Kejaksaan Sumber Bidik Kasus USB Disdik Kab. Cirebon

BERITA METRO, SUMBER- Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, nampaknya sedang giat melaksanakan pembagunan di bidang Pendidikan, hal tersebut adalah Pembangunan 8 Unit Sekolah Baru (USB), yang terletak di SMPN II Suranenggala, SMPN II Klangenan, SMPN II Mundu, SMPN II Plered, SMPN II Weru, SMPN II Sedong, SMPN II Pangenan dan SMPN II Depok, USB sendiri di anggarkan melalui dana Block Grand sebesar Rp. 9.6 Milyar

“Namun, pelaksanaan kegiatan USB tersebut, nampaknya di bangun asal-asalan seperti terjadi di SMPN II Klangenan, Pasalnya dalam melaksanakan kegiatan pembangunan baik dari pembuatan Pondasi yang mengunakan Batu Apung, dan Untuk Ceker ayam yang tanpa di Ikat hanya besi ukuran 10 Cm ditanam, juga kedalaman pondasi yang tidak sesuai dan penggunaan matrial di bawah standar, sehingga diduga keras pembangunan tersebut Asal-asalan

Disisi lain, Pelaksanaan kegiatan sendiri tidak melalui musyawarah baik dengan pihak Komite Sekolah maupun pihak terkait. Sedangakan komite sekolah merupakan badan yang dibentuk oleh perwakilan orang tua siswa/wali murid sebagai penyeimbang dan mitra sekolah, namun dalam kegiatannya sama sekali tidak dilibatkan sedikitpun.

Disdik Kab. Cirebon Plot Logistik
Pengadaan logistic yang semestinya melibatkan pihak komite sekolah, pada realitasnya berjalan sepihak bahkan sebagian dari logistiknya disuplay oleh oknum dari Dinas Pendidikan Kab. Cirebon. Juga perebutan tender pengadaan yang terkesan asal tunjuk oleh pihak sekolah kepada anggota BPD desa setempat. Hal ini sangat memicu kontropesi dari anggota komite sekolah yang sama sekali tidak pernah dilibatkan sedikitpun.

Kondisi seperti ini seharusnya tidak terjadi, pihak sekolah terkesan sangat tertutup pada pembangunan ini apalagi yang melibatkan anggaran pusat sebesar 9.6 miliar. Seharusnya dalam pembanguna yang bersifat kemasyarakat tidak ada kesan tertutup agar tidak ada kontropesi pihak manapun, dan pemerintahpun akan di nilai positif oleh masyarakat yang tentu saja sangat berperan penting dalam pembangunan

Ditempat terpisah Berita Metro Konfirmasikan hal tersebut terhadap Direktur Exekutif Control Strategis Independent (CIS) Cabang Cirebon, DR (HC) Bambang Arief Wijaksana, di ruang kerjanya mengatakan pada dasarnya pihak disdik jangan melepas begitu saja (tutup mata) tentang USB, kalau pihak disdik sama sekali tidak mengetahui tentang Pembangunan USB, lalu siapa yang bertanggung jawab tentang pemegang anggarannya

Kami, secara tegas akan melayangkan surat secara resmi terhadap pihak disdik maupun Lembaga Penegak hukum terkait bila mana hat tersebut benar, namun kami sendiri akan terjun langsung ke lapangan untuk mencari data yang lebih akurat lagi, tutur bambang

Ketika Berita Metro konfirmasi Hal tersebut terhadap Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumber Happy Hadiastuti, SH melalui Kasi Peidana Khusus (Pidsus) Pieter Sahanaya, melalui Telephon selularnya mengatakan, Kejaksaan Negeri sumber akan bidik USB @ MEY
Selengkapnya...

Disdik Kab. Cirebon Tutup Mata, Pengawasan Konsultan Asal-Asalan

BERITA METRO, SUMBER- Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) di kiab. Cirebon Jawa Barat, mendapatkan 8 USB yang terbagi hanya di beberapa Kecamatan, kini USB mendapat kritik tajam dari berbagai pihak, mulai dari cara pembangunan sampai cara kerja konsultan yang ditunjuk oleh Pemerintah Pusat nampaknya tidak berdaya guna

Kontrofersi inilah yang membuat geli pihak Disdik, pasalnya Disdik pun ikut terbawa dalam permasalahan yang timbul dalam pembangunan USB ini, tentu saja bukan dilaksanakan secara asa-asalan atau pun langsung, tetapi berpedoman pada RAB (Rancangan Anggaran Biaya) yang ditentukan oleh Pemerintah Pusat. ”Seperti halnya Bestek, Bestek ini berdasarkan yang tersusun di RAB ditunjukan pada konsultan

Konsultan sendiri harus aabertanggung jawab atas Pelaksanaan Kegiatan pembangunan USB tersebut, sehingga bertanggung jawab penuh di lapangan.” Ungkap Ketua Team Tekhnis Kabupaten (TTK) Drs. H. Hartono, MM melalui Sekertaris TTK Drs. H. Iman Sukiman. MM saat ditemui Berita Metro di ruang kerjanya

Disisi lain, mengenai pembangunan yang asal-asalan disdik merasa tidak bertanggung jawab, karena untuk pembangunan diarahkan langsung kepada konsultan, ”Seperti halnya pembangunan USB di SMPN II Klangenan yang diduga asal-asalan seperti ceker ayam, sebenarnya tidak termasuk pada RAB dan untuk memperkuat bangunan itu dilakukan dengan pemasangan crucuk untuk tanah yang lembek atau tanah yang labil

Sekalipun benar terjadi asal jadi pada pembangunan USB ini maka harus mengkonfirmasikan pada konsultan, karena konsultan ini yang bertanggung jawab penuh pada pembanguna.” Ungkap iman

Bahkan untuk mengawasi dilapangan, Disdik telah monitoring dengan PU Cipta Karya dan hasil temuan Cipta Karya ini akan dikonsultasikan dengan konsultan agar dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi dan disdikpun selalu cepat tanggap akan hal itu.

Bukan hanya masalah itu tapi pendirian bangunanan-pun sedang marak diperbincangkan, pasalnya bangunan USB yang berdiri di atas tanah sewa. Iman pun membantah akan hal itu, ”Didirikannya USB di atas tanah sebenarnya bukan tanah sewa melainkan tanah pengganti, dimana sebelumnya sudah disiapkan dalam DPA (Dokumen Pembiayaan Anggara) tahun 2009 yang menjelaskan bahwa tanah USB itu diganti dari APBD, juga sesuai aturan dalam juknis Pemerintah Daerah (Pemda) hanya mengadakan shering untuk pengadaan tanah, Ungkap Iman

Ditambahkannya Iman, sedangkan Pemerintah Pusat (Pempus) untuk pembangunannya yaitu 1.25 M untuk satu lokasi. Sehingga untuk pembayaran tanah diganti oleh APBD 2009 sudah disiapkan sebesar 3 Miliar lebih

Masih dikatakan Iman, namun setelah berjalan muncul Peraturan Menteri Dalam Negeri (permendegri) yang menyatakan asset desa tidak boleh dijual belikan. Adapun keputusan tukar guling harus ada ijin dari Gubernur kalau sekarang bukan Bupati lagi. Karena pembanguan USB bersifat penting, kitapun garus taat pada peraturan dan proses ijin Gubernur lama maka, kami melakukan sewa menyewa untuk 2-3 tahun

Setelah melihat perkembangannya, mengenai tukar guling tanah, sesuai kesanggupan Bupati, kita akan mengajukan usul pada Gubernur setelah ada sen (boleh-red) kita menunggu kebijaksanaan Gubernur untuk ijin, setelah kita mendapatkan ijin dan melakukan tukar guling, maka tukar guling tersebut mengenai asset tidak hilang tetapi melainkan ada dana pengganti untuk tanah Desa tersebut

Iman menegaskan,”Disdik sama sekali tidak memotong anggaran untuk USB sedikitpun, pasalnya pencairan dana USB langsung pada rekening Giro panitia USBdan pengambilannyapun harus oleh konsultan tanpa ada tanda tangan konsultan maka tidak bias dicairkan jadi, mana mungkin Disdik bias memotong anggaran tersebut

Mengenai permasalahan Komite Sekolah SMPN II klangenan yang tidak dilibatkan dalam kegiatan itu karena mulanya Kuwu dan kepanitian kurang harmonis. Sementara SMPN II Klangenan prosesnya paling belakangan karena masih ada permaslahan mengenai tanah.@Imey
Selengkapnya...

Pembangunan Proyek Tol Palimana Cikampek Terancam Gagal

BERITA METRO, PALIMANAN - Warga Masyarakat Desa Kempek Kecamatan Gempol, Kab. Cirebon, Jawa Barat, menentang keras adanya rencana pembangunan proyek jalan tol Palimanan - Cikampek (Palci), Pasalnya harga tanah milik Masyarakat tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh warga Desa Kempek, Senin (26/09)

Pasalnya, dari pihak P2D memberikan harga tanah yang sangat murah pada warga, yang tanahnya terkena proyek pembangunan jalan tol tersebut,Warga Desa Kempek dengan P2D sudah mengadakan musyawarah tetapi nampaknya buntu tidak menuai hasil yang signifikan

Pertemuan tersebut guna membahas harga tanah, namun warga Desa Kempek tidak puas denga putusan P2D soalnya harga tanah ditawar sangat murah, dibandingkan dengan harga tanah di desa lain yang terkena proyek serupa, padahal warga desa kempek sudah membuat kesepakatan yang telah di setujui oleh beberapa intansi terkait seperti Camat Gempol Drs. H .Gunawan,MA,MPd dan Kuwu Kempek Sambudi. Hasil kesepakatan pada tanggal 21 Oktober yang lalu meliputi harga Tanah dan Bangunan

Seperti halnya harga tanah yang ada bangunannya sebesar Rp.2.200.000/meter, harga tanah darat Rp.600 ribu/meter dan tanah sawah Rp.200 ribu/meter, sedangkan untuk tanah sawah bagian timur harganya sebesar Rp.250 ribu/meter serta tanah yang terkena pelebaran jalan Rp.250 ribu/meter

Salah satu Warga masyarakat Rahmat (48) tanahnya terkena gusuran pelebaran hanya di hargai sebesar Rp 26.000/meter, sehingga kami merasa keberatan terhadap harga tersebut, coba kita bayangkan mas, “masa sih harga tanah murah sekali, sedangkan yang lainnya lebih mahal, kalau kami jual dengan harga tersebut sama saja harga tanah dengan harga ayam, ”tandas Rahmat”

Rahmat seraya menambahkan, Masyarakat sendiri menuntut kompensasi yang meliputi Penyelesaian pembangunan masjid dan pondok pesantren yang ada di daerah kempek, Pembuatan jalan penghubung antara desa gempol dengan desa kempek. Sedangkan kompensasi tersebut belum disepakati/disetujui oleh pihak P2D yang diketuai Bambang

Masyarakat Desa Kempek sangat berharap kepada Bupati Cirebon Drs. H. Dedi Supardi. MM dapat membantu untuk meberikan solusi harga tanah yang pantas bagi warga yang terkena gusuran proyek pembangunan jalan Tol Palimanan-Cikampek, ungkap Rahmat @Nasimin
Selengkapnya...

Puluhan Juta Uang Milik Calhaj, Mengendap Di Kantor Depag dan Imigrasi

BERITA METRO, CIREBON - Puluhan juta rupiah dana pembuatan paspor milik jamaha haji di Kota Cirebon, kini masih mengendap di Kantor Departemen (Depag) Kota Cirebon dan Kantor Imigrasi. Dana tersebut merupakan biaya pembuatan paspor sebelum turunnya kebijakan paspor gratis oleh pemerintah Pusat

Di Kantor Depag Kota Cirebon, tahun ini terdapat 316 calhaj, dan hanya 52 orang saja yang gratis karena membuat paspor setelah turunya kebijakan gratis oleh pemerintah, sedangkan 263 calhaj terpaksa membayar yang besarannya Rp 270 ribu ke kantor imigrasi

Uang milik calhaj itu seharusnya dikembalikan kepada para calhaj yang berhak menerimanya. Ironisnya, hingga saat ini hak para calhaj ini belum dikembalikan dan masih mengendap di Depag Kota Cirebon dan Kantor Imigrasi Cirebon

Jumlah dana yang mengendap dikedua instansi ini sebesar Rp 70 juta lebih. Dengan rincian Rp 33,4 juta berada di Kantor Depag Kota Cirebon dan Rp 37,53 juta berada di kantor Imigrasi Cirebon

Kepala Kantor Depag Kota Cirebon, Arifin, melalui Kepala Seksi Urusan Haji (Kasie Urhaj), Ahmad Rivai, mengungkapkan, mengakui jika pihaknya masih menahan dana tersebut dengan alasan takut terjadi sesuatu jika uang tersebut kami kembalikan ke para Calhaj

Pasalnya, lanjut Rivai, pihaknya menerima pengembalian dana pembuatan paspor dari Kantor Imigrasi hanya untuk 124 orang calhaj saja yakni sebesar Rp 33.480.000. “Tidak dikembalikan semua karena menurut orang Imigrasi, sebagian dana itu sudah masuk ke kas Negara, dan bagi yang belum dimasukan ke kas Negara diserahkan ke kami (Depag Kota Cirebon, red),” kata Rivai

Hingga kini Depag Kota Cirebon masih bingung kapan akan dibagikan dana tersebut, karena masih menunggu pengembalian sisa dana dari Kantor Imigrasi. “Karena sudah masuk ke kas Negara, proses penarikannya pun menjadi panjang,” tegasnya

Ketika didesak soal rencana Depag Kota Cirebon yang akan mengambalikan dana paspor milik calhaj saat berada di embarkasi, Rivai rencana itu memang ada, hanya saja dia masih ragu apakah proses pengembalian itu akan benar-benar terlaksana atau tidaknya

Kabupaten Cirebon
Ditempat terpisah BERITA METRO konfirmasihkan hal tersebut terhadap H.Abdul Ghofar Kepala Kakandepag Kab. Cirebon Jawa Barat melelui telephon selularnya, mengatakan, calhaj di kabupaten Cirebon yang membayar sendiri pembuatan paspornya sebanyak 40 orang dan relative lebih kecil dari 2144 calhaj yang berangkat pada tahun ini. “Keterangan yang saya dapat dari Dirjen PHU, uang itu akan dikembalikan melalui rekening masing,”kata Kepala Kantor Depag Kabupaten Cirebon Abdul Ghofar

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari kantor Imigrasi mengenai dana calhaj yang mengendap tersebut@ MOCH MANSUR
Selengkapnya...

Rehab Sekolah Bantuan DAK, Menuai kritik, Siswa Belajar di Musholla

BERITA METRO, SUMBER – Sekolah penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) di kabupaten Cirebon Jawa Barat sebanyak 151 Sekolah, yang diperuntukan bagi Sekolah yang rusak, seperti halnya beberapa Sekolah Penerima DAK tersebut yaitu, SDN II Pegagan Lor, SDN II Dukuh, SDN I Keraton, SDN III Suranenggala Kidul dan SDN II Cangkring

Hasil pantauan BERITA METRO di lapangan, beberapa Sekolah penerima DAK tersebut kini sudah dilakukan pembangunan hampir 40 hingga 60 persen, bentuk nilai bantuan tersebut berfariasi, perlokal bantuan tersebut sebesar Rp.75 juta, sehingga kisaran besaran bantuan antara Rp. 210 juta untuk 3 local hingga 140 juta 2 local dan 75 juta untuk satu local

“Yang anehnya, para Kepala Sekolah penerima bantuan DAK, nampaknya takut dengan kedatangan LSM maupun para wartawan yang hendak melakukan konfirmasi ataupun investigasi. Pasalnya Sekolah penerima bantuan itu banyak menggunakan bahan material bekas lebih dari 60 persen, seperti Batu Bata dan kayu”

Untuk Perencanaan dalam bestek (gambar) bahwa dari 151 sekolah penerima bantuan hanya 1 gambar (bestek). Seharusnya untuk perencanaan yaitu 1 sekolah 1 bestek (gambar). Tetapi, hasil peninjauan di lapangan pelaksanaanya tidak sesuai dengan gambar. Yang mana kenyataanya dari 151 sekolah penerima bantuan beda gambar, yaitu dilihat dari segi lokasi sekolah

Peningkatan Mutu dan Belajar
Denga memakainya bahan material bekas nampaknya, dilihat dari mutu itu pasti tidak akan kuat hingga puluhan tahun kedepan. Yang dikhawatirkan bangunan yang memakai material bekas hanya bertahan 5-6 tahun bangunan tersebut akan rusak kembali

Seperti yang kita lihat di lapangan, memang bentuk bangunan itu indah, bersih, dan rapih tetapi, mutu dan kualitasnya sangat buruk dikarenakan menggunakan bahan bangunan bekas.

Menutup kemungkinan, dari 151 sekolah penerima bantuan menggunakan bahan bangunan bekas yang sama. Padahal, bentuk bantuan itu mengahabiskan ratusan juta. Tetapi mengapa dalam pelaksanaanya hanya menggunakan bahan bekas yang hampir 60 persen


Melihat peningkatan belajar mengajar, sangat terganggu sekali adanya sekolah yang sedang di bangun (mengganggu aktivitas belajar-red). Pihak sekolah memilih untuk menggunakan Mushala yang ada di desa tersebut dan tidak memilih alternative untuk membagi menjadi kelas pagi dan kelas sore untuk proses belajar mengajar

Seperti yang terjadi di SDN Pegagan Lor 2, Kec Kapekata, kab Cirebon, para siswa terpaksa belajar di Musholla karena ruangan KBM yang sedang direhab.. KBM Kelas I bertempat di Musholla Abah Tadi, kelas II di Musholla Abah Qoyyum, dan kelas III-IV-V di mushalla Abah H farhan Abbas, sayangnya ketika Berita Metro konfirmasikan kepada Kepala sekolah tidak ada di tempat. Bapak sedang keluar, ungkap salah satu guru @ Sukirno/Agus Arifin
Selengkapnya...

Sambut Ruat Laut, Mochamad Ali Lepas Dongdang Kelaut Blanakan

BERITA METRO, SUBANG – Ruat laut Desa/kecamatan Blanakan, Kab. Subang Jawa Barat kembali di gelar. Agenda rutin tahunan ini di lepas oleh Mochammad Ali, dengan melepas Dongdang dilaut Blanakan. Pasalnya Mohammad Ali adalah sebagai tokoh masyarakat, dan orang yang dituakan di Daerahnya, serta orang nomor satu dikecamatan Blanakan

Menurut Ali yang juga menjabat sebagai Ketua KUD Mina Fajar Sidiq Blanakan Desa/kec Blanakan, Kab. Subang, Jawa Barat, pesta Laut atau tepatnya Ruat laut pada tahun ini, berbeda dengan ruat laut ditahun sebelumnya. Ruat laut kali ini, selain dijadikan ajang syukuran para nelayan, juga mengambil waktunya bertepatan dengan musim panen petani sekaligus juga menghantar musim tanam padi

“Setidaknya apabila kami mengambil waktu ruat laut bertepatan dengan musim panen, masyarakat Blanakan dapat menikmati suasana ruat laut tanpa tangan kosong, bawa duit buat bekal, juga ruat laut ini juga dapat dijadikan ruat bumi oleh petani yang akan menghadapi musim tanam padi,”ucap Ali

Diambilnya waktu pelaksanaan ruat laut bertepatan dengan musim panen dan musim tanam, sengaja dikaitkan agar kegiatan ruat laut tidak saja dinikmati oleh nelayan, namun agar masyarakat Blanakan yang mayoritas petani, disamping itu para petani juga ikut menghadiri ruat laut, yang intinya enyambut sama halnya dengan ruat bumi. Dengan adanya ruat laut sehingga dapat menghantar musim tanam padi.

Sementara kegiatan ruat laut menurutnya, merupakan sebagai wahana penyaluran dan aplikasi aspirasi para nelayan serta petani dalam mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT. setelah kurang lebih 1 tahun dalam upaya yang cukup melelahkan bergelut mencari nafkah demi keluarganya


Mohammad Ali, Sebagai pengelola KUD mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para nelayan yang senantiasa aktif melelangkan hasil tangkapan ke TPI-KUD ini demikian pula ucapan yang sama kepada para Bakul yang senantiasa aktif membeli ikan hasil tangkapan.

Ditambahkannya Ali, penyelenggaraan Syukuran Ruat Laut ini berpedoman kepada Surat Keputusan Pengurus KUD Mandiri Mina Fajar Sidik, Nomor 46/A.1/MFS-0708-Y2K/VII/2009, tentang Penyelenggaraan Ruatan Laut ke- 2 Tahun 2009. Rapat Pleno Pengurus pada tanggal 2 Maret 2009 tentang Pelaksanaan Kegiatan Ruat Laut ke-42 tahun 2009 KUD Mandiri Mina Fajar Sidik

Menyinggung tentang dana, Ali menandaskan Iuran Nelayan, baik Nelayan Anggota maupun Nelayan Pendatang, sebesar 1% dari Raman Kotor, yang ditarik selama 6 bulan mulai tanggal 1 April 2009 s/d 30 September 2009. Dari Bakul sebesar 0,5% dari Nilai Pembelian, dan ditarik selama 3 bulan mulai tanggal 1 Mei 2009 s/d 31 Juli 2009, Swadaya KUD Mandiri Mina Fajar Sidik dan Partisipasi Sponsor


Sebagai evaluasi, perlu disampaikan bahwa syukuran ruat laut bermakna adanya perkembangan usaha atas upaya yang telah kami lakukan selama periode bulan Januari hingga September 2009 terbukti telah menghasilkan Produksi ikan di TPI sebanyak 2.709.100 Kg.- senilai Rp. 15.531.302.000,-dengan Retribusi yang telah disetorkan kepada Pemerintah Daerah sebesar Rp. 248.500.832

“Hasil produksi tersebut apabila dibandingkan dengan produksi pada periode yang sama di tahun 2008, maka telah terjadi kenaikan yang cukup berarti, sebesar 3,19%, dimana produksi meningkat sebesar Rp. 479.458.000,- dan Retribusi meningkat sebesar Rp. 31.613.328

Pada ahirnya, Ali menjelaskan lagi, Inti dari thema Syukuran Ruat Laut ini, yaitu “Pemberdayaan Potensi Perikanan Laut Dalam Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir”Ungkap Ali@(PIRDAUS/HIDAYAT)
Selengkapnya...

Kijang Seruduk Tronton, 3 Tewas 5 Luka Berat

BERITA METRO, CIREBON- Diduga akibat supir mengantuk, yang mengendari kijang nopol B 2244 EB yang bermuatan 8 orang menabrak mobil Tronton Nopol N 8972 UK yang bermuatan kertas Selasa (20/10). Akibatnya kendaraan kijang bernasib naas, 3 orang tewas dan 5 orang lainnya luka-luka. Saat ini korban mendapatkan pelayanan medis di rumah sakit

Korban tersebut di evakuasi dan dilarikan ke Rumah sakit(Ciremai) dan RSUD Gunungjati Cirebon. Korban yang tewas diantaranya Mundi (43), Marsyati (35) dan syafei (30), sedangakan yang menderita luka serius yaitu Soleha Entus, Munif(43) , Adit, Mawena dan Santo (supir). Korban yang merupakan saudara ini berasal dari Unggul tempe, Rt 03/01, kec Kalianda, Lampung dan berniat untuk menemui orang tua di daerah Madura, namun naas yang terjadi adalah kecelakan maut di Tol Palikanci

Kecelakaan maut yang terjadi di jalur tol Palikanci terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Mobil kijang yang berisi satu keluarga itu melaju kencang di jalur Tol Palikanci Cirebon, diduga supir Kijang, Santo lelah dan mengantuk setelah menempuh perjalanan jauh dari Lampung menuju Madura

Kijang berwarna hitam itu melaju kencang, sehingga sopir tidak bisa mengendalikan kendaraannya dan langsung menabrak Tronton yang dikemudikan Nurkani (41), warga Batang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Akibat kerasnya benturan, tiga penumpang dalam kijang tewas di lokasi kejadian

Menurut keterangan yang di dapat Berita Metro, Nurkani (supir Tronton ), saat itu dia melaju dengan kecepatan 60 km/jam, tiba-tiba dia merasakan ada benturan dari belakang mobil yang di kemudikannya, “Awalnya saya menduga suara keras itu ban mobil yang pecah, akhirnya saya berhenti,”tutur Nurkani ketika di temui di kantor Jasa Marga, Ciperna

Nurkani sangat terkejut ketika dia melihat ada mobil Kijang yang bagian depannya sudah masuk ke bagian bawah tronton. Bahkan beberapa penumpangnya sudah tidak bernyawa. Setelah itu mobilnya telah diamankan dan kasus kecelakaan tersebut kini tengah ditangani pihak kepolisian untuk di tindak lanjuti.@ Nasimin/Imey
Selengkapnya...

Kepsek Tanjungbaru, Gelapkan Uang Material

BERITA METRO, SUBANG – Kepala Sekolah SDN Tanjungbaru Desa/Kecamatan Blanakan menjual material bangunan bekas, diduga hasil penjualan material itu digunakan untuk kepentingannya sendiri

Hal tersebut diketahui setelah Metro cirebon mendatangi lokasi SDN Tanjungbaru yang telah dibongkar karena akan dilakukan perbaikan yang didanai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK). Menurut pekerja pembongkaran tiga ruang kelas tersebut dilakukan sepekan yang lalu dan bahan materialnya langsung dibawa oleh mobil entah menuju atau dibawa kemana.

“Material bekas bongkaran ini entah dibawa kemana, katanya sih telah dijual karena pada saat saya akan menggunakan sejumlah kayu bekas itu tidak boleh oleh Kepala Sekolah,”ucap pekerja.

Kepala Sekolah SDN Tanjungbaru, Anap Hanafi saat dikunjungi kesekolahnya yang bersangkutan telah pulang, menurut seorang guru yang belum diketahui namanya bahwa pagi hari kepala sekolah ada disekolah yang kemudian entah pergi kemana,”Waktu pagi kepala sekolah ada disekolah,”ucapnya.

Saat Metro Cirebon menghubungi Kepala Sekolah melalui ponselnya, yang bersangkutan tidak dapat menjawab pertanyaan Metro Cirebon atas hilangnya material bekas bongkaran 3 ruang kelas disekolahnya. Pertama kali menjawab bahwa material kayu dan genting bekas disumbangkan kesebuah madrasah, namun Kepala sekolah tidak mau mengatakan nama madrasahnya.

Dalam waktu hitungan menit, Kepala sekolah menjawab lagi bahwa material genting dan material kayu bekas telah dijualnya, adapun uang hasil penjualannya dipakai untuk membuat bangunan tempat parkir yang menghabiskan dana sebesar Rp.1,250.000.

Sementara atas pengakuannya hasil penjualan material genting dan material kayu bekas mengantongi uang Rp.2,5 juta, namun sayangnya yang bersangkutan tidak mau merinci jumlah genting dan jumlah kubikasi kayu yang dijualnya,”Barang itu disumbangkan ke madrasah, juga telah saya jual untuk keperluan bangunan parkir,”ucapnya (PIRDAUS)
Selengkapnya...

Persidangan Kasus Gratifikasi Molor, KM Minta Hadirkan Saksi Ahli

BERITA METRO, SUMBER- Persidangan Mantan Kepala Dinas Perhubungan Drs. Djodjo Soedirja Kembali di gelar Senin (19/10) dengan nomor perkara 373/B/ 09, merupakan terkait kasus gratifikasi (Suap-red) penerimaan TKS (Tenaga Kerja Sukarelawan) pada tahun 2007/2008 di Dinas Perhubungan Kab. Cirebon Jawa Barat

Dalam Persidangan yang dipimpin langsung Hakim Ketua H. Sulasdiyanto SH, Hakim Anggota Maha Nikmah SH dan Immanuel SH, hadir pula Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pieter Sahanaya. SH, serta Terdakwa di dampingi team pembelanya H.Edy Setiadi,SH.MH dan Gunardi SH, yang mengahadirkan dua orang saksi meringkankan yaitu Yanki M. SH, pegawai di Uji Kendaraan (KIR) dishub dan Iyan Herdiyana Tenaga Honorer

Persidangan yang di buka sekitar pukul 11.30 WIB di Ruang sidang utama. Dalam persidangan tersebut dihadiri keluarga tersangka dan para wartawan. Dihadapan hakim ketua Yanki (saksi) meringankan selalu memuji mantan pimpinannya, Yanki mengatakan,”Ketika Djodjo menjabat sebagai kepala Dinas perhubungan, Djodjo orang yang sangat respek terhadap anak buahnya dan Djodjo orang yang sangat menjunjung tinggi kedisiplinan

Setelah pernyataan tersebut kemudian Gunardi Rasta SH MH, selaku pembela Djodjo memberikan pertanyaan yang menyinggung tentang prosedur penerimaan pegawaian pada saat kepemimpinan Djodjo.“Sesuai ketentuan dan aturan yang saya ketahui penerimaan TKS maupun PNS, yaitu melalui bagian kepegawaian Dishub.”Ungkap Yanki

Seraya menambahakan, adapun tentang dugaan pemberian tanda terimakasih pegawai yang telah diterima, dengan pemberiaan uang saat penerimaan tenaga kerja sukarelawan, kami tidak tahu menahu akan hal itu. Ungkap Yanki

Saksi kedua Iyan Herdiyana, untuk meringankan kasus djodjo benar- benar tidak berhasil. Saksi keduapun dianggap tidak meringankan terdakwa. Hingga akhirnya sidang pun ditunda pada Senin, 26 Oktober 2009(molor-red), keputusan hakim bahwa persidangan pekan depan dengan menghadirkan saksi ahli, jangan sampai pembela menghadirkan saksi kedua seperti Yanki dan Iyan.@ Nasimin/Imey.H
Selengkapnya...

Dephub pusat Pasang Lampu Bertenaga Surya di Beberapa Titik Rawan

METRO CIREBON, SUBANG – Dinas perhubungan pusat melakukan perbaikan lampu jalan bertenaga surya, perbaikan tersebut dilakukan oleh rekanan PT. Surya Energi Indotama Energi (LEN Industri ersero) Bandung

Menurut Mekanik LEN Agus Cuntaka melalui rekan kerjanya Wawan Darmawan didamping Driver material lampu, Jajang Arifin saat ditemui dilokasi pekerjaan yang ada didusun Hegarmanah Desa Ciasembaru Kecamatan Ciasem, saat itu Wawan menjelaskan bahwa dirinya tidak tahu banyak mengenai pekerjaan yang sedang dikerjakannya

Karena dirinya hanya sebagai pekerja yang sifatnya hanya mengerjakan tugas dari atasannya, adapun mengenai perbaikan marka jalan berupa lampu tenaga Surya dirinya mempunyai kewenangan untuk melakukan perbaikan lampu yang rusak parah maupun rusak ringan mulai dari Cikampek hingga Losarang indramayu berjumlah sekitar 192 tiang lampu

Adapun yang mengalami kerusakan sebanyak 96 tiang diantaranya yang berada di Pantura Subang, adapun target hari ini, Senin (19/10) sebanyak 12 titik lampu yang ada di Pantura mulai perbatasan Gamon hingga lampu yang ada di Kecamatan Ciasem akan dapat diselesaaikan

“Kami satu tim disini hanya melaksanakan tugas perbaikan lampu bertenaga surya ini, untuk hal lainnya silahkan hunbungan coordinator saya,”ucap Jajang diiyakan Wawan

Koordinator PT. Surya Energi Indotama Energi (LEN Industri Persero) Bandung, Heru Purnomo pada saat dikonfirmasi Metro Cirebon melalui ponselnya, membenarkan adanya kegiatan timnya yang sedang melakukan perbaikan lampu tenaga Surya yang ada diwilayah Pantura. Menurutnya dimulai dari Cikampek sampai dengan wilayah Losarang Indramayu berjumlah sekitar 192 lampu yang terpasang

Dari sebanyak 192 lampu sebanyak 96 lampu mengalami kerusakan, adapun sebanyak 96 lampu yang mengalami kerusakan berasal produk dalam negeri, sementara sisanya buatan Cina dapat bertahan hingga saat ini. “Saya bukan menjelekan produk dalam negeri, akan tetapi begitu adanya bahwa dari sebnayak 192 lampu yang terpasang mulai tiang nomor 1 hingga 96 berasal lampu produk dalam negeri mengalami kerusakan,”ucapnya (PIRDAUS/HIDAYAT)
Selengkapnya...

Bupati Subang, datangi Kantor BBWS Bandung

METRO CIREBON, SUBANG – Hari ini, Senin (19/10) Bupati Subang, Eep Hidayat didampingi Kepala Jasa Marga dan Pengairan Subang, Umar dan Kepala Desa Pangarengan Kecamatan Legonkulon, Atifah akan bertandang ke kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Bandung

Menurut Kades Pangarengan, Atifah keberangkatannya ke BBWS Citarum Bandung bersama pihak PU dan Bupati untuk merembukan mengenai perbaikan tanggul Cipunagara blok Suryadi Desa Pangarengaan Kecamatan Legonkulon yang saat ini amblas lagi.

“Pihak BBWS Citarum mengundang kami selain untuk membicarakan perbaikan tanggul Suryadi juga saya akan menyampaikan desakan masyarakat saya yang saat ini mulai gerah lagi dalam menghadapi m usim hujan,”ucap Kades.

Desakan yang kuat dari masyarakat, Kades akan berusaha semampunya untuk menyampaikan kegarahan masayrakatnya dalam menghadapi musim hujan mendatang, karena biasanya tanggul rentan jebol pada saat musim hujan, sementara saat ini tanggul yang beberapa bulan lalu diperbaiki telah amblas kembali yang kedalamannya cukup dalam dan panjangnya mencapai puluhan meter.

“Saya memenuhi undangan BBWS Citarum, selain respon baik BBWS Citarum untuk membangun kembali tanggul blok Suryadi secara permanent juga adanya seorang pemborong yang siap untuk mendanai dulu perbaikan tanggul tersebut asalkan dibangun secara permanent,”usulnya.

Apa yang disampaikan Kades Pangarengan adanya desakan dari warganya benar adanya, setelah Metro Cirebon mengkonfirmasikan lagi kesejumlah warganya, terutama yang ada dibawah tanggul blok Suryadi, mereka sangat ketakutan untuk menghadapi musim hujan mendatang. Karena selain tanggul yang amblas lagi dan sekaligus mengurangi badan tanggul yang menjadi kehawatira warga.

“Waduh pak, jangankan badan tanggul ini berkurang, pada saat badan tanggul ini masih utuh pada musim hujan yang lalu hamper jebol, bisa dibayangkan pada musim hujan mendatang apabila tanggul ini tidak segera diperbaiki,”ucap warga.

Ketua LSM PMGR Kabupaten Subang, Drs. Mukti Ali Bonang, yang saat ini sedang sibuk mengoptimalkan pekerjaannya untuk mengawal sejumlah proyek BBWS Citarum mengharapkan kiprahnya dalam mengawasi proyek-proyek yang dikeluarkan atau BBWS Citarum sebagai kuasa anggarannya akan dioptimalkan untuk memberikan supot dan masukan teknis yang propesional sesuai medan atau membaca medan yang ada.

Artinya, dirinya akan selalu memberikan masukan dan mengusung kondisi lapangan sesuai dengan medan dan keinginan masyarakat yang mengarah pada sejumlah perbaikan atau pekerjaan yang diusung dan kuasa anggarannya BBWS Citarum, seperti halnya tanggul Blok Suryadi yang akan dilakukan perbaikan secara permanent sekaligus akan dapat mengoptimalkan kokohnya tanggul blok Suryadi.

“Saya sangat berterima kasih kepada pihak BBWS Citarum atas respon perbaikan tanggul blok Suryadi yang akan dilaksanakan secara permanent, sekaligus akan menjadi pengobat kehawatiran masyarakat yang ada di dua Kecamatan, ”ucapnya (PIRDAUS/HIDAYAT)
Selengkapnya...

Leher Digorok, Dikubur Tengah Sawah, Gara-gara Bisnis

METRO CIREBON, SUMBER - Pamit mau mengurusi bisnis, Andri, warga Desa Mayong kecamatan Arjawinangun, justru ditemukan tak bernyawa dengan posisi tubuh “terkubur” di areal persawahan. Diduga kuat, pemuda berusia 28 tahun ini korban pembunuhan

Mayat korban pertama kali ditemukan oleh seorang pengembala yang merasa curiga karena mencium bau busuk yang menyengat. Setelah ditelusuri, bau busuk tersebut berasal dari tumpukan tanah di tengah sawah. Bahkan si pengembala sempat melihat jempol korban yang diantara tumpukan tanah tersebut

Karena merasa takut, saksi lalu melaporkan penemuannya itu ke aparat desa, laporan itu kemudian diteruskan ke kantor Polsek setempat. Saat ditemukan, kondisi leher korban terlihat jelas luka mengangah seperti bekas bacokan senjata tajam

Menurut keterangan keluarga korban, empat hari sebelum ditemukan, korban sempat menerima telepon dari seseorang yang saat ini belum diketahui identitasnya. Setelah menerima telepon korban pun beranjak pergi. Kepada keluarganya, korban sempat mengatakan jika dirinya ada urusan bisnis

Namun kepergian korban ternyata tidak pernah kembali. Keluarganya sempat mencari tahu ke beberapa teman korban, namun tidak satu keterangan yang menyebutkan keberadaan korban. Pihak keluarga baru kaget ketika ada kabar tentang ditemukannya mayat seseorang di pematang sawah

Kapolres Cirebon AKBP Drs Arif Ramdhani ketika dikonfirmasi membenarkan kasus penemuan tersebut, bahkan pihaknya hingga kini masih menyelidiki untuk mengungkap dalang pelaku. “Kami masih melakukan penyelidikan,” tegas kapolres@ MOCH MANSUR
Selengkapnya...