dari warga masyarakat nelayan. Salah satunya yakni nelan kerang hijau yang mengalami kerugian sampai miliaran rupiah@ NASIMIN print this page Print halaman ini
Selengkapnya...

Warga Meminta, Situ Ciluruk Segera Dikeruk

METRO CIREBON, SUBANG - Keberadaan situ yang merupakan tempat penampungan debit air sangatlah diharapkan sebagian besar para petani.Karena dengan adanya situ maka ketika musim kemarau tiba, para petani tidak akan merasakan kesulitan air untuk mengiri sawahnya, karena air dari situ bisa digunakan oleh para petani untuk mengairi sawah. Namun kurangnya perhatian dari pemerintah kabupaten dan pemerintah propinsi harapan warga desa tersebut kini tinggal harapan

Salah satunya situ yang harus mendapatkan perhatian dari pemerintah yaitu Situ Ciruluk yang berlokasi diDesa Ciruluk Kecamatan Kalijati Kabupaten Subang Jawa barat

Situ Ciruluk seluas tiga hectare kini terus mengalami pendangkalan dan warga yang tadinya menggarap lahan sekitar situ dengan tanaman palawija dan pertanian karena kekurangan air maka para petani kini pungsi situ beralih dan ditanami pohon rambutan padahal jika situ tersebut dipungsikan bisa mengairi sawah yang ada didesa pagon Kecamatan Purwadadi , Desa ciruluk bahkan Desa Sindang Sari kecamatan Cikaum

Menurut warga Pihak Pemerintahan Desa Cirulukdengan kondisi demikian sangat prihatin situ ciruluk yang juga merupakan asset desa kini terbengkalai kemudian tahun 2008 pernah mengajukan permohonan kepada pihak pemerintah daerah kabupaten dan propinsi untuk segera dilakukan pengerukan dan mendapat respon serta telah dilakukan pengecekan dan Survey baik dari pihak Pemda ataupun pihak pemerintah propinsi namun hingga kini belum ada realisasinya untuk itu warga meminta kepada pihak pemerintah agar segera permohonan tersebut dikabulkan

H.Ujang Tokoh Masyarakat setempat kepada METRO CIREBON, mengatakan warga meminta kepada pihak pemerintah kabupaten subang untuk segera merealisasikan permohonan warga untuk segera dilakukan pengerukan situ ciruluk karena situ ini sangat dibutuhkan oleh warga sebagai penampung debit air dikala musim kemarau untuk menmgairi sawah kalupun musim penghujan tiba air tidak bisa ditampung disitu karena situ mengalami pendangkalan

Kepala Desa Ciruluk Naryom ketika dikompirmasi membenarkan warganya mengharapkan agar situ Ciruluk dipungsikan dan segera dilakukan pengerukan karena situ ini sangat berarti untuk warganya yang sebagian besar petani karena tidak berpungsi Dan mengalami pendangkalan padahal jika situ ini dipungsikan mampaatnya sangat besar selain bisa mengairi sawah juga situ ini yang merupakan asset desa kedepanya bisa ditata dijadikan obyek wisata untuk itu kami meminta pemrintah segera merealisasikan
permohonan warganya

Warga kesulitan air Bersih
Sementara itu warga meminta selain persoalan perlu dilakukan pengerukan situ Ciruluk warga desa ciruluk di tiga Rukun tetangga yaitu RT 11,12 dan 13 RW 03 warga pun merasa kesulitan air bersih jika musim kemarau tiba sebanyak 120 KK kini kesulitan air bersih bahkan untuk mendapatkan air warga sekitar harus mendapatkan air sangat jauh bahkan air dari Sungai Cibodaspun dimampaatkan untuk mandi cuci kakus bahkan memasak

Untuk itu warga berharap perhatian dari pemerintah untuk segera memperhatikan rakyatnya sesuai dengan Motto Kabupaten Subang “Rakyat Subang Gotong Royong Subang Maju” @ HIDAYAT
Selengkapnya...

Desa Mayasari, Gelar Tabliq Akbar, Hadirkan Qori Nasional

METRO CIREBON, SUBANG - Guna memeriahkan hari Kemerdekaan Republic Indonesia yang ke 64 sekaligus menyambut bulan suci Ramadhan pihak Pemerintahan Desa Cimayasari Kecamatan Cipeundeuy Kabupaten subang Jawa barat senin kemarin (17/08) menggelar Tablig Akbar dan Kegiatan yang dipusatkan di halaman kantor desa cimayasari mendapat sambutan yang meriah dari warga

Dalam kegiatan tablig akbar tersebut pihak panitia mendatangkan Qori internasional tahun 2009 KH Mu,min Mubarok dari kabupaten Tasik malaya dan penceramah KH Tubagus Miftah Fauzi SE dari kabupaten Tasik Malaya

Dalam kegiatan tablig akbar hadir kepala Desa Cimayasai Suherdi Mulyono ,serta segenap apatarur desa lainya juga para tokoh masyarakat tokoh ulama dan tokoh pemuda setempat dan asper BKPH Cipeundeuy Ending machpudin SH

Kepala Desa Cimayasari Suherdi Mulyono dalam sambutanya mengatakan digelarnya kegiatan ini guna dalam rangka memperingati HUT kemrdekaan Rid an menyambut bulan ramadhan untuk itu pihaknya mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu mengorbankan moril dam materil dengan terselenggaranya kegiatan ini selain itu pihaknya meminta kepada semua warga untuk membantu menyelesaikan pembangunan pondok pesantren Toriqul huda yang ada didesanya karena lembaga ini merupakan kebanggaan kita semua khususnya warga Desa Cimayasari

Sementara itu KH Tubagus Miftah Fauzi SE dalam tausiahnya dihadapan ratusan jemaah mengatakan dalam menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia banyak pelajaran yang dipetik mari kita isi kemerdekaan ini dengan hal hal yang positip karena Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan Karena mereka dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah telah mengorbankan segala galanya berupa harta dan nyawa karena kemerdekaan yang kita raih bukan dari hasil diberi oleh penjajah namun hasil dari perjuangan yang harus ditebus dengan sangat mahal berupa harta dan nyawa

Kemudian dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan 1430 Hijriah KH Tubagus Miftah fauzi dalam tausiahnya mengatakan mari kita sambut bulan suci ini dengan suka cita karena bulan ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah

Untuk itu dengan kita ber puasa kita merasakan adanya lapar dan haus namun hakikatnya bahwa puasa juga merupakan sarana melatih diri kita dan melatih kesabaran untuk jiwa sedangkan (rohani) bisa dibersihkan hanya dengan berpuasa sehingga dengan adanya puasa berharap kita agar lebih bertakwa kembali kepada allah SWT tuhan yang maha esa@ dar/hid
Selengkapnya...

Polda Jabar, Segera Usut Pengusaha Nakal, Langgar UU NO 32 TAHUN 1997

METRO CIREBON, SUBANG - Sungai Cilamaya yang menghubungkan batas antara dua di Provinsi Jawa Barat yang letaknya di kabupaten Subang dan Kabupaten Karawang kini sangat memprihatinkan, pasalnya kondisi air untuk kebutuhan warga Masyarakat di Dua Kabupaten tersebut menyusut, dengan keadaanya air dari sungai cilamaya menuju hilir muara ke laut

Dengan keadaan tersebut, Sungai cilamaya jika di musim kemarau tiba sangat terlihat secara kasat mata tercemar oleh limbah pabrik yang diduga dengan sengaja dibuang kesungai. Sehingga air menjadi kotor, berbau tak sedap dan menampakkan warna hitam pekat

Warga masyarakat disekitar bantaran kali cilamaya kini merasa resah akibatnya banyak warga yang mengalami terserang penyakit saluran pernapasan atas akibat yang ditimbulkan oleh limbah tersebut, namun sangat disayangkan upaya dari pihak pemerintah Daerah Kabupaten Subang belum melakukan tindakan prefentif terhadap warga bahkan terkesan tutup mata

Tercemarnya sungai cilamaya oleh limbah yang berasal dari buangan limbah pabrik yang berada disepanjang kali, selain dialami oleh warga yang berada dibantaran sungai cilamaya atas didua kabupaten namun, sangat dirasakan oleh warga Desa setempat

Pencemaran sungai cilamaya ini sudah sangat membahayakan bagi kesehatan juga air limbah jika terjadi kontak dengan kulit mengakibatkan gatal gatal dan mengganggu kesehatan pernapasan saluran atas selain itu yang terpenting sungai ini menjadi urat nadi para petani untuk mengairi sawah sekitar sungai tersebut dan juga untuk mengairi perempangan (tambak) yang ada di 3 desa dikecamatan Blanakan kabupaten Subang Jawa Barat

Diantaranya Desa Cilamaya Girang, Desa Rawa Meneng serta Desa Jaya Mukti seluas 720 hektare perempangan (tambak) jika hal ini dibiarkan karena air pasang dari laut yang berasal dari hulu sungai bisa mengakibatkan keracunan dan bisa mematikan terhadap ikan dan udang yang ada ditambak tersebut, sehingga bagi pengembang akan merugi milyaran rupiah

Udin (45) warga Muara Baru Desa Cilamaya Girang kecamatan Blanakan mengatakan kepada METRO CIREBON, pencemaran yang sudah hampir tiga tahun ini, sehingga warga merasa dirugikan karena air sungai menjadi hitam pekat dan berbau tajam sehingga mengganggu kesehatan warga dan itu sangat dirasakan jika malam hari namun warga tidak bisa berbuat banyak karena kami masyarakat kecil “katanya

Hal senada juga dikatakan Ujang masturo tokoh masyarakat Desa Cilamaya girang kecamatan Blanakan ketika ditemui METRO CIREBON di KUD Mina jaya laksana menuturkan,“tercemarnya sungai cilamaya diduga berasal dari buangan limbah pabrik yang berada disepanjang sungai tersebut

Selain mengganggu dan warga menjadi resah akibat yang ditimbulkan oleh limbah juga para petani tambak kini merasa was was pada perempangan (tambak) tambak tersebut karena air sungai tersebut sangat dibutuhkan untuk mengairi perempangan yang ada ditiga desa kini para petani tidak bisa berbuat banyak padahal ini sudah dilaporkan ke instansi terkait namun hingga kini belum ada upaya yang signipikan oleh birokrasi terkait soal tercemarnya sungai cilamaya

Ditambahkannya ujang pada tahun 2006 para ketua di lima KUD dan kepala desa juga sudah melaporkan soal ini kepada pihak Polda jawa barat melaui AKBP Sopyan Setiadi pada waktu ada sosialisasi BP Migas yang dilaksanakan di KUD Mina Jaya Laksana beberapa waktu lalu dan mereka (tokoh masyarakat)

Dengan tercemarnya sungai cilamaya oleh limbah pabrik yang berada disepanjang sungai tersebut sudah sepantasnya pemerintah lebih memperhatikan nasib rakyatnya dan mencarikan jalan keluar terkait persoalan ini dan kepada pihak penegak hokum mereka berharap untuk segera mengusut tuntas para pengusaha yang telah membuang limbah ke sungai cilamaya

Sehingga terjadinya pencemaran yang sudah sangat serius tentunya ini sudah melanggar undang undang tentang lingkungan hidup jika terbukti ada dugaan perusahaan melakukan pelanggaran Undang Undang no 23 tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup masyarakat berharap bisa dproses secara hukum yang berlaku @ Hidayat/PEI
Selengkapnya...

Proyek Peningkatan Jalan Adidarma, Sesuai Prosedur

METRO CIREBON, SUMBER – Nampaknya, Dinas PU Bina Marga merasa berang terhadap hasil kunjungan kerja Komisi C, Anggota DPRD Kab. Cirebon, Senin (24/08), terhadap Proyek Peningkatan Jalan Poros di desa Adidarma Kecamatan Gunung Jati Kab. Cirebon Jawa Barat yang diduga dalam pelaksanaan kegiatan pekerjaannya asal-asalan (amburadul-red)

Melihat hasil kunjungan Komisi Cirebon DPRD Kab. Cirebon, Kepala Dinas PU Bina Marga Kab.Cirebon, Ir. H. Tarjono, MM, turun langsung ke lapangan, Rabu (26/08), melihat kegiatan pelaksanaan proyek peningkatan jalan poros di Jalan Tambas, Desa Adidharma, Kec. Gunung jati Kab. Cirebon yang dikerjakan CV KUP

Ir. H. Tarjono Kepala Dinas PU Bina Marga Saat dikonfirmasi METRO CIREBON melalui Ir. Gator Rachmanto Kabid Peningkatan Jalan Dan Jembatan, menandaskan, untuk pelaksanaan kegiatan peningkatan jalan poros Desa, yang ada di Desa Adidarma, kian mencuat dipermasalahkan oleh kalangan DPRD, itu tidak benar adanya pengunaan batu apung

Ditambahkannya Gatot, proyek jalan poros di daerah Susukan maupun daerah Gegesik pun tak jauh berbeda dengan di Jalan Tambas. Tidak ada pengunaan batu apung yang ada batu merah dan itu sudah dibersihkan, batu berenan itu hanya beberapa nol persen saja dan batu tersebut sudah kami angkut untuk tidak dipergunakan, oleh karenanya kami sangat menyayangkan peryataan hingga 80 persen, tersebut

H. Dadang Djuanda Direktur CV. Karya Utama Perdana akan menjamin semaksimal mungkin tentang kualitas jalan. Di samping itu juga Peningkatan jalan poros di Jalan Tambas tersebut mutunya bisa bertahan lama dan dapat dialui kendaraan dengan kapasitas 45 ton. “Saya jamin kualitasnya. Kami menjalankan proyek ini sesuai aturan, ungkap, Dadang

Ir Achmad Sudiono yang akrab di sapa Dion, Ketua Gapensi Kab. Cirebon saat dimintai konfirmasi oleh METRO CIREBON, mengungkapkan, untuk pekerjaan yang dikerjakan oleh CV KUP itu sudah sesuai dengan presedur, dalam pelaksanaan pengunaan batu juga sudah sesuai, jadi apa yang dipermasalahkan, kalau berbicara pakai batu apung, maka banagaimana kita lihat kualitas jalan nantinya

Untuk melaksanakan kegiatan apa saja menyangkut kontruksi, semuanya terdiri dari orang-orang yang berkualitas, oleh karenanya, tidak mungkin sekali dalam melaksanakan kegiatan di lapangan, mengerjakan hanya asal-asalan, kita sendiri selalu menjaga, Mutu, Kualitas dan Kuantitas@ SUKIRNO
Selengkapnya...