BERITA METRO, CIREBON - Ratusan guru honorer swasta yang didominasi perempuan mengepung Gedung DPRD Kota Cirebon, Jawa Barat, para guru ini menilai, bahwa keberadaan mereka dianaktirikan atau telah terjadi diskriminasi antara guru honorer swasta dan Guru Negeri (PNS), Kamis (21/1)
Untuk itu mereka meminta ada kesamaan hak, dikarenakan dalam pengabdian yang selama ini mereka lakukan sama sebagaimana yang dilakukan oleh guru negeri, yakni mecerdaskan kehidupan bangsa. Untuk itu mereka pun meminta agar diakomodir menjadi PNS pada tahun 2010 ini
Hasil Pantauan dilapangan, ratusan guru yang tergabung dalam Forum Tenaga Honorer Sekolah Swasta (FTHSS) Kota Cirebon ini, mengawali aksi dengan cara berjalan kaki menuju Kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Latihan (BK Diklat)
Usai menyampaikan aspirasinya, ratusan guru ini pun kembali berjalan kaki menuju Gedung DPRD Kota Cirebon. Mereka tidak masuk ke halaman gedung wakil rakyat tersebut, melainkan duduk di Jalan Siliwangi, sambil menunggu perwakilan mereka yang masuk menemui Ketua DPRD Nasarudin Azis, Wakil Ketua DPRD Edi Suripno, Komisi A dan Sekretaris Daerah (Sekda) Hasanudin Manaf
Dede Permana, kordinator aksi demo didepan ketua DPRD dan Sekda mengungkapkan, seperti contoh di Kabupaten Pacitan dan Ngawi, Jawa Timur, semua gurunya berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Melihat kondisi Kota Cirebon yang lebih kecil, seharusnya bisa juga mengambil kebijakan seperti itu,”ungkap Dede
Ditambahkannya Dede, Salah satu alasan kami menuntut menjadi PNS, karena tenaga honoror yang diterima selama mengajar di sekolah swasta sangat jauh dari mencukupi. Saat ini setiap guru honor mendapat bayaran sebesar Rp 150 ribu setiap bulannya, sedangkan bagi guru negri (PNS) mereka menerima hampir jutaan rupiah
"Bagaimana mau berbicara peningkatan kualitas pendidikan kalau guru-guru, masih banyak yang harus memikirkan bagaimana caranya mencari tambahan penghasilan agar dapur tetap ngebul
Kami para guru honorer menuntut, agar Pemkot Cirebon bisa mengakomodir guru honorer disekolah swasta langsung menjadi PNS, lanjut Dede, maka RPP tentang seleksi tenaga honorer untuk dapat menjadi calon PNS, harus direvisi. “Karenanya kami sangat mendukung adanya revisi mengenai RPP tersebut,”tandasnya @ MOCH MANSUR
Selengkapnya...
BERITA METRO, SUBANG - Para pelaku tindak kekerasan ditangkap oleh satuan reskrim polsek blanakan, dikarenakan diduga keras melakukan kekerasan terhadap Endi warga Desa Blanakan kecamatan blanakan, Kab. Subang Jawa Barat
Para pelaku kekerasan yang berinisial KRM (30) alias King warga dusun tegal panjang tengah Desa Rawa Mekar kec Blanakan, dan JJ (31) warga Desa Blendung Kec Purwadadi dan MBK warga Cigoong Panyingkiran purwadadi
Menurut keterangan yang didapat, para tersangka yang mengendari sebuah mobil sedan Toyota corona warna hitam dengan Nopol D 1477 KP yang melaju dari arah blanakan menuju ciasem
Kendaraan tersebut melaju kencang, namun ketika di depan SMAN Blanakan mobil tersebut menyenggol atau menyerempet Endi (korban-red) hingga korban mengalami luka namun ketika korban meminta tanggung jawab hingga terjadi adu mulut akibatnya korban dihadiahi bogem mentah hingga korban mengalami luka di bagian muka dan hidung
Kemudian para tersangka seperti tak punya dosa tetap meneruskan perjalanan dengan kendaraanya kearah Ciasem, namun naas bagi para pelaku sebelum sampai ditempat tujuan mobil yang dikendarainya menabrak Got (bes) di Kampung Babakan Mekar Sari Desa Ciasem baru kecamatan Ciasem
Kendaran yang dikendarai para pelaku mengalami rusak, seperti kaca mobil pecah pecah bahkan, melajunya kendaraan tersebut sangat kencang sehingga salah satu rodanya putus hal ini diduga para tersangka mengendarai kendaraan diduga mabuk dan ugal-ugalan
Sementara itu korban Akibat dari pemukulan yang dilakukan oleh para pelaku terhadap korban hingga mengalami luka disekitar muka dan hidung kemudian korban melaporkan kasus ini kepolisi dan setelah itu korban dilakukan perawatan intensif di rumah sakit terdekat untuk dilakukan Visum Et revertum
Kapolres subang AKBP Dadang Hartanto SH SIK melakui Kapolsek Blanakan AKP Yanto Ruslan BS, ketika dimintai konfirmasi membenarkan adanya warga yang menjadi korban kekerasan dan akhirnya pihaknya berhasil menagkap para pelaku
Untuk penyelidikan lebih lajut dan barang bukti sebuah mobil sedan diamankan dimapolsek blanakan sementara para pelaku dititipkan di Rutan Mapolres Subang
Akibat ulahnya tersebut tersangka dikenakan pasal 170 KUHAP mlakukan kekerasan bersama dimuka umum dengan ancaman pidana diatas lima tahun, tandasnya@ HIDAYAT
Selengkapnya...
BERITA METRO, SUBANG - Dalam upaya melihat langsung ke lokasi yang dilakukan anggota DPRD Kabupaten Subang, untuk menampung aspirasi masyarakat, anggota komisi A melakukan kunjungan kerja (kunker) di tiga kecamatan yakni kecamatan Patok Beusi, Ciasem dan Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang Jawa Barat
Kunjungan Kerja DPRD tersebut berjumlah 4 orang yang dipimpin langsung ketua komisi A Nining W Suherman, dalam kunjunganya hadir pula beberapa anggota lainnya seperti Fajar Riskomar, (F.Golkar ) Anharudin (F.Demokrat ) dan Daud (F.PKS )
Kedatangan mereka ke tiga kecamatan yang pertama dilakukanya di daerah patok beusi disambut oleh camat patokbeusi Dik Dik Solihin serta perwakilan instansi dan para kapala Desa
Beberapa persoalan, disampaikan oleh tiap instansi dan para kepala desa mulai dari persoalan pajak, pemerinthan hinggga masalah inpratruktur jalan yang hingga kini kondisinya sangat memprihatinkan
Dengan adanya usulan dari beberapa perwakilan intansi dan kades yang disampaikan kepada anggota Dewan tersebut tentunya sangat direspon oleh pihak Dewan ini dibuktikan bahwa pihak komisi A akan menindak lanjuti usulan tersebut
Ketua komisi A DPRD Kab. Subang Nining W Suherman mengatakan, “apa yang telah diusulkan oleh instansi dan para kepala desa dikecamatan patok beusi pihaknya akan menindak lanjuti usulan tersebut
Sehingga persoalan tersebut bisa dicarikan jalan keluarnya seperti persoalan yang paling signifikan yaitu persoalan pajak yang kini dikeluhkan oleh kolektor desa yang tidak adanya BOP dan juga pihaknya akan mengusulkan agar adanya peningkatan BKUDK “kata nining
Sementara itu terkait adanya kunjungan kerja kewilayah patokbeusi Camat patokbeusi Dik Dik solihin pihaknya sangat apresiatif kedatangan anggota DPRD dari komisi A. Untuk itu pihaknya mengharapkan apa yang disampaikan oleh perwakilan instansi dan para kepala desa agar ditindak lanjuti khususnya masalah inspratruktur jalan karena diwilayahnya banyak jalan dengan kondisi memprihatinkan
Dik menambahkan, Perlu adanya perbaikan oleh pemerintah kabupaten, sehingga bisa terealisasi karena apa yang menjadi respon dari DPRD komisi A dapat diwujudkan demi kemajuan bagi Masyarakat kecamatan patok beusi, “harap camat@ HIDAYAT
Selengkapnya...
Menurut keterangan korban Emo, kepada BERITA METRO di rumah ibu kandungnya seusi mendapatkan perawatan medis, bahwa Sariim yang akrab di pangil Iim mendatangi rumah Istrinya Emo sekitar pukul 17.30 WIB, kedatangan Iim tersebut disambut oleh Emo yang disaksikan ibu kandungnya Nasi (50) hendak melaksanakan sholat magrib, namun Emo menyapa Iim, tetapi Iim mengambil diam dan duduk di ruang tengah rumah korban Emo
Emo dan Ibu Nasi (50), ketika usai melaksanakan sholat Isya, Ibu kandung Emo meninggalkan rumahnya, tak lama kemudian Emo menyapa Suaminya “Aa datang kesini mau apa, tetapi Iim tidak banyak bicara langsung mengeluarkan sebelah pisau dan menusukkannya ke bagian leher Emo dari belakang, dan sebelah atas bagian dada
Setelah menusuk leher Emo, Iim membabi buta menusuk lehernya sendiri sehingga terkapar, sehingga Emo menjerit keras meminta tolong bahwa dirinya akan dibunuh Iim suaminya sendiri, jeritan tersebut terdengan oleh warga masyarakat terutama didengar oleh keluarga Emo
Sehingga Iim dan Emo langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Mitra Plumbon, dan Emo sendiri dilarikan ke Puskesmas Dukupuntang, namun nasib Iim naas tidak bisa di selamatkan sehingga tewas di Rumah Sakit
Beberapa saksi menuturkan, bahwa Emo dan Iim sudah lama pisah ranjang dan menurut kemungkinan bahwa Iim suaminya kerap sekali meminta rujuk terhadap Istrinya Emo, namun permintaan tersebut selalu di tolak, Emo sendiri sempat menghindar pergi ke Jakarta hampir 3 minggu, Emo sendiri baru pulang ke Cirebon pada hari minggu lalu
Tetapi, kami tidak menduga bahwa akan terjkadi seperti ini, memang Iim nampaknya mempunyai rasa cemburu besar terhadap istrinya, tetapi yang saya tahu bahwa Emo selagi berpisah ranjang tidak pernah berbuat macam-macam, apa lagi mau berkenalan dengan laki-laki lain (trauma-red), tandas beberapa saksi di lokasi kejadian
Ketika BERITA METRO konfirmasi, AKBP Drs. Sofyan Syarif Kapolres Cirebon melalui KSPK Aiptu Abdul Mujid mengatakan, saya mendapatkan laporan dari warga Masyarakat Mandala, sehingga kami langsung melakukan penyidikan di Tempat Kejadian Perkara (TKP)
Kami sendiri belum bisa mengatakan motif apa, yang dilakukan tersangka Iim terhadap Istrinya Emo, namun kejadian tersebut adalah kekerasan terhadap Rumah Tangga (KDRT) dengan percobaan pembunuhan, tandasnya @ AGUS ARIFIN Selengkapnya...
BERITA METRO, SUBANG – Setelah menemukan dugaan mark up pada pengadaan barang kontruksi Rangka Atap Baja Ringan (RABR), kali ini seorang aktivis Subang menemukan harga (speek) pengadaan meubeuler yang diduga di mark up sekitar 2 milyar, pasalnya harga meubeler yang dibiayai oleh program Dana Alokasi Khusus (DAK)
Sesuai dalam RAB bahwa harga meubeler tersebut sebesar Rp.375.000/unit, sementara, aktifis tersebut menemukan speek harga meubeler di lapangan tidak sesuai dengan RAB, harga meubeler di pasar sekitar Rp.200.000/unit, dengan demikian terjadi adanya mark up sekitar Rp.175.000/unit, yang dilakukan oleh oknum Dinas Pendidikan
Hal tersebut dikatakan oleh seorang aktifis Subang, Wawan pada RAKA, Selasa (19/1), kata Wawan, adanya dugaan mark up pengadaan barang meubeler itu ditemukan adanya perbedaan harga yang sangat tinggi antara harga meubeler sesuai RAB DAK Rp.375.000/unit apabila dibandingkan dengan harga meubeler yang berlaku dipasaran sekitar Rp.200.000/unit, yakni ada selisih sekitar Rp.175.000/unitnya
“Selisih harga meubeler sekitar 1,9 milyar lebih, perbedaan harga meubeler yang sangat mencolok tersebut apakah karena material kayunya menggunakan kayu kualitas tinggi atau karena memang harga dalam program DAK yang ada di RAB sengaja harganya ditinggikan hanya demi kepentingan oknum,”ucap Wawan
Bisa dibayangkan, dilanjutkan Wawan, berapa besar uang Negara yang masuk kekantong oknum, yakni jumlah uang selisih dari harga meubeler yang tepatnya sekitar Rp.1.977.600.000, adapun kelebihan dari harga meubeler ditemukan dari sebanyak 309 SD yang mendapatkan DAK, masing-masing SD ada yang mendapatkan pengadaan meubeler 2 ruang kelas dan ada pula yang mendapatkan pengadaan meubeler 3 ruang kelas dan ada juga yang mendapatkan pengadaan meubeler sebanyak 1 ruang kelas.
SD yang mendapatkan pengadaan meubeler perkelasnya rata-rata membutuhkan 20 unit, jadi apabila dari 309 SD dirata-ratakan mendapatkan pengadaan meubeler 2 ruang kelas satu sekolah terhitung 40 unit meubeler x 309 SD x 375.000 harga /unitnya (40x309x360.000) berjumlah sekitar Rp. 4.449.600.000.Sementara itu apabila meubeuler sesuai dengan harga pasar terhitung 40x309x200.000 berjumlah sekitar Rp.2.472.000.000.
Diperkirakan dari harga meubeler yang sesuai dengan RAB Rp.375.000/unitnya keseluruhannya berjumlah Rp. 4.449.600.000, dikurangi harga meubeler sesuai harga pasar Rp.200.000/unitnya berjumlah Rp. 2.472.000.000,akan ada selisih sekitar Rp.1.977.600.000.“Maka dari pengadaan meubeler dalam program DAK SD
2009 lalu ditemukan selisih harga meubeler Rp.1.977.600.000, alias dugaan mark
up sebesar itu, jelas telah merugikan Negara,”kata Wawan.Sebelumnya, ditambahkan Wawan, terjadi dugaan mark up pada harga pengadaan rangka atap Baja ringan yang
mencapai sekitar Rp.4,3 milyar atau tepatnya Rp.4.380.075.000, dugaan mark up itu dihitung dari hargarangka atap Baja ringan jenis Galpalum dengan ketebalan yang sama sesuai RAB harganya Rp.185.000/m2, sedangkan sesuai harga pasar tertinggi sekitar Rp.140.000/m2 sudah terhitung biaya pemasangan dan jaminan garansi.Ditemukan dari sebanyak 309 SD yang mendapatkan program DAK pengadaan materian rangka atap Baja ringan, dimana masing-masing SD membutuhkan rangka atap Baja ringan kisaran 315/m2 untuk tiga ruang kelas. Jadi 309 SDx315 m2 rangka atap Baja ringanx185.000 harga RAB = (309x315xRp.185.000) berjumlah sekitar Rp.18.006.975.000.
Sementara itu, harga rangka atap Baja ringan dari hasil sosialisasi kesejumlah perusahaan penyedia rangka atap Baja ringan yang sesuai dengan harga pasar, dari sebanyak 309 SDx315 m2 rangka atap Baja ringan x Rp.140.000 harga RAB = (309x315x140.000) berjumlah sekitar Rp.13.626.900.000. ditemukan Rp.18.006.975.000-Rp.13.626.900.000=Rp.4.380.075.000 ditambah dengan selisih material meubeler senilai Rp.1.977.600.000, berjumlah Rp.6.357.675.000.
“Dari dua jenis pengadaan barang material rangka atap Baja ringan dan pengadaan barang sebesar 6,3 milyar lebih yang diduga dimark up, dan tentunya berakibat pada kerugian Negara, untuk itu sepatutnya saya akan melaporkan langsung ke KPK,”tambah Wawan.Kepala Seksi PPTK Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, Sucipto pada saat dikonfirmasi RAKA mengenai jumlah SD yang mendapatkan program DAK 2009, tidak sama dengan keterangan Koordinator teknik ahli proyek DAK, Ir.Hery Sumbodo, kata Hery sejumlah 309 SD, namun menurut keterangan Sucipto bahwa SD yang mendapatkan program DAK sebanyak 319 SD
Dari sebanyak 319 SD, diantaranya sebanyak 274 SD
mendapatkan DAK Rehabilitasi Ruang kelas dan sebanyak 45 SD mendapatkan DAK untuk Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) Perpustakaan, namun pada saat ditanya lokal ruang kelas dan jumlah meubeuler yang bersangkutan tidak dapat memberikan keterangan karena datanya ada di kantor
“Mengenai jumlah lokal ruang kelas dan jumlah unit
meubeuler karena datanya ada di kantor, dan saat ini saya sedang rapat,”ucap Sucipto @ FIRDAUS
Selengkapnya...
BERITA METRO, KUNINGAN - Tiga nara pidana (napi) penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kuningan, Kab. Kuningan Jawa Barat dilarikan ke rumah sakit akibat terkena senjata tajam (sajam), menyusul bentrokan antar penghuni penjara, Selasa (19/1)
Ketiga napi yang mengalami luka bacok serius itu masih menjalani penanganan intensif dari tim medis UGD RSUD Kuningan, masing-masing Dadan, Grei dan Edi palai. Ketiganya mengalami luka bacok dibagian kepala, punggung dan pinggang
Informasi yang diperoleh, saat itu para napi terlihat ngumpul-ngumpul usai usai makan siang. Diduga ada gesekan antar napi yang berada di Blok atas hingga kemudian terjadilah bentrokan yang berakibat jatuhnya tiga korban luka berat
Kapolres Kuningan AKBP Yoyoh Indayah ketika dikonfirmasi membenarkan mengenai kejadian tersebut. Bahkan pasca bentrok antar napi itu, pihaknya sudah menetapkan Sembilan napi sebagai tersangka. “Sembilan tersangka sudah kita tetapkan,”kata Yoyoh yang dihubungi Poskota
Yoyoh yang belum genap satu bulan menempati posisi orang nomor satu lingkungan kepolisian Kuningan ini memastikan, jika para korban yang dilarikan ke rumah sakit mengalami luka tusukan senjata tajam
Kesembilan tersangka kini dimasukan ke ruang isolasi untuk menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Polres Kuningan,“Kesembilan tersangka masih diperiksa penyidik,” pungkas Yoyoh
Sementara itu, Kalapas Kuningan, Lutfi, hingga kini belum bisa dimintai keterangan@ NASIMIN
Selengkapnya...
BERITA METRO, CIREBON – Tiga anak belia sebut saja Ret (6), Ern (6) dan lin (7) bernasib apes atas perbuatan seorang remaja yang masih duduk di bangku sekolah SMP yang berinisial SIA (16), mencabuli ketiga anak belia tersebut
Remaja yang masih duduk dibangku SMP ini nekat mencabuli tiga bocah perempuan secara bergantian di sebuah kamar. Sebelum melakukan aksi “pesta seks-nya”, pelaku mengiming-imingi para korbannya akan diberi tebu
Pelakuberinisial SIA (16), yang bertemppat tinggal di Desa Sindanghayu, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Ketiga korban merupakan anak tetangganya sendiri yang hanya berjarak beberapa meter dari kediaman Tersangka
Informasi yang diperoleh BERITA METRO, saat itu pelaku yang berstatus pelajar kelas 3 di sebuah SLTP ini melihat ketiga korban tengah melakukan kegiatan belajar bersama. Pelaku yang sebelumnya sering melihat film Sex di Internet, bahkan kerap juga mengintip orang mandi disungai, ternyata membuat pelaku menjadi buta mata
Pelaku lalu memanggil ketiga bocah mungil yang masih duduk di kelas 1 Sekolah Dasar (SD) tersebut. Tanpa merasa curiga, ketiganya lalu menghampiri pelaku dan dimasukan kedalam kamar tidur
Di dalam kamar itu, pelaku lalu membujuk akan memberikan tebu
Tergiur akibat iming-iming, ketiganya akhirnya hanya bisa diam tanpa mengerti akan keinginan pelaku. Aksi itupun lalu ditunaikan pelaku dengan mengerayangi tubuh ketiga bocah yang masih ingusan tersebut
Usai melakukan aksinya, pelaku pun mengancam para korban untuk tidak menceritakan apa yang dilakukannya terhadap Bapak dan ibu kandungnya maupun terhadap siapapun
Perbuatan bejat yang dilakukan SIA
Terungkap ketika orangtua salah satu korban melihat perubahan terhadap diri anaknya. Setelah didesak, korban mengaku bahwa dirinya dicabuli oleh tersanga SIA. Orang tua korban tak terima anaknya di cabuli SIA, akhirnya pelaku pun lalu dilaporkan pihak ke Polres Cirebon
Waka Polres Cirebon Kompol Diki Budiman SIK, ketika dikonfirmasi BERITA METRO, membenarkan kejadian tersebut, bahkan penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi. “Tadi memang sudah ada laporan mengenai kejadian itu, pihak kami masih menyelidiki dan beberapa saksi sudah dimintai ketarangan,” terangnya singkat @ MOCH MANSUR
Selengkapnya...
BERITA METRO, SUMBER - Ribuan Warga Masyarakat Desa Surangenggala Kulon Blok Pagartoya, Kecamatan Suranenggala Kab. Cirebon Jawa Barat, pada Jumat (15/10), mendatangai Gedung Wakil Rakyat, Pasalnya Warga meminta di Blok Pagartoya yang berpenduduk padat untuk di mekar menjadi Desa sendiri
Sebelum mendatangi Gedung DPRD Kab. Cirebon Ribuan Warga berkumpul di Pagartoya, setelah usai menjalankan Sholat Jum’at, Ribuan Warga yang mengenakan 20 kendaraan Roda Empat, 6 Truk dan puluhan sepeda motor, kedatangan para Aksi Demo di DPRD Kab. Cirebon sekitar pukul 14.00 WIB
Aksi demo demontrasi sendiri menuntut pemekaran Desa induknya, yang semula warga tersebut bertempat tinggal di Desa Suranenggala Kulon. Hingga para aksi membawa puluhan poster dan spanduk yang berisi tuntutan pemekaran
Para Aksi yang terdiri dari ibu rumah tangga serta anak-anak meraka yang masih kecil dan balita. Demonstrasi ini dilakukan karena proposal yang mereka ajukan belum mendapatkan jawaban (realisasi-red) dari Pemerintah Daerah atas persetujuan dari Dewan
Dalam proposal sebelumnya seperti di jelaskan oleh Bapak Imam salah seorang kordinator aksi demo, bahwa di blok Pagertoya sendiri yang berpenduduk hampir 4000 KK, yang artinya sudah memenuhi syarat untuk pemekaran
Ditambahkan Imam, “Selama ini masyarakat Blok Pager Toya sering terkendala dalam masalah pelayanan, mulai dari pembutan KTP, BLT, raksin dan lain sebagainya”,ujar Basuni
Perwakilan Aksi Demo kemudian diterima oleh pimpinan Dewan, yaitu Junaedi, ST dan Agus Efendi, SH serta didampingi beberapa anggota Dewan Lainya seperti Aan Setiawan, Supirman, S.H, H. Abdulah Masrur, H. Abu Somad dan To’if. Sementara anggota dewan yang lain tidak terlihat karena sebagian sedang melakukan kunjungan kerja
Dalam penuturan yang dikatakan pimpinan Dewan, bahwa untuk melakukan pemekaran tersebut harus di undangkan, oleh karenanya pihak kami akan mengodok permasalah yang diminta oleh warga Masyarakat Blok Pagartoya yang ternagai dari beberapa RT dan RW, maka pihak Dewan akan menyampaiukan kepada Pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Cirebon Drs. H. Dedi Supardi, MM
Ditambahkannya pimpinan Dewan, kami menerima usulan warga yang mana Dewan sendiri akan memperjuangkan keinginannya, serta pihak kami akan melakukan rapat khusus tentang pembentukan Pemekaran yang diminta Warga Blok Pagartoya, pada hari senin (18/10) tutur Junaedi, ST
Namun,“Secara normatif, tuntutan bisa kami terima, tetapi secara prosedur formal tetap harus kami tempuh, di hadapan perwakilan masyarakat dari Pagartoya. Memang masalah pelayanan adalah masalah yang krusial sehingga perlu menjadi prioritas dalam pemerintahan, sehingga kami sangat memahami aspirasi masyarakat blok Pager Toya ini
Setelah mendapatkan penjelasan dari pimpinan dewan para aksi demonstaran menyatakan akan menunggu perkembangan, jika dewan bergerak cepat kami akan sangat berterima kasih, tetapi jika dewan lambat kami akan terus melakukan aksi dengan masa yang lebih besar. Tandas Kordinator aksi Sakadi @ Agus Arifin
Selengkapnya...
BERITA METRO, SUBANG– Aksi saling tuding antara pihak pemerintah dengan masyarakat Subang, pasalnya banjir yang menimpa di sejumlah lokasi di Pantura bukanlah kesalahan alam semata, namun kurang sadarnya masyarakat dan lemahnya pengawasan dari pemerintah dalam tata ruang
Hal itu diungkapkan oleh sejumlah tokoh dan lembaga masyarakat Subang yang selama ini menyikapi dan memperhatikan kondisi alam Subang bagian Pantura dimana disejumlah lokasi amburadul, terutama dalam segi tata ruang yang mana lokasi-lokasi yang menjadikan penyebab banjir dibiarkan rusak tanpa pengawasan dari pemkab Subang.
“Coba anda perhatikan dengan teliti, penyebab banjir itu bukan karena limpahan air yang terlalu tinggi, akan tetapi kondisi saluran yang ada tidak mendukung pasokan air hujan maupun air bah yang datang dari hulu,”ucap Tokmas Pantura Jaenal.
Disadari maupun tidak, dibeberkan Jaenal, seperti halnya banjir yang menimpa warga Kecamatan Pamanukan dan warga Kecamatan Legonkulon diakibatkan saluran sungai Cigadung menyempit, menyempitnya saluran tersebut karena badan sungai yang ada berkurang karena banyak dimanfaatkan warga untuk mendirikan bangunan rumah maupun bangunan usaha warga sekitar sepanjang sungai tersebut.
Manakala badan sungai Cigadung dimanfaatkan untuk perumahan maupun lahan usaha pihak pemerintah Desa, Kecamatan maupun pemkab Subang tidak melakukan teguran ataupun larangan pendirian bangunan dan malah terkesan mereka mendukung pendirian bangunan tersebut yang kemudian menjadi asset jatprem
Jadi, untuk hal tersebut siapa yang bersalah, rakyat kah atau pemerintah kah atau alam, menurutnya kesalahan ada dipihak pemerintah yang membiarkan rakyat berbuat salah namun pihak pemerintah mendiamkan saja, dan bahkan terkesan mendukungnya.
“Saya harapkan kesalahan rakyat juga merupakan kelemahan pemerintah, coba kalau rakyat salah dan memberikan sangsi atas pendirian bangunan yang akan mempersempit saluran Cigadung yang kemudian menjadi penyebab banjir banding yang menelan kerugian material,”ucapnya
Hal senada diungkapkan Aktifis Pergerakan Lingkungan Sewilayah Patura (Aktifis Pringsewu) Kabupaten Subang, Otong Jaenudin, kondisi tata ruang Pantura hususnya diwilayah yang seringkali menjadi langganan banjir seperti di Kecamatan Pamanukan dan Kecamatan Legonkulon yang saat ini kondisinya semakin buruk yakni pada saat-saat tertentu seperti halnya pada musim hujan seperti ini saluran sungai Cigadung akan meluap lagi dan akan membanjiri daerah terendah diwilayah itu
Kondisi tersebut, bukan hanya kesalahan masyarakat semata akan tetapi pihak pemkab Subang atau pemerintah setempat yang mesti bertanggungjawab penuh, karena kesalahan masyarakat apabila pada saat ditegur atau pemerintah memberikan teguran atau memberikan sangsi kepada masyarakat yang membuat ulah atau mendirikan bangunan disepanjang jalur sungai Cigadung yang berjejer tanpa ada teguran dan tindakan pemerintah
“Diharapkan pemkab Subang untuk dapat dengan sesegera mungkin guna menertibkan bangunan-bangunan liar yang berdiri disana sebelum musim hujan secara terus menerus dan tentunya saluran sungai Cigadung akan mel;uap karenanya,”ucap Jay@ PIRDAUS
Selengkapnya...
BERITA METRO, SUBANG – Pihak Perum Perhutani Kabupaten Subang Jawa Barat, Balai Kesatuan Pangkuan Hutan (BKPH) Asisten Perum Perhutani (Asper) wilayah Ciasem-Pamanukan KPH Purwakarta kedatangan tamu dari Asper Indramayu dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Saraswati KPH Indramayu
Kunjungan kerja tersebut dalam rangka amelakukan study banding menyangkut pengelolaan hutan dan perempangan payau di wilayah Resort Pangkuan Hutan (RPH) Poponcol Desa Tegalurung BKPH Asper Ciasem-Pamanukan
Dalam kesempatan itu rombongan study banding terdiri dari Asper Indramayu, yang dipimpin oleh Edi Madyani, Kepala seksi satuan pengelolaan Hutan Bersama masyarakat KSS-PHBM), Darto, Kepala RPH Cangkring, Sabar, Mandor RPH Cemara, Adang dan Ketua LMDH Saraswati, H.Istanto
Rombongan diterima oleh KSS PHBM KPH Purwakarta, Sarja Sana, Wakil Kepala Administratur Subang, Asep Setiawan, S.hut dan Asper BKPH Ciaem-Pamanukan, Kusnadi dan Kepala RPH Poponcol, Adi Mulya, Ketua LMDH Tegalurung, Ir.H.Atep tak ketinggalan pula para mandor Asper wilayah tersebut.
Menurut Asper Indramayu, Edi Madyani kunjungan dilakukan dalam rangka study banding pengelolaan hutan payau diwilayah tersebut yang diindikasikan pengeloaannya lebih baik dari pada diwilayah kerjanya. Keberhasilan pengelolaan hutan payau di Kabupaten Subang ini akan dijadikan percontohan dan untuk dikembangkan diwilayah kerjanya.
“Kunjungan ini kami lakukan karena pihak kami memandang keberhasilan pengelolaan hutan payau di wilayah Subang hususnya di Asper Ciasem-Pamanukan merupakan gambaran dan perlunya diterapkan diwilayah kerja kami, hal ini akan dilakukan secara berkesinambungan,”ucap Edi.
Hal senada dikatakan Ketua LMDH Sarawati, H.Ristanto keberhasilan pengelolaan hutan payau payau didalamnya terdapat perempangan yang sedemikian dapat dikelola dengan baik, hal ini merupakan keberhasilan Asper Ciasem-Pamanukan dalam melakukan pembinaan kepada para penggarapnya. Sehingga keberhasilan pembinaan disini patut ditiru dan akan duterapkan di Indramayu.
“Keberhasilan kami hanya terjadi adanya keberhasilan secara ekonomi, sementara apabila dipandang secara ekologi, untuk itu keberhasilan penerapan pengeloaan hutan payau disini akan kami coba diterapkan di anggota kelembagaan kami,”rencana Ristanto.
Asper Ciasem-Pamanukan, Kusnadi senada dengan KSS PHBM KPH
Purwakarta, Sarja Sana mengungkapkan kebanggaannya adanya kunjungan study
banding yang dilakukan oleh pihak KPH Indramayu, yang mana pengelolaan hutan
payau dan perempangan dianggap berhasil oleh pihak lain ini menjadikan cambuk
kedepan untuk meingkatkan pengelolaan yang lebih baik lagi.
Hal ini merupakan keberhasilan pembinaan diwilayah kerjanya tidak hanya dipandang berhasil oleh pihaknya, namun keberhasilan dan pujian datang dari pihak lain merupakan kebanggaan KPH Purwakarta.
“Mudah-mudahan saja keberhasilan pengelolaan ini yang dijadikan percontohan oleh Asper KPH Indramayu, akan dapat membawa nama baik Asper KPH Purwakarta sekaligus menjadi raport baik bagi kami,”Ucap KSS Sarja diiyakan Kusnadi@ AGUS HIDAYAT/PIRDAUS
Selengkapnya...
BERITA METRO, SUBANG – Akibat Bencana Longsor yang menimpa warga Dusun Bago Desa Mayang Kecamatan Cisalak, Kab. Subang Jawa Barat belum lama ini mengemparkan warga setempat
Akibat longsor tersebut menyentuh fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Subang, buktinya fraksi tersebut saat ini sedang merencanakan akan mendirikan posko bantuan bencana alam dilokasi kejadian
Hal tersebut diungkapkan Ketua fraksi Demokrat, Rohmani, SHI melalui staf fraksi Demokrat, Fajar Yuda Nugraha didampingi wakil Ketua DPRD Subang juga sebagai Ketua DPC Demokrat Kabupaten Subang, H. Ahmad Rijal AM, Jum’at (8/1) diruang kerjanya
Rencananya, dilanjutkan Fajar, penempatan posko bantuan bencana akan melibatkan anggota fraksinya, pengurus PAC, pengurus Ranting dan puluhan kader Demokrat yang ada di Kecamatan Cisalak, rencanaya selain akan mendirikan posko juga akan memberikan bingkisan sembako kepada warga yang terkena bencana
“Saat ini, kami sedang melakukan musyawarah pemantapan perencanaan pendirian posko, hal itu dilakukan agar dalam pelaksanaannya nanti dalam berjalan sesuai rencana dan juga kepedulian kami dilokasi kejadian dapat bermanf dapat bermanfaat bagi warga yang terkena musibah,”ucap Fajar
Rencana tersebut akan dilaksanakan, dilanjutkan Fajar, setelah segala sesuatunya telah dipersiapkan dan siap dilaksanakan, sesuai rencana pendirian posko akan dilaksanakan paling lambat pada Senin (11/10)
Sebab musyawarah perencanaan dilakukan sejak semalam (Kamis,7/1) hingga sampai berita ini dimunculkan pihaknya baru memperoleh keseragaman pelaksanaan dan mempersiapkan akomodasi yang akan diterjunkan
“Mudah-mudahan saja rencana kami akan dapat terlaksana dengan cepat, namun sesuai rencana hari Senin batas maksimal pendirian posko,”tambahnya
Ditempat yang sama, menurut Ketua DPC Demokrat Kabupaten Subang, H. Ahmad Rijal AM menjelaskan, rencana pendirian posko tidak ada maksud lain hanyalah bagian dari kepedulian fraksinya pada saat ini adanya bencana alam yang menimpa warga Desa Mayang Kecamatan Cisalak yang perlu bantuan moral maupun moril adanya bencana yang menimpa mereka
Kepedulian tersebut tumbuh, ditambahkan Rijal, dipastikan warga yang sedang tertimpa bencana diantaranya merupakan pendukung setia partai Demokrat pada pilieg maupun pilpres yang lalu, kalaupun tidak mereka tidak termasuk pendukungnya juga hal itu sudah menjadi kewajibannya untuk partisan dan peduli kepada warga Subang yang terkena musibah
“Kepadulian kami tumbuh karena kewajiban kami sebagai wakil rakyat dan juga secara kepartaian, karena mereka juga bagian dari warga Kabupaten Subang yang perlu kita bantu,”ucapnya@ PIRDAUS
Selengkapnya...
BERITA METRO, SUBANG - Terkait Pencairan dana BKUD/K di wilayah Kec.Patokbeusi Kab.Subang Jawa Barat, diduga syarat pungli alias Pungutan Liar (PL) yang dilakukan oleh oknum
Pasalnya Beberapa Kades mengaku telah dimintai dan menyerahkan sejumlah uang sebesar Rp.500 Ribu hingga sampai 1.2 juta diluar pos anggaran Resmi BKUD/K. Diduga dilakukan oleh oknum Aparat Pemerintah Kecamatan Patokbeusi.bahwa uang sejumlah tersebut katanya dengan dalih untuk biaya operasional pengurusan proses pencairan dana BKUD/K
Tidak hanya pungutan diluar Cost resmi BKUD/K, intervensi target PBB masuk 75 % sebagai syarat pencairan Dana BKUD/K termin II juga dirasakan sangat memberatkan dan tidak tercantum dalam Peraturan Bupati Subang nomor 09 tahun 2009 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengelolaan dan Penggunaan Bantuan Keuangan untuk Desa/Kelurahan (BKUD/K)
Hal itu disebabkan karena pembayaran PBB dimasyarakat (wajib pajak) macet hingga kolektor pajak di Desa tidak dapat menyetorkan PBB secara maksimal dan tepat waktu,selain kurangnya sosialisasi dan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak.
Saat dikomfirmasi media ini beberapa Kepala Desa yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa akibat target PBB Harus masuk 75 % itu Kepala Desa harus mencari dana talangan bahkan hutang pinjam untuk menutupi target PBB, yang lebih ironis lagi Pihak Kecamatan menawarkan jasa berupa pinjaman dana untuk menutupi kekurangan dana target PBB 75 % itu agar dana BKUD/K dapat dicairkan
Setelah dana BKUD/K cair dana pinjaman itu langsung dipotong oleh Pihak Kecamatan, tak ayal lagi akibat desakan masyarakat yang telah menanti berbulan-bulan cairnya dana BKUD/K kepada Pemerintah Desa,beberapa Kades mengaku terpaksa mengambil pinjaman dana tersebut guna menutupi PBB dan untuk mencairkan dana BKUD/K,walaupun beresiko Dana BKUD/K nya dipotong.
Akibat pemotongan dana BKUD/K tersebut beberapa Pos Anggaran resmi yang seharusnya dilaksanakan oleh Pemerintah Desa atau beberapa PJOK terpaksa dikorbankan.”Sudah dipungut diluar Cost Resmi 1,2 Juta,”Dana BKUD/K termin II Desa Kami dipotong 25 Juta untuk nutupi target PBB 75% itu Pak,”akibatnya beberapa Cost resmi yang harus di laksanakan
Masih menurutnya, ‘kami, tunda sampai uang pengganti dari pembayaran PBB (wajib pajak)masyarakat masuk,”belum lagi pengawasan dilapangan beberapa oknum juga minta duit,”pokoknya kalau dihitung dengan uang Uka-Uka 5 juta ada kali Pak !.” ujar Kades yang tak mau disebutkan namanya ini.
Menanggapi hal tersebut, Camat Patokbeusi Dikdik Solihin S Sos membantah ada pemotongan terhadap dana BKUD/K,saat ditanya adanya pemotongan sejumlah 25 Juta dari Dana BKUD/K salah satu Desa untuk menutupi target PBB Camat menjawab tidak ada,”kalau PBB itu urusan Kepala Desa,”Tanya aja Kadesnya sendiri!,” dikemanakan PBB nya kok ga setor-setor!,”ungkap Camat
Sementara itu menaggapi adanya dugaan pungli oleh Kasi PMD Kecamatan .Patokbeusi HW dalam proses pencairan BKUD/K sebesar 1,2 juta perdesa berkali kali media ini mendatangi untuk klaripikasi dan kompirmasi belum berhasil ditemui dan selalu tidak ada ditempat kerja bahkan ada dugaan selalu menghindar dari kejaran wartawan
Untuk itu berbagai pihak meminta kepada penegak hokum untuk segera turun tangan menyelidikinya jika terbukti dugaan tersebut benar maka proses sesuai dengan hokum yang berlaku @ Hidayat
Selengkapnya...