Sampai dengan malam ini, telah dipertandingkan beberapa nomor tunggal putra dan putri, termasuk diantaranya pemain andalan dari Kabupaten Cirebon, Verent Nanda Azahra yang ikut dalam nomor tunggal usia dini 9 tahun
Dalam kejuaraan ini, Varent Nanda Azahra, atau yang akrab disapa Zahra merupakan atlit andalan PB. Sumber Tangkas Cirebon (STC). Zahra siap dihadapkan dengan tiga lawan beratnya yakni Aldina dari PB. Sinema Sukabumi, Mega dari Garuda Tangkas Indramayu (GTI), dan Feni dari PB. DBC Cimahi
Penanggung Jawab PB. Sumber Tangkas Cirebon (STC) Drs. Tono Roeshartono, kepada BERITA METRO mengatakan, Zahra memang dijagokan untuk meraih peringkat pertama dalam kejuaraan bulutangkis kali ini. Ketiga lawan berat tersebut, menurut Tono, selalu bertemu di setiap pertandingan yang digelar skala nasional. “Ketiga lawan itu selalu bertemu Zahra di semi final. Dengan Aldina, Zahra bermain Rubber Game (RG) dan bersaing tipis,”kata Tono
Lebih lanjut Tono mengatakan, Zahra dalam setahun ini terus digenjot latihan secara intens, sehingga ia siap dihadapkan untuk mengikuti kejuaran-kejuaraan bulutangkis yang digelar di tingkat nasional. Dalam setahun ini, berbagai prestasi diraih Zahra dalam kejuaraan bulutangkis tingkat nasional seperti Cilegon Open (Juara III), Bupati Serang Open (Juara III), dan pada kejuaraan bulutangkis BM 77 yang diikuti oleh 1.500 peserta pada bulan Juli 2009 lalu, Zahra berhasil meraih Juara II
Dalam pertandingan kemarin, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon Drs. H. Nur Riyaman Novianto, MM, untuk menyaksikan kejuaraan Bulutangkis Usia Dini, sepulang dari kantor menyempatkan diri ke GOR Ranggajati untuk menyaksikan pertandingan yang diharidi pula para Kepala Dinas , Para camat dan Pejabat teras lainnya Pemkab Cirebon
Ditambahkanya Pelatih PB Sumber Tangkas Cirebon (STC) Apriagendana, S.Pd ketika dikonfirmasi BERITA METRO, menuturkan, untuk persiapan Azahra adalah memang dia salah satu pemain yang punya bakat dan talenta sebagai calon juara di kelompok usia 9 tahun, dan pada malam ini, Azahra bertanding melawan Widi dari PB GTI Indramayu menang telak dengan skor 21.10 dan 21.07
Disamping itu juga Azahra adalah pemain andalan STC, menurut pengakuannya pernah bermain di berbagai daerah seperti Jakarta, tanggerang, Bandung, Tasikmalaya dan Wilayah III Cirebon, Azahra sendiri sudah pernah meraih baik juara I,II dan III dalam pertandingan UPI Bandung Azahra juara I, dan Juara II di Sampoerna Sumedang serta juara III di beberapa event yang diikutinya di wilayah Jawa Barat, tandas Apri@ AGUS ARIFIN Selengkapnya...
BERITA METRO, KOTA - Maraknya praktek kemaksiatan, Aliran Sesat dan Gereja-gereja yang disinyalir liar di Kota Cirebon membuat Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Anti Pemurtadan & Aliran Sesat (GAPAS) Wilayah III Cirebon menggelar aksi demonstrasi. Aksi ini mereka lakukan karena keluhan dan laporan yang mereka sampaikan kepada pihak terkait tidak mendapatkan tanggapan yang jelas
Tepat pukul 09.00 WIB massa sudah berkumpul di Islamic Centre Kota Cirebon. Sebagian masa hadir menggunakan kendaraan roda dua dan sisanya menggunakan mobil. Aksi yang dikawal ketat puluhan anggota kepolisian POLRESTA Cirebon ini dimulai di POLRESTA Cirebon. Dengan diselingi pekik Takbir “Allahu Akbar” di tempat ini demonstran melakukan orasi secara bergantian. Dalam orasinya Ketua GAPAS Ustd. Andi M menuntut agar aparat bertindak tegas terhadap segala bentuk kemaksiatan yang meresahkan masyarakat.
Tarian striptease yang pernah digelar di Rain luxury Club (RLC) yang berlokasi di Cirebon Super Block (CSB) menurut juru bicara demo adalah bentuk nyata dari kemaksiatan yang dipertontonkan oleh pihak penyelenggara yang sangat bertentangan dengan akidah Islam agama yang dianut oleh mayoritas masyarakat Cirebon, dan bertolak belakang dengan predikat Cirebon adalah Kota Wali.
Aksi yang berjalan cukup tertib ini kemudian dilanjutkan di hadapan kantor DPRD Kota dan Kantor Walikota Cirebon. Di kantor Walikota perwakilan demonstran yang merupakan ketua-ketua ormas perserta aksi diantaranya GAPAS, Gerakan Masyarakat Anti Maksiat (GAMAS) Cirebon, GAMAS Kuningan, GAMAS Majalengka, Gerakan Reformis Islam (GARIS) Bandung, Kuningan, FPI Majalengka, Laskar Mujahidin Cirebon, Majelis Mujahidin Indonesia Cirebon, dan lainnya mengadakan dialog untuk menyampaikan tuntuntannya.
Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Walikota Cirebon Drs. H. Sunaryo HW, MM, Kapolresta Cirebon dan sejumlah unsur terkait. Perwakilan Aksi yang dipimpin oleh Ust. Salim Bajrie dan Ketua Forum Ulama Wilayah III Cirebon KH. Dabbas Hafidz menuntut agar tempat-tempat maksiat yang menggelar porno aksi, gudang miras, aliran sesat dan gereja-geraja liar agar ditindak tegas
Mereka mengklaim memiliki bukti yang mendukung seprti bukti rekaman foto dan bukti lainnya. Disinyalir bulan hanya RLC yang menggelar tarian yang mengundang syahwat ini tetapi tempat hiburan lainnya pun melakukan hal yang serupa seperti yang digelar di tempat hibuuran malan T7, Ayano dan Panda.
Sementara diluar pertemuan para peserta demo terus melakukan orasinya. Salah seorang peserta demo bahkan berorasi mengecam janji-janji para wakil rakyat yang pada saat kampanye dengan mudahnya menggunakan simbol-simbol ke Islaman namun setelah terpilih malah menjadi salah satu pendukung pengusaha hiburan malam. Demonstran juga mengecam Walikota Cirebon Subardi, SPd yang hanya mendekati ulama dan pesantren ketika menjelang PILKADA, tetapi setelah terpilih lupa dengan umat islam, Ulama dan Pesantren@ SUKIRNO
Selengkapnya...
BERITA METRO, KOTA - Sebuah gudang penyimpanan thiner di Kampung Api-Api, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon Jawa Barat, pada Senin (28/12) sekitar pukul 08.00 wib pagi tadi ludes terbakar
Akibat kejadian tersebut menewaskan seorang pekerja yang diduga masih di bawah umur terpanggang di dalam gudang, dan seisi gudang ludes yang mengakibatkan kerugian hingga ratusan juta rupiah
Hingga kini korban yang belum teridentifikasi namanya itu masih berada di Rumah Sakit (RS) Gunungjati Cirebon untuk dilakukan otopsi. Pihak kepolisian yang datang ke lokasi kejadian pun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)
Menurut saksi mata Ciptoyo, warga disekitar lokasi, kejadian itu sangat cepat. Bahkan ketika dia keluar rumah, api sudah besar dan melahap semua isi gudang, yang di dalamnya terdapat puluhan drum thiner, sebuah sepeda motor serta satu sepada angin
Diperkirakan, usaha yang dimiliki Ferdi ini mempekarjakan 8 orang, yanga diantaranya masih berada dibawah umur. Dan saat kejadian ada 3 pekerja yang sudah masuk, sehingga ada dugaan korban yang tewas terpanggang itu bernama Iwan yang berumur sekitar 10 tahun
Kapolresta Cirebon AKBP Ary Laksamana Wijaya ketika dikonfirmasi dilokasi kejadian mengungkapkan, pihaknya belum mengetahui pasti identitas korban, karena kondisinya sudah sangat gosong. Namun untuk meastikannya, korban pun langsung dibawa ke rumah sakit
Sebagai bentuk upaya penyelidikan, pihaknya sudah membawa, Ferdi, pemilik usaha untuk dimintai keterangan terkait dengan kegiatan usaha yang telah merenggut korban jiwa tersebut
“Pemiliknya sudah kita mintai keterangan, sejuah ini memang belum dipastikan penyebab terjadinya kebakaran tersebut,” tegas kapolresta Cirebon ini, ungkap kapolresta@ Nasimin
Selengkapnya...
H. Nuriyaman Noviyanto yang akrab di sapa Momon dalam sambutanya menuturkan, dibukanya Open Cup 2009 tingkat Nasional di dicebon ini, untuk mencerminkan kerjasama antara pebulu tangkis kelompok umur, dalam hal ini ada tiga unsur penting yang diharapkan bagi para peserta pertandingan tersebut
Terutama dalam bermain para kontingan harus menjunjung tinggi nilai sportifitas, mampu menegakkan kedisiplinan dalam melakukan pertandingan dan mencari bibit unggul pebulutangkis, dimana pertandingan tingkat Nasional ini yang diikuti seribu lebih atlet dengan mempertandingkan nomor perorangan tunggal putra dan putri, tutur Momon
Ditempat terpisah. Drs. Tono Roeshartono S, Ketua PB STC Selaku penangung jawab STC OPEN 2009 mengatakan, olah raga bulu tangkis ini merupakan sumber kreativitas yang perlu dibina dan ditingkatkan lagi.
Dikatakannya, kejuaraan STC ini selain meningkatkan kreatifitas anak bangsa menjadi lebih berprestasi lagi, ajang ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan anak bangsa.
Menyinggung tentang pendaftaran, 964 peserta pendaftar, baik pendaftaran yang tergolong dalam beberapa kategori pendaftaran pertandingan nomor perorangan tunggal putra dan putri, diantaranya tunggal perorangan putra dan putri KU 09 (lahir 2009). Sesudahnya KU 11 (lahir 1998 dan 1999), KU 13 (lahir 1996 dan 1997), KU 15 (lahir 1994 dan 1995(, dan KU 18 (lahir 1986 dan 1991), ungkap Tono
Kejuaran Bulutangkis STC ini memberikan banyak hadiah diantaranya, uang pembinaan senilai 27,5 juta, piagam penghargaan, Raket dan HP Esia @ MOCH MANSUR Selengkapnya...
BERITA METRO, SUMBER – Pelaksanaan Kegiatan Lomba Peraturan Baris Berbaris yang diikuti oleh tingkat SLTA dan SLTP se Kabupaten Cirebon tahun 2009, yang diikuti oleh peserta dari tingkat SLTP seb 26 Sekolah dan dari Tingkat SLTA sebanyak 30, yang dilaksanakan di Gedung Olahraga Ranggajati Kab. Cirebon, Jawa Barat , pada Sabtu (26/09)
Dari hasil akumulasi LPBB tersebut yang ditetapkan oleh Panitia, katagori PBB untuk tingkat SLTP dimenangkan SMPN I Plered dengan poin 746, Kostum terbaik dari SMPN I Lemahabang mencapai poin 100 dan Danton Ternaik dari SMPN 3 Sumber dengan mencapai poin 91,33, serta untuk tingkat SLTA untuk PBB, SMKN I Kedawung, Kostum terbaik, SMKN I Kedawung serta danton terbaik dari MAN Cirebon I
Berdasarkan penilaian yang ditetapkan panita yang dipimpin oleh Kacung Saefullah S.PdI, ditetapkan pada tanggal 26 desember 2009, untuk juara Umum di tingkat SLTP maupun tingkat SLTA dimenangkan oleh SMPN I Plered mencapai poin 969 dan SMKN I Kedawung, dengan mencapai poin terbayak 993.66, sedangkan untuk juara I tingkat SLTP dimenangkan SMPN I Plered poin 969, juara II, SMPN 2 Susukan 953,32 dan juara III dimenangkan SMPN 3 Sumber poin 948.32
Untuk di tingkat SLTA, juara I dimenangkan SMKN I Kedawung memperoleh poin terbayak sebesar 993,66, diikuti juara II, MAN Cirebon I mencapai Poin 973,67 serta juara III dari SMKN I Babakan dengan mencapai poin 970,67
Namun, dalam penetapan pemenang yang dibacakan panitia dikritik keras oleh beberapa pihal, pasalnya dalam penilaian nampaknya tebag pilih tidak mengindahkan katogeri terbaik, seperti di ungkapkan salah seorang pembina dari SMKN I Gebang, yang mengkritik keras Panitia sewaktu pembacaan pemenang
Masih dikatakanya, Panitia dalam melakukan penilaian tidak aspiratif, coba kita lihat kalau Paniti melakukan penilaian yang sebenarnya tidak mungkin kami kritik, karena kami melihat dari awal perlombaan yang paling menonjol adalah SMKN I Gebang tetapi kenapa tidak masuk kategori apapun, tandasnya
Dari hasil pemantauan BERITA METRO di lapangan, Sutrisno salah seorang penonton mengatakan, bahwa dalam penilaian itu memang ditentukan oleh Panitia penyelenggara, tetpi ketika melihat langsung tentang perlombaan Latihan Baris Berbaris tersebut yang paling menonjol adal SMKN I Gebang, dari segi penilaian sudah bagus dan rapih dibandingkan dengan peserta yang lainnya, tandasnya @ SUKIRNO
Selengkapnya...
METRO CIREBON, SUBANG – Untuk meningkatkan di sector perekonomian antar warga perbatasan kabupaten Subang dan warga Kabupaten Karawang dapat terjalin dengan baik menuju peningkatan ekonomi warga Desa Jatiragas Hilir meminta agar jalan desa yang mengelilingi wilayah Desa Jatiragas Hilir Kecamatan Patokbeusi menuju Desa Jatiragas Kecamatan Banyusari, yang kini masih terjadi kerusakan sangat parah
Padahal jalan tersebut merupakan jalan penghubung dari kantor Kecamatan Patokbeusi menuju Desa Jatiragas Hilir yang selanjutnya menghubungkan ke jalur Kabupaten Subang dan Karawang yakni dari kantor Desa Jatiragas Hilir menuju Desa Jatiragas Kecamatan Banyusari Kabupaten karawang tidak layak digunakan
“Coba bapak lihat sendiri jalan yang dimulai dari perbatasan Desa Ciberes dan Desa kami terjadi kerusakan yang sangat parah, terutama pada saat musim hujan, sementara jalan yang telah mengecil, becek dan akan timbul lubang apabila diinjak kendaaraan truk,”ucap Endang beserta rekan-rekanya kepada BERITA METRO di lokasi
Dusun Cibanteng sepanjang tiga kilometer menuju kantor desa yang kemudian menghubungkan kedesa Jatiragas Kecamatan Banyusari Kabupaten Karawang sepanjang jalur tersebut kondisinya sangat memprihatinkan selain jalannya semakin mengecil dan jelek sementara perbaikan oleh pihak desa setempat belum juga ada langkah yang signifikan
Kades Jatiragas Hilir, Suhaya membenarkan ada kondisi jalan tersebut namun kondisi tersebut bukan berarti pihaknya tutup mata tutup telinga namun dirinya telah beberapa kali meminta kepada pihak Dinas Bina Marga Subang untuk mengubah status jalan desa sekitar sepanjang 9 kilo meter menjadi jalan Pemda tercatat mulai dari dusun Cibanteng menuju kantor desa menuju desa Jatiragas Kec.Banyusari Kabupaten Karawang
“Memang yang menjadi beban desa adalah sepanjang 3 kilometer jalan desa diharapkan menjadi jalan pemda, akan tetapi ada baiknya apabila dari 9 kilometer dijadikan jalan pemda semua agar sector ekonomi masyarakat kami bisa meningkat apabila bisa menerobos ke Kabupaten karawang,”harap Kades
Yang utama jalan menuju kantor desanya hanya selebar sekitar 3 sampai dengan 4 meter, sementara dari arah Kecamatan menuju dusun Cibanteng selebar 5 meter, untuk itu harapannya jalan dari Dusun Cibanterng menuju kantor desanya dirubah statusnya menjadiu jalan pemda karena asset yang ada merupakan asset sector ekonomi, sekolah SMP, kantor desa dan yang paling utama jalan itu jalan penghubung kecamatan Patokbeusi menuju Kecamatan Banyusari Kab.Karawang
“Kami berharap agar pengajuan proposal yang telah dilayangkan ke Bina Marga Subang mestinya wakil rakyat pro aktif mengusung dan berupaya agar permintaan warga kami dapat terealisasi, ingat sejak tahun 2007 perjuangan warga kami belum direalisasikan,”pinta Suhaya@AGUS HIDAYAT
Selengkapnya...
BERITA METRO, SUBANG – Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) nomor 75 tahun 2009, tentang Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama/Madarasah Tsanawiyah (SMP/MTs) Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB) Sekolah Menengah atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tahun ajaran 2009/2010 dimentahkan dengan terbitnya Permendiknas nomor 84 tahun 2009
Hal tersebut diungkapkan Kepala Sekolah SMAN 1 Patokbeusi, Subang, Iin Solahudin, S.Pd, berdasarkan hasil simulasi yang dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional, pengaturan bagi peserta ujian berdasarkan pasal 14 ayat (2) yakni peseta UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB dan SMK mengikuti ujian di sekolah/madrasah penyelenggara UN sesuai ketentuan yang diatur dalam pos
“Jadi para orang tua siswa di Kabupaten Subang khususnya disekolah ini tidak perlu lagi khawatir dengan UN system silang pelajar antar sekolah, karena UN mendatang masih dilaksanakan disekolah, adapun system silang itu hanyalah pada pengawasan,”terang Iin
Ditambahkannya Iin, setelah Permendiknas nomor 75 tahun 2009 tentang UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB dan SMK yang dikeluarkan pada tertanggal 13 Oktober 2009 yang ditanda tangani Mendiknas Bambang Sudibyo dimentahkan dengan keluarnya Permendiknas nomor 84 tahun 2009 tentang UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB dan SMK yang dikeluarkan pada tanggal 14 Desember 2009 yang ditanda tangani oleh Mendikanas Mohammad Nuh
Iin seraya menambahkan itupun terjadi perubahan pada Permendiknas nomor 75 tahun 2009 ketentuan pasal 5 ayat (3) yang sebelumnya berbunyi UN utama untuk SMP/MTs dan SMPLB dilaksanakan satu kali pada minggu keempat maret 2010, namun dalam ketentuan tersebut diubah sesuai dengan Permendiknas nomor 84 tahun 2009 ketentuan pasal 5 ayat (3) menjadi UN utama untuk SMP/MTs dan SMPLB dilaksanakan pada minggu keempat maret 2010
“Selain pasal 14 ayat (2) dan pasal 5 ayat (3) pun terjadi perubahan pada pasal 10 sebanyak 4 ayat, pasal 13 satu ayat pada huruf a dan b, pasal 15 sebanyak 4 ayat dan terjadi pula perubahan pada Permendiknas nomor 75 tahun 2009 pada huruf B nomor 20,21 dan nomor 22 sehingga berbunyi sebagaimana tercantum pada lampiran Permendiknas nomor 84 tahun 2009,”papar Iin
Meskipun pihaknya belum menerima surat edaran dari dinas pendidikan Subang mengenai permendiknas yang baru tersebut, namun dirinya menekankan, ditambahkan Iin, para orang tua siswa perlu bergembira karena ankanya tidak akan mengikuti UN system silang siswa antar sekolah, namun dengan adanya permendiknas yang baru itu anak-anaknya akan tetap mengikuti UN disekolah asalnya
Maka dari itu sudah saatnya ortu siswa memberikan dorongan kepada anak-anaknya agar lebih rajin dan giat belajar agar dalam menghadapi UN di Kabupaten Subang mendatang
Dan tentunya juga di SMAN 1 Patokbeusi yang diperkirakan UN utama akan dilaksanakan pada minggu keempat (22 hingga 26 maret 2009), UN susulan akan dilaksanakan seminggu paska UN utama (29/3 hingga 5/4), sedangkan untuk UN Ulangan akan dilaksanakan pada minggu kedua bulan Mei (10 hingga 14 mei)
Agar ssiwa dapat berhasilan gemilang pada UN utama dalam waktu tiga bulan kedepan sepatutnya ortu siswa bisa mendorong dan dituntut pula pertanggungjawabannya untuk mensuport anaknya untuk lebihgiat belajar, karena peran ortu sangat penting bagi siswa agar pendidik dapat maksimal untuk mendidik siswa
“Arahkan anaknya untuk lebih baik lagi belajar, arahkan anak untuk mengikuti bidang pelajaran disekolah dan arahkan anak agar dapat maksimal dalam mengikuti pelajaran tambahan dalam pengayaan dalam waktu tiga bulan kedepan,”tambahnya
Ditempat terpisah, hal senada diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Subang, Drs.Makmur Sutisna, WD.MMPd pada saat dikonfirmasi perihal tersebut tidak mau memberikan keterangan, adapun alasannya dia tidak mau memberikan keterangan tidak ada yang tahu, hanya yang bersangkutanlah yang tahu@PIRDAUS
Selengkapnya...
BERITA METRO, SUMBER - Kegiatan Latihan Peraturan Baris Berbaris (LPBB) Tingkan Kabupaten Cirebon, yang diadakan oleh Purna Paskibraka Indonesia (PPI) yang diikuti dari berbagai tingkat SLTP dan SLTA, yang mengambil tempat di Gedung Olah Raga Ranggajati Kab.Cirebon Jawa Barat, pada Sabtu (26/09)
Namun, dari berbagai Peserta LPBB, yang tampil beda adalah SMAN I Susukan Kab. Cirebon, dengan kesemangatan yang sangat prinsif yang dilakukan anak didik tersebut, dalam pemantapan kegiatan tersebut hanya asatu hari, dan untuk menghadapai pelaksanaan tanding hanya memakan waktu yang cukup singkat, latihan tersebut hanya memakan waktu 1 minggu
Yulianto, S.PdI, sebagai pembina Paskibra SMUN I Susukan didampingi Khidir Bachtiar mengatakan, dalam pelaksanaan kegiatan yang diklakukan oleh kegiatan Extrakulikuler yang diikuti beberapa anggota yang terdiri dari kelas 1 dan kelas 2, anggota tersebut berkat pilihan dari Pembina yang dianggap mampu untuk melaksanakan kegiatan yang ada di sekolah
Masih dikatakan Khidir, ‘kami, dalam menghadapi lomba ini, untuk persiapan memakan waktu yang cukup singkat tetapi sekolah kami akan mendapatkan nilai yang cukup memuaskan, demi menumbuhkembangkan citra sekolah kedepan, baik dari tingkat Kab. Cirebon hingga ke tingkat Jawa Barat
Khidir seraya menambahkan, dalam pelaksanaan lomba, SMUN I Susukan akan tampil beda, dalam perlombaan yang akan disaksikan ratusan siswa dari berbagai sekolah yang ada di kab. Cirebon, namun dengan semangat, kami berharap menang tidak menang yang penting Sekolah kami sudah menampilkan LPBB tersebut dengan baik, tandasnya
Di tempat terpisah, Ketika BERITA METRO konfirmasi panitia Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kab. Cirebon Kacung Saefullah, S.PdI mengatakan Kegiatan perlombaan ini yang diikuti dari tingkap SLTP sebanyak 26 Sekolah dan SLTA sebanyak 30 sekolah se Kab.Cirebon@ SUKIRNO
Selengkapnya...
BERITA METRO, SUMBER - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kab. Cirebon, Jawa Barat, nampaknya tidak memahami tengang Undang-Undang perpajakan, pasalnya saat ini dalam kondisi yang selalu merugi, dilanda tagihan pajak dari Kantor Pelayanan pajak (KPP) Cirebon, menyangkut Hutang Pajak Non Air
Disaat perusahaan belum mampu melunasi hutang Bank Dunia (BD) yang mencapai sekitar Rp.7 miliar itu, PDAM Kabupaten Cirebon kini ditambah beban hutang lainnya yang harus dibayar sebesar Rp.630 juta. Hutang tersebut adalah hutang pajak non air pada tahun buku 2003 – 2004, hasil pemeriksaan KPP tahun 2009
Hutang pajak non air itu sendiri merupakan pajak PPN yang harus dibayar PDAM Sambungan Pelanggan Baru (SPB) serta jasa administrasi. Namun, pihak PDAM Kabupaten Cirebon merasa keberatan dengan pengenaan beban hutang yang harus dibayarkan sekaligus. Pihak PDAM merasa terkejut karena sebelumnya tidak ada sosialisasi terlebih dahulu dari pihak KPP Cirebon.
Keberatan itu sebagaimana disampaikan Direktur PDAM Kabupaten Cirebon Ir. H. Nasija Warnadi melalui Kasubag Humas dan Pemasaran Sri Redjeki, S.Sos, diruang kerjanya saat dikonfirmasi beberapa wartawan, pada Selasa (22/12)
Dikatakannya Sri bahawa PDAM merasa keberatan jika harus membayar sekaligus hutang pajak non air tersebut. Disebabkan selama ini pihak kami tidak pernah diberitahu mengenai pajak itu. Dan sebelumnya pihak KPP selama ini tidak pernah memberitahukan adanya sosialisasi ke pihak kami,”ungkap Sri.
Keberatan pihak PDAM tersebut, Sri seraya menambahkan, bahwa pihaknya menyampaikan secara tertulis ke KPP Cirebon, namun ditolak dengan alasan harus melaksanakan kepatuhan undang-undang perpajakan. Sehingga, pihak direksi PDAM Kabupaten Cirebon. Membawa persoalan ini sampai kepada tingkat pertemuan dengan Persatuan Perusahaan Air minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI).
Setelah musyawarah PERPAMSI, pihak PDAM melayangkan surat keberatan kepada Presiden RI pada bulan Oktober 2009 silam. Hingga kini, pihak PDAM Kabupaten Cirebon masih menunggu jawaban atas surat keberatan yang dilayangkan PERPAMSI kepada presiden. Perlu diketahui, dari seluruh PDAM yang ada di Jawa Barat, persoalan tersebut baru pertama kali terjadi hanya di PDAM Kabupaten Cirebon, tentang pemeriksaan dari KPP
Menyinggung tentang Auditor KPP, Saat ini, pasca audit KPP Cirebon tentang pengenaan pajak non air, PDAM Kabupaten Cirebon memberlakukan pengenaan tarif 10 % kepada para pelanggan sambungan baru sejak bulan November 2009. Namun Pengenaan PPN tersebut diduga banyak belum diketahui oleh para pelanggan PDAM, termasuk mendapat persetujuan dari pihak legislatif. Namun pihak PDAM mengelak, dan mengatakan telah mensosialisasikan pengenaan PPN itu kepada masyarakat. Adapun soal persetujuan dewan, menurut Sri tidak perlu karena pengenaan non air itu dikuatkan adanya undang-undang tersebut, tutur Sri @ MOCH MANSUR
Selengkapnya...
BERITA METRO, SUMBER - Sejumlah warga yang mengatasnamakan Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) melakukan aksi demo di depan Gedung DPRD kabupaten Cirebon, Jawa Barat. pada Senin (21/12)
Aksi demontarsi tersebut mendatangi Gedung Wakil Rakyat sekitar pukul 16.30 wib, disaat sejumlah anggota DPRD tengah melangsungkan siding paripurna
Yudi aliyudin, Wakil ketua GNPK Kabupaten Cirebon dalam orasinya menolak keras rencana Pemkab Cirebon yang akan membeli puluhan mobil jenis Avansa untuk menunjang kinerja para Camat. Yudi menilai rencana itu tidak lebih dari menghambur-hamburkan uang saja, dan untuk kepentingan para perajabat teras di kab. Cirebon
“Langkah tersebut menunjukan jika Pemkab Cirebon tidak pro terhadap rakyat. Upaya pembelian mobil, “kami, kira belum saatnya dilakukan karena saat ini mobil yang ada, masih bisa digunakan kok,”ungkap Yudi saat berorasi, yang memakai kendaraan mobil yang diparkirkan didepan pintu masuk gedung wakil rakyat
Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari dari aparat Kepolisian Resort (Polres) Cirebon. Massa pendemo pun hanya bisa berorasi karena pada saat yang sama para anggota DPRD tengah melakukan Paripurna
Usai rapat paripurna, Ketua DPRD Tasiya Somadi Al Gotas, dan Wakil ketua DPRD Agus Effendi. Di depan massa pendemo, kedua wakil rakyat ini memahami aspirasi tersebut, dan menjamin anggaran APBD Kabnupaten Cirebon itu Pro rakyat
Hasil pantauan BERITA METRO di lapangan, Bupati Cirebon saat memberikan Jawaban tentang pemandangan dari beberapa fraksi DPRD, bahaw dirinya menyinggung tentang mata anggaran tahun 2010, namun di luar puluhan warga masyarakat yang mengatasnamakan dirinya GNPK itu melakukan aksi, yang tujuannya menolak tentang mobdin camat
Disamping itu beberapa Kepala Dinas yang hendak mengikuti Sidang Paripurna terjebak untuk masuk Gedung Dewan tersebut, sehingga beberapa kepala dinas terpaksa hanya keliling keliling di Lingkungan pemerintah kab. Cirebon@ Agus Arifin
Selengkapnya...
BERITA METRO, SUBANG - Bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri yang dikucurkan Pemerintah Pusat ke masyarakat Kecamatan Kalijati, disinyalir dalam merealisasikannya diduga rawan masalah, pasalnya warga penerima program tersebut dipungli
Pungli yang terjadi dengan alasan untuk mengisi buku tabungan yang nominalnya sekitar Rp.50 ribu, pungli tersebut terjadi pada program PNPM Mandiri dari sejumlah 30 prosen untuk PNPM Mandiri bidang ekonomi, sementara yang diperuntukan infrastuktur penyediaan air bersih sejumlah 70 prosen dalam proses investigasi wartawan Koran ini, namun masyarakat berharap anggaran tersebut dapat optimal guna memenuhi keperluan air bersih disana.
Harapan itu terjadi di Desa Banggala Mulya, dimana masyarakat disana selama berpuluh-puluh tahun kesulitan air bersih hususnya di Dusun Satu yang meliputi RW.01 dan RW 02 didesa tersebut.
Sementara itu anggaran PNPM sejumlah 30 prosen dari 100 juta yang mestinya senilai 30 juta, namun entah apa sebabnya anggaran ekonomi menjadi Rp.40 juta untuk memenuhi sebanyak 40 orang yang terbagi dalam 4 kelompok. Adapun ketentuan pinjaman warga peminjan dana bergulir dikenakan pengembalian dengan jangka waktu selama 10 bulan sejak tertanggal pinjaman.
“Kami memang mendapatkan dana pinjaman dari PNPM senilai satu juta, namun karena diwajibkan untuk menyetorkan sejumlah Rp.50 ribu, itu saja, jadi kami-kami ini dari nilai uang sejuta hanya menerima Rp.950 ribu,”aku warga.
Menurut Sekertaris Desa yang juga sebagai Ketua PPK Desa Banggala Mulya, Maman mengatakan bantuan PNPM untuk fisik berupa pemasangan pipanisasi air bersih sebesar 55 juta yang dialokasikan didusun satu RW 01 dan RW 02 namun hingga kini pekerjaan terhambat dan bahkan belum sempat terpasang. Karena dalam pemasangan tersebut belum dilaksanakan menurutnya karena belum adanya pompa Hydran.
“Pihak rekanan kerja lippi belum bisa mendatangkan pompa hydran, namun saya tidak hawatir karena waktu untuk penyelesaian pekerjaan tersebut harus selesai paling lambat akhir pebruari 2010, namun secepatnya sedang diupayakan,”ucap Maman.
Sementara yang disebut-sebut sebagai Ketua kelompok kegiatan bidang ekonomi, Euris terkesan tidak mau dikonfirmasi dan dirinya malah melemparkan kewenangan kepada kelompok lain dan mengarahkan untuk mengkonfirmasi Ketua UPK PNPM Mandiri Kecamatan Kalijati.
“Aduh pak soal itu saya tidak tahu, takut salah, sebaiknya bapak hari Senin temui sja Ketua UPK nya di Kecamatan,”unjuk Euris@ Hid
Selengkapnya...
BERITA METRO, SUBANG - Sejumlah bangunan SD di Kabupaten Subang yang mendapat rehab bantuan DAK, sampai saat ini masih ada yang belum menyelesaikan pemasangan rangka atap baja ringan, bahkan masih ada sekolah yang sedang merakit rangka atap baja ringan.
Seperti hal terjadi di SDN Hegar Manah Desa Pringkasap Kecamatan Pabuaran. Pantauan dilapangan, Kamis (17/12) terlihat pelaksanaan pekerjaan masih dalam tahap perakitan rangka atap baja ringan. Sementara anjuran Kepala Seksi PPTK Disdik Kabupaten Subang SPJ mengenai pembangunan maupun rehabilitasi sekolah SD yang mendapatkan bantuan DAK, mesti rampung tanggal 20 Desember 2009.
Akibat molornya pemasangan rangka atap baja ringan di SD Hegar manah, murid terlantar dan kesulitan untuk proses KBM. Bahkan kejadian tersebut pun terjadi di SD-SD lainnya di Kabupaten Subang.
Kondisi tersebut disesalkan oleh banyak orang tua siswa dan guru yang bersangkutan, seperti yang dikatakan seorang guru SDN Hegar Manah, Taufik didampingi tiga guru lainnya, menurut Taufik akibat molornya pekerjaan pemasangan rangka atap Baja ringan jam sekolah terbagi menjadi dua ship.
Kondisi tersebut menjadikan sekolah tersebut sempat tersendat dalam pelaksanaan ujian tes semester, dimana murid dlam kegiatan belajar maupun tes semester mesti bergantian masuk sekolah, karena ruangan yang ada hanya tersisa dua ruang kelas.
“Akibat lambatnya pemasangan rangka atap Baja ringan proses KBM disekolah ini terganggu, untuk itu kami berharap pihak pengusaha Baja ringan agar dipercepat kinerjanya,”ucap Taufik.
Sementara itu pensikapan wartawan Koran ini pada saat akan mengkonfirmasi PLT Kepala Sekolah SD Hegar manah, Ibin Ahmad, SPd sedang tidak ada ditempat, pun demikian pekerjaan yang sedang berlangsung disekolah itu adanya seorang pekerja sedang merakit rangka atap Baja ringan dan seorang lagi sedang kebingungan untuk menaikan rangka atap Baja ringan.
Untuk itu pada saat sang perakit mesti meninggalkan pekerjaannya untuk membantu seorang temannya untuk menaikan rangka atap, pun material Baja ringan reng saat itu belum ada, dan menurut guru Taupik pengiriman rangka atap Baja ringan dua minggu yang lalu, namun untuk material baja ringan jenis reng hingga saat ini belum juga dikirim,”engga tahu juga alasan belum dikirimnya baja ringan, jenis reng,”ucap Taufik.
Begitu pula Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Pabuaran, H. Romli, SH belum dapat dikonfirmasi, sebab pada saat ponselnya dihubungi yang bersangkutan tidak menjawab ponselnya (pir).
Selengkapnya...