Mahasiswa Tuntut Mundur SBY-JK, DPRD Kota Cirebon dicuekin Mahasiswa

CIREBON, MC

Puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Cirebon meminta agar Presiden dan Wakil Presiden SBY-JK untuk turun dari jabatannya. Pasalnya para Mahasiswa menilai SBY-JK telah gagal mengemban dan menjalankan amanah rakyat yang seharusnya mensejahterakan, memakmurkan, atau membuat perdamaian dan mencerdaskan bangsa, terhadap rakyatnya

Dalam Orasinya Mahsiswa, “Kita lihat sekarang, rakyat Indonesia makin sengsara dan berada di bawah garis kemiskinan. Ini jelas jika SBY-JK sudah gagal memimpin, karena itulah kami minta lebih baik keduanya turun saja,”kata Johar, Koordinator Lapangan (korlap) aksi Demontrasi.

Pantauan yang dilakukan dilapangan, aksi para mahasiswa ini terjadi di Jalan Siliwangi persis didepan Gedung Balai Kota dan DPRD Kota Cirebon. Di tengah jalan itu mahasiswa sengaja membakar dua ban bekas. akibat aksi massa itu serta guna mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, jalan tersebut akhirnya ditutup polisi sehingga anggkutan umumpun merasa terjebak harus mengelilingi rotasi yang sangat jauh anatara Jl. Muhammad Toho hingga ke Jln Kartini.

Saat melakukan orasi di tengah jalan itu, rombongan aksi pendemo memang sempat didatangi Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Dahrin Syahrir dan dua anggota lainnya yakni Lili Eliyah dan Suyatno A Saman. Namun kedatangan kedua wakil rakyat ini sempat “dicuekin” mahasiswa, karena dinilai bukanlah tampak pimpinan yang bisa sebagai pengambil keputusan atau kebijakan yang memihak kepada rakyatnya

“Kami maunya ketemu pemimpin Kota Cirebon yakni Walikota Cirebon, Bapak Subardi, S.Pd. Kami tidak mau ketemu dengan yang lainnya,”ungkap Johar seraya disambut tepuk tangan teman-temannya. Namun setelah diberikan pengertian jika Walikota sedang tidak ada di kantor dan yang ada sekarang hanya dari pimpinan DPRD, mahasiswa akhirnya memberikan waktu kepada massa tentang kondisi yang ada.

Tak lama kemudian massa merangsek ke gerbang masuk Balai Kota yang didalamnya sudah menunggu barikade puluhan polisi Polresta Cirebon dan puluhan Satpol PP. Para pendemo tetap ngotot ingin bertemu walikota, bahkan mereka sempat memaksa masuk sehingga terjadilah aksi saling dorong-mendorong antara mahasiswa dan polisi. Para aksi pendemo masih bertahan dan menunggu kedatangan Walikota Cirebon, Subardi S. Pd, yang belakangan tengah mengikuti acara penilaian perlombahan keluruhan tingkat Jawa Barat di Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti@ MOCH. MANSUR
Selengkapnya...

Ratusan Pintu Air PSDA Kab.Cirebon Dijarah Maling

CIREBON, MC

Pintu air irigasi di beberapa wilayah Kabupaten Cirebon Jawa Barat, kini banyak yang hilang dikarenakan ulah seseorang yang tidak bertanggung jawab dijarah maling-red), dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Hilangnya pintu-pintu air diakibatkan sangat jelas dengan mengkhawatirkan pelaksanaan tata gilir air pada musim kemarau mendatang

Ir. H. Tarjono, M. M Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kab.Cirebon mengatakan Kepada METRO CIREBON, bahwa penjarahan pintu air yang dilakukan para pemburu besi itu terjadi selama bulan Januari hingga Mei 2008. dan jika ditotal kerugiannya sebesar Rp 500 juta,” ungkap Tarjono.

Tarjono seraya menambahkan hampir setiap hari dirinya selalu menerima laporan dari Stafnya tentang kehilangan pintu air, padahal di lapangan proses pemasangan pintu air itu sudah menggunakan dengan cara menggergaji atau di las listrik. Tetapi rupanya para pemburu besi tersebut sudah berpengalaman dalam membongkar pintu air tersebut, maka kami menduga alat yang digunakan itu juga dengan alat las.

Diungkapkannya, hingga kini masih banyak pintu-pintu air bekas pencurian itu yang belum diganti. Dengan Kondisi yang sangat mengkhawatirkan pihaknya, terutama ketika di musim kemarau tiba, dimana fungsi pintu air sangat berperan dalam pelaksanaan tata gilir air, “Sebelum adanya penggantian permanen, pintu air bekas dicuri itu terpaksa digunakan dengan menggantinya pakai kayu, meski proses pendistribusian air akan sedikit lebih lama Karena harus dibongkar pasang terlebih dahulu,” tegas Tarjono.

Di lapangan sendiri, beberapa petani mendesak terhadap pihak PSDA agar segera mengganti pintu-pintu air yang hilang itu, namun hingga kini pihaknya masih berusaha semaksimal mungkin agar pintu-pintu itu dapat beroperasi seperti biasanya.

Tarjono menilai, maraknya aksi penjarahan itu merupakan dampak dari diberlakukannya otonomi daerah yang berimbas banyaknya petugas pintu dipekerjakan lagi. Akibatnya jumlah pengawas di lapangan tidak sebanding dengan jumlah pintu air yang harus diawasi, Kamipun berupaya memperbaiki pintu air yang rusak, kami berharap aksi pejarahan ini segera dihentikan. Toh fungsi pintu air itu untuk mengairi sawah yang tentunya untuk kesejahteraan masyarakat Cirebon tutur Kepala PSDA Kab. Cirebon Kepada METRO CIREBON@ MOCH. MANSUR

Selengkapnya...

DPRD Kab. Cirebon Minta Kembalikan, Ribuan Gaji Guru Dipungut PGRI

CIREBON, MC

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kab. Cirebon Jawa Barat Ingin punya gedung sendiri sementara Pemkab Cirebon mengucurkan dana tidak secara maksimal, pengurus PGRI Cirebon akhirnya nekat meminta infak terhadap hampir 12 ribuan guru dan Kepala Sekolah, Kepala UPTD dan para Penjaga sekolah yang besarannya ditentukan oleh PGRI antara Rp 100.000 hingga Rp. 25.000 perorang. Pengambilan infak dilakukan dengan cara memotong gaji rafel para guru pada Bulan maret 2008 lalu

Pemotongan gaji guru ini rupanya mendapat kecaman keras dari pihak DPRD Kabupaten Cirebon (23/05), sehingga jajaran PGRI dipanggil Dewan dan disidang dengan dicerca sejumlah pertanyaan cukup tajam terkait dengan kebijakan pemotongan gaji guru tersebut
H. Dadang, Ketua PGRI Kab. Cirebon mengungkapkan, ada sekitar 7000-an guru yang menjadi anggota. Belakangan, rencana pembangunan gedung itu mendapat dukungan dari guru-guru yang sebelumnya menjadi anggota PGRI.,“Akhirnya berhasil terkumpul dana sekitar Rp 900 jutaan, dan sebagian dana itu sudah dibelikan bahan-bahan material karena saat ini proses pembangunan sudah berjalan,” ungkap Dadang.

Oleh sejumlah anggota dewan, PGRI dianggap terlalu berani mengambil dana milik pribadi guru yang langsung dipotong melalui struk gaji. “Kami tidak mempersoalkan berapa infak yang harus dikenakan, namun yang jadi persoalan yakni proses pemotongan itu,” kata Aceng Sudaman, anggota Komisi C DPRD Kab. Cirebon. Setelah melalui perdebatan sengit antara anggota dewan versus PGRI, akhirnya diambil kesimpulan, jika PGRI harus secepatnya mengembalikan dana yang terlanjur ditarik itu kepada yang berhak menerimanya

Sementara itu, ratusan guru perwakilan beberapa kecamatan di kabupaten Cirebon secara serentak berkumpul di lokasi pembangunan gedung PGRI yang berjarak sekitar 700 meter dari gedung DPRD, tempat berlangsungnya pertemuan Dewan dengan PGRI, “Kami hanya ingin memberi dukungan kepada pengurus PGRI yang kini dipanggil dewan. Yang perlu bapak ketahui,PGRI selama ini tidak punya gedung representatif. Apakah salah jika kami memberikan infak untuk pembangunan gedung PGRI. Kami saja ikhlas kenapa Dewan yang rebut,”ujar salah seorang guru di Desa Kedongdong Kecamatan Dukupuntang, Kab.Cirebon yang enggan menyebutkan namanya kepada METRO CIREBON

Ditempat terpisah METRO CIREBON konfirmasi Kepala Dinas Pendidikan Kab.Cirebon Drs. H. Dudung Mulyana, M. Si melalui telephon cellularnya mengatakan Kami sudah menyerahkan sepenuhnya kepada para anggota PGRI, dalam musyawarah tentang pemanggilan pengurus PGRI oleh pihak DPRD Kab.Cirebon, ungkapnya@MOCH. MANSUR
Selengkapnya...

Menyangkut Kenaikan BBM, Nelayan Pantura Cirebon segel SPBU

CIREBON, MC

Nelayan Pantura Marah terhadap rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Juni mendatang, para nelayan Cirebon timur yang letaknya di Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon Jawa Barat melakukan aksi Demo penolakan kenaikan BBM dengan mengadakan aksi penyegelan sebuah SPBU di jalur Pantura, Kamis (22/5).Mereka menuding Pemerintahan SBY-JK sebagai Presiden dan wakil presidien sudah tidak berpihak kepada rakyat kecil terutama bagi para Nelayan yang ada di Cirebon dan umumnya di indonesia

Dari hasil Pantauan METRO CIREBON dilapagan, bahwa aksi para nelayan dengan cara memutari jalur Pantura menggunakan puluhan kendaraan roda empat dan sepeda motor itu, para aksi demontrasi tersebut sempat juga menghambat jalur lalu lintas kendaraan menuju Jakarta atau sebaliknya menuju Ke ara Jawa Tengah. Hanya saja akibat aksi ini tidak sampai menimbulkan kemacetan

Di sepanjang jalan para nelayan ini meneriakan yel-yelnya soal penolakan Kenaikan BBM dan menilai SBY-JK tidak memikirkan kehidupan para nelayan yang kini makin terjepit. Sehingga para Aksi setibanya di lokasi sebuah SPBU, para nelayan ini angsung memasang segel dengan menggunakan kertas yang bertuliskan,“SPBU DISEGEL RAKYAT”. Beberapa kendaraan yang semula mau mengisi bensin terpaksa mengurungkan niatnya dan lebih memilih melanjutkan perjalanan

Ketika METRO CIREBON konfirmasi Dede salah seorang nelayan yang melakukan aksi mengungkapkan, dia bersama ribuan nelayan lain tidak akan memilih SBY atau JK pada pemilu 2009 mendatang, jika keduanya nekat mengeluarkan kebijakan mengenai kenaikan BBM pada Juni menatang, yang intinya mensengsarakan rakyat kecil, Seraya menambahkan, “Kami sudah susah saat ini, apa kami akan dibuat lebih susah lagi? Jika demikian maka kami tidak akan memilih SBY dan JK pada pemilu 2009 nanti,” teriak Dede yang disambut yel yel nelayan lainnya

Ditempat yang sama Hamid (45), salah seorang nelayan dari Desa Gebang Kecamatan Gebang mengungkapkan, kami hampir sebulan terakhir tidak melaut. Selain karena sulit mendapatkan bahan bakar minyak tanah, dean dikarenakan terjadi penurunan pasokan ke pangkalan-pangkalan, sehingga harganyapun melambung sangat tinggi, “Sehingga kami untuk menyediakan kebutuhan makan bagi tujuh anak saya, saya terpaksa ngutang ke tetangga atau ke warung dan dibayar kalau kami nanti melaut, ungkap Hamid

Aksi para nelayan ini mendapat pengawalan ketat aparat Kepolisian Polres Cirebon yang mengikuti setiap jalur yang dilewati para pngunjukrasa, tidak melakukan aksi anarkis atau keribuatan dalam melakukan aksi, bahkan setelah menyampaikan orasi dan penyegelan SPBU, para nelayan meninggalkan lokasi dan pulang ke Desa masing-masing@ MOCH.MANSUR
Selengkapnya...

Sentra Pasar Cirebon Timur Terbakar


CIREBON, MC

Puluhan unit kios sentra Pasar tradisional terbakar habis dilalap sijago merah, Pasar tersebut terbesar diwilayah Kabupaten Cirebon, Pasar Pabuaran Habis terbakar pada Sabtu (17/5) pagi kemarin dengan menelan kerugian mencapai miliaran rupiah, Informasi yang berhasil dihimpun METRO CIREBON menyebutkan, kebakaaran terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Api berhasil dikendalaikan sekitar pukul 06.00 WIB setelah tujuh unit kendaraan pemadam kebakaran milik Pemkab Cirebon diterjunkan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran itu. Namun, sedikitnya 53 kios dan 20 los milik pedagang habis terbakar dengan kerugian diperkirakan mencapai hingga Rp3 miliar

Kardi (50), salah seorang saksi mata yang tidak jauh dilokasi kejadian memaparkan Sebelum kebakaran terjadi dirinya mendengar ada ledakan dari arah Pasar dan sambaran listtrik yang berasal dari sebuah kios yang berada dibagian depan pasar Pabuaran.

Tidak lama kemudian, percikan api keluar dan membakar kios bagian tengah. Api begitu cepat menjalar ke kios-kios lain, warga disini berusaha memadamkan dengan alat seadanya. Namun, karena api terus membesar, kami tidak bisa memadamkan dengan peralatan yang seadanya, tegas Kardi.

Lebih lanjut Kardi menegaskan, sekitar 30 menit kemudian kendaraan pemadam kebakaran milik Pemkab Cirebon diturunkan. Namun, kendaraan pemadam susah mengendalikan api karena titik api berada dideretan tengah-pasar yang susah dijangkauo.

Hal senadadiungkapkan saksi lainnya, Hendra 47, pemilik toko depan pasar, dia mengaku api membesar dalam waktu yang singkat dengan menghabiskan saru buah kios yang diduga sumber awal api. Selanjutnya api merembet kebagian utara pasar dan merembet kie kios-kios yang berada disebelah selatan,” tegas hendra.

Menurut para pedagang ditempat itu, mereka rata-rata harus menelan kerugian masing-masing kios sekitar Rp70 juta. Bahkan kerugian besil lebih besar lagi dirasakan pemili kios yang sama sekali tidak dapat menyelamatkan barang-barangnya.

Kusnadi, salah satu petugas pemadam kebakara, mengaku tidak bisa masuk karena jalan dipenuhi pedagang sehingga tujuh unit pipa pemadam saling menyambung supaya bisa sampai ke titik api.

"Adanya kios minyak goreng di bagian tengah yang ikut terbakar menyebabkan pemadaman menjadi sulit, selain itu kami juga kesulitanm masuk karena banyak pedagang yang masih berada dibadan jalan," dan tersisa termasuk pintu rolling dor dan rak besi@ MOCH. MANSUR

Selengkapnya...

Group Band Refeel, Siap Guncang Dunia Musik Indonesia

CIREBON, MC

Group Musik Band yang bernama Refeel memang masih belum banyak digemari para muda-mudi atau pengemarnya namun Group Band yang berasal dari Kab.Krawang Jawa Barat siap menguncang dunia musik Indonesia dengan menampilkan warna pop yang dibalut lirik-lirik bernuansa romantis, kini banyak digemari para muda-mudi baik di Sekolahnya maupun di daerah asal Jawa Barat hingga Nusantara. Album yang direlis oleh Ipan sebagai Tarik Suara yang pertama kalinnya berjudul “Tak Akan Rela” ini berisi 5 lagu diantaranya Hanya Untuk Mu, Dewasa, Tak Sanggup, Cinta Yang Terluka

Band yang dibantu lima personil anak belian yang masih duduk di bangku Sekolah seperti Ifan sebagai tarik suara (vokal), Sezar memainkan drum, Jejen mengoperasikan bas, Deden dan Adam mengoperasikan gitar, ini memang tidak disangka bahwa tema dalam perjalanan kehidupan menjadi tema utama dalam album perdananya.

Meskipun lagu-lagunya yang bertema perjalanan hidup dan cinta, namun keseriusan mereka dalam menggarap musik dengan warna pop tetap ditampilkan dengan nyata.“Band ini menjanjikan unsur pop yang dikemas dengan nuansa modern yang berbeda-beda pada setiap lagunya,” ungkap Refeel kepada METRO CIREBON

Ifan,misalnya yang mendapat pengaruh kuat dari musik terkenal di penjuru dunia seperti musik yang dimiliki Ungu. Kepiawaiannya menciptakan lagu dengan gaya berbeda, itu memberi angin segar dalam musik yang diluncurkannya, .Sedangkan lagu “Cinta Yang Terluka” merupakan lagu favorit seluruh personil karena dianggap paling pengaruh antara mantan personil dengan personil yang baru ini, tandasnya

Dapet nama Refeel

Group refeel saat dimintai komentar METRO CIREBON di sela-sela kesibukanya saat sedang show di Cirebon mengenai group Band Refeel, bahwa Refeel yang artinya Kembali ke perasaan baru yang dibentuk pada Mei 2008 ini, setelah mentas di Acara Hari Ulang Tahun (HUT) KE 41 Perum Bulog Di Kantor Sub Divre Cirebon, mungkin ini suatu ilham sebuah nama Band yang pas atau saking sibuknya bikin judul dan lirik lagu hingga belum focus mencari nama Band ini, Namun para personilnya sendiri sudah cukup lama bergelut dalam dunia musik, Awalnya, Sezar, Jejen dan Ipan adalah teman satu satu sekolah semasa SMP, menginjak SMA Deden, Adam semua satu sekolahan SMA Di Keawang,

Dengan kebetulan semua personil satu komplek berawal dari kumpulan sambil nyani dan gitaran, hingga tercetus pemikiran bentuk Bend, dengan personil yang solid dan keragaman pengaruh musik dari masing-masing personil, Refeel siap untuk menampilkan yang terbaik@ MOCH. MANSUR

Selengkapnya...

Kadivre Bulog Jabar Salurkan Raskin, Di Bukit Lereng Gunung Ciremai

KUNINGAN, MR
Warga Desa Cilimus Sari Kec.Ciledug Kab.Kuningan Jawa Barat menerima penyaluran Beras Raskin, dalam penyaluran tersebut yang dihadiri Kadivre Bulog Jabar Ir. H. Agusdin Farizdh, Kasub Drivre Bulog Cirebon, Drs. H. Slamet Subagio beserta Rombongan, Kabag Perekonomian Kab.Kuningan, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Ratusan Masyarakat Miskin yang hendak menerima Bantuan Beras raskin untuk 80 KK, acara tersebut yang mengambil tempat di Balai Desa Cilimus Sari belum lama ini

Menurut Kepala Divre Bulog Jabar, Ir Agusdin Farizdh kepada METRO CIRREBON, masalah yang paling penting adalah mengenai penurunan penyerapan gabah petani, terjadi dikarenakan para pedagang dan petani kini masih menahan diri, sambil melihat perkembangan menyusul adanya rencana pemerintah yang bakal menaikan harga BBM Juni Mendatang.

Disamping itu juga Divisi Regional Badan Usaha Logistik (Divre Bulog) Jawa Barat mengalami penurunan sekitar 40 persen jika biasanya perhari mampu menyerap 5000 ton kini hanya bisa 2500 hingga 3000 ton saja, Masih Menurut, Ir Agusdin Farizdh, penurunan penyerapan gabah petani, terjadi karena pedagang dan para petani kini masih menahan diri, sambil melihat perkembangan menyusul rencana adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah. Dengan Kenyataan memang begitu, petani dan pedagang masih menahan barang mereka masing-masing, sambil menunggu peluang keuntungan, karena pemerintah sendiri memang berencana akan naikan harga BBM

Jika kondisi demikian berakibat terhadap cadangan stok, maka pihaknya pun akan melakukan langkah-langkah antisipasi, diantaranya menggelar Operasi Stabilissi Harga Beras (OSHB) dengan membeli beras yang berada di pasaran, “Tentu saja sesuai dengan harga yang berlaku dipasar, dan yang akan kami beli itu jumlahnya tak terbatas, artinya sebanyak-banyaknya,” kata Agusdin didampingi Kasub Bulog Wilayah Cirebon, Slamet Subagyo. OSHB juga dimaksudkan untuk melawan kemungkinan adanya spekulan-spekulan yang kemungkinan bermain disaat warga diributkan soal kenaikan BBM

Sementara ketika METRO CIREBON menyinggung tentang cadangan raskin di Jawa Barat Kadivre menuturkan di dalam gudang Bolog Divre Jabar tersedia stok beras mencapai 240ribu ton, jumlah itu dirasakan cukup untuk mencukupi kebutuhan hingga 4.5 bulan

Ketika METRO CIREBON konfirmasi Sudarti (40) saat menerima bantuan Penyaluran Raskin mengatakan kami menginginkan ada penambahan jata raskin dikarenakan kampong kami di bukut lereng Kaki Gunung Ciremai itu sangat jauh dari kota, yang mana kami setiap akan kekota saja harus mempunyai uang banyak, seperti kami mau beloanja ke pasar untuk biaya Ojek aja sebesar Rp. 80 ribu PP dan kami belanja kepasar juga satu minggu sekali

Maka Kami mengahrapkan kepada Pemerintah daerah Kab.Kuningan dalam hal ini Bulog agar setiap KK diberikan penambahan jatah beras yang tadinya kami menerima 20 Kg ditambah 20 Kg lagi agar kami mempunyai stok beras untuk menghidupi keluarga, ungkapnyA@ MOCH. MANSUR

Selengkapnya...

Disdik Kab. Cirebon, Sunat Gaji Guru

CIREBON, MC

Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon Jawa Barat mewajibkan pungutan terhadap Gaji Rapel pada bulan april 2008 lalu, pemotongan tersebut yang besarannya terhadap Kepala Unit Pelaksana Teknik Daerah (UPTD) Disdik, Para Kepala Sekolah serta para Guru pengajar sebesar Rp. 100.000 ribu, Kasubag Tu yang terletak diberbagai UPTD sebesar Rp. 50.000 ribu dan bagi Penjaga Sekolah sebesar Rp. 25.000 ribu, dari jumlah keseluruhan yang ada di Kab. Cirebon sebanyak 12 ribu tenaga di lingkungan Dinas Pendidikan Kab. Cirebon, pungutan tersebut dilakukan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dengan alasan diperuntukan bagi pembangunan gedung baru PGRI di Kab. Cirebon, yang peletakan batupertamanya dilakukan oleh Sekda Kab. Cirebon Drs. H. Noviyanto Nuriyaman, M. M dan dihadiri pejabat teras di lingkungan Pemda Cirebon

Ketika METRO CIREBON konfirmasi Drs. H. Dudung Mulyana, M.Si Kepala Dinas Pendidikan Kab. Cirebon melalui telephon Gengamnya mengelak, tentang pemungutan gaji rapel itu hanya isu belaka dan berita itu tidak benar, dan saya sebagai Kepala Dinas siap klarifikasi terhadap orang yang ngomong masalah tersebut, yang penting kami tidak melakukan pemungutan gaji rapel kepada setiap guru, dan biarin saja orang ngomong, elaknya

Ditempat terpisah Aceng Sudarman Komisi C DPRD Kab.Cirebon kepada METRO CIREBON mengatakan,menyangkut Dinas pendidikan dalam hal melakukan pungutan gaji terhadap para guru sebesar Rp. 100 ribu itu, Dinas Pendidikan harus berrtanggung jawab dan harus dikembalikan kepada setiap guru apalagi jumlahnya milyaran rupuah, coba kita bayangkan mas “jumlah guru yang ada di kab.Cirebon itu hampir 12 ribu guru jadi jumlah yang dipungut kurang lebihnya sebesar Rp. 1,2 MilyaR

Sedangkan kalau Dinas melakukan pemotongan gaji itu harus dimusyawarahkan dan di persetujui oleh DPRD, bukannya seenaknya sendiri untuk melakukan pemotongan terhadap Guru tersebut, apalagi alasan dari Dinas Pendidikan sendiri tidak masuk akal, dengan alasan Dana Infak untuk pembangunan Gedung PGRI, sedangkan kalau gedung untuk PGRI itu adalah tanggungjawab Negara bukannya tanggung jawab para Guru jadi Dinas Pendidikan harus mengembalikan uang terhadap para guru

Masih menurut Aceng kami berharap bagi penegak hukum dalam hal ini Kepolisian Polres Cirebon agar segera menyeret Kepala Dinas Pendidikan Kab.Cirebon dikarenakan sudah terang-terangan melakukan tindakan Pidana Korupsi sebagai mana di atur dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi dan Dinas Pendidikan sudah melanggar Tap MPR Nomor 11 tahun 2000 tentang Kolusi Korupsi dan Nepotisme (KKN) yang diduga hanya mengeruk keuntungan yang sangat besar

Menyinggung tentang Bangunan PGRI yang sedang dilaksanakan diperkirakan menghabiskan anggaran sebesar Rp. 200 jutaan dengan luas tanah yang tidak signifikan, Aceng seraya menambahkan kalau masalah Gedung yang sebenarnya tanggung jawab Negara, mengapa dalam pembangunan gedung PGRI masih dibebankan kepada para Guru, kalau kita lihat seperti contoh pembangunan Gedung KNPI, Gedung Dewan Pendidikan dan gedung lainnya itu dibangun melalui anggaran APBD Kab.Cirebon, tapi mengapa Pembangunan Gedung PGRI sendiri dibebankankepada para guru, tuturnya

Ditempat terpisah METRO CIREBON konfirmasi Beberapa Guru Pengajar yang enggan menyebutkan namanya, tentang pemotongan gaji rapel itu benar sebesar Rp. 100 ribu pada awalnya kami tidak mengetahui untuk apa potongan tersebut, dan ketika kami menanyakan kepada teman-teman guru bahwa diperuntukan untuk pembangunan Gedung PGRI, dan kami diminta dengan alasan infaq, Cuma kami pada dasarnya tidak rela gaji rapel dipotong karena dipaksa, ungkap beberapa guru di salah satu Sekolah

DR (HC) Bambang Arief Wijaksana direktur exekutif Control Independent Strategis (CIS) Cabang Cirebon angkat bicara, bahwa Kepala Dinas Pendidikan Kab.Cirebon harus mengembalikan pungutan terhadap para guru dikarenakan sudadah melanggar peraturan pemerintah baik itu pemerintah Pusat maupun pemerintah Daerah, dan kami menyarankan kepada Bupati Cirebon agar segera menindak oknum Kepala Dinas Pendidikan, dikarenakan sudah mencoreng nama baik Kab.Cirebon

CIS sendiri tidak akan diam bilamana Bupati Cirebon Drs. H. Dedi Supardi, M. M tidak segera menindak secara hukum, dikarenakan oknum Disdik benar-benar melakukan pungutan yang bertentangan dengan peraturan, dan kami menduga bahwa Dinas Pendidikan Kab.Cirebon adalah sarang korupsi, ungkap Bambang@MOCH. MANSUR
Selengkapnya...

Warga Desa Bayalagu Adakan Aksi Demo Pengeboran Minyak

CIREBON, MC
Ratusan warga Desa Bayalangu Lor kec. Gegesik Kab. Cirebon Jawa Barat keluhkan pengeboran Minyak yang dilakukan Pertamina, Pasalnya Disaat masyarakat yang sedang gencar-gencarnya menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), di seluruh Indonesia menuntut presiden agar tidak menaikan harga BBM yang mengakibatkan harga kebutuhan pokok akan naik yang mengakibatkan rakyat dijadikan tumbal para kapitalis

Kini ratusan warga Desa Bayalangu Lor Kec.Gegesik, melakukan Aksi Demontrasi di lokasi lahan pembebasan pengeboran BBM, yang mana masyarakat menuntut penolakan lahanya yang akan dibebaskan untuk pengeboran minyak yang dilakukan pihak Pertamina yang sudah mematok lahan milik masyarakat Bayalangu, sehingga mengundang reaksi keras para pemilik lahan yang yang akan terkena pembebasan pemilik lahan Di Blok Kaliwates dan Blok Siglang
Ironisnya pihak pertamina yang akan membebaskan lahan tersebut belum meminta izin kepada warga yang memiliki lahan dalam hal ini pihak pertamina berani-beraninya asal main patok lahan milik masyarakat dan pihak Pertamina sendiri tanpa mensosialisasikan terlebih dahulu. Sehingga pematokan lahan tersebut akhirnya di hadang ratusan warga di dua blok pemilik lahan, pemilik lahan sendiri melakukan aksi demontrasi tentang penolakan ke kantor Balai Desa Bayalangu Lor, mereka meminta kepada Kepala desa (kuwu) agar tidak melakukan pengeboran minyak diareal tanah lahan

Pemilik Lahan Merasa Rugi

Dalam pematokan pihak pemilik lahan merasa sudah dirugikan lantaran pelaksanaan pengukuran dan pematokan merusak tanaman padi yang belum lama ditanami, ratusan warga juga menduga pihak pertamina dengan pihak kecamatan serta pihak Desa Bayalangu Lor bermain kongkalikong untuk tidak di sosialisasikan terhadap Warga Masyarakat. Ratusan Aksi demo menduduki kantor balai desa dan diterima langsung oleh Kepala Desa Bayalangu Lor Abdul Hanan, dikerumunan aksi Demo, Hanan hanya bisa melontarkan kata-kata meminta maaf kepada warga khususnya pemilik lahan atas kejadian ini namun Hanan membela diri, bahwa dirinya baru tau adanya pengeboran diwilayahnya

Hanan seraya menambahkan, bahwa dirinya membenarkan adanya pengeboran minyak dengan mesin hingga melakukan peledakan, menurut pihak pertamina yang berkantor di komplek pertamina Bongas Majalengka melalui saya pihaknya akan melakukan kordinasi dengan pemilik lahan, hingga membicarakan ganti rugi bagi warga yang memiliki lahan, Kami sendiri dituduh sudah menerima sesuatu dari pihak pertamina, apayang dituduhkan itu oleh warga tidak benar, hanya kami mengadakan pertemuan dengan pihak pertamina di Kantor Kecamatan Gegesik dan sebatas koordinasi, elaknya

H. Alkondi salah satu tokoh masyarakat Desa Bayalangu Lor mengatakan kepada METRO CIREBON pihaknya menyayangkan kenapa masyarakat khususnya pemilik lahan, baru mengetahui bahwa lahanya akan di lakukan pengeboran minyak oleh pertamina setelah pegawai pertamina melakukan pematokan, pada umumnya pihak pertamina meminta izin langsung kepada warga yang memiliki lahan tersebut dengan cara melakukan sosialisasi, atau mungkin bisa difasilitasi oleh pihak ketiga baik itu kepela Desa setempat maupun dari pihak kecamatan maupun dari pihak pemkab Cirebon. Kok kenapa masalah ini baru dibicarakan masalah ganti rugi lahan

Ditambahkannya H. Talib sesepuh Masyarakat Kecamatan Gegesik kepada METRO CIREBON mengatakan bahwa dirinya merasa prihatin atas tindakan pihak pertamina yang sudah gegabah melakukan pematokan tanpa seizin warga pemilik lahan, minimal pihak pertamina melakukan izin kepada pemilik lahan, dengan rencana pengeboran minyak, khususnya didesa Bayalangu Lor Dan Bayalangu Kidul, saya sendiri secara tegas menolak, pasalnya di kecamatan Klangenan pihak pertamina dengan warga belum ada kejelasan tentang Mou-nya

Apalagi yang kami ketahui bahwa lahan tersebut akan dijadikan pengeboran minyak, sedangkan lahanya saja mencakup di beberapa Kecamatan, yaitu kecamatan Panguragan hingga Kecamatan Gegesik, kami sendiri merasa trauma bias saja daerah kami sama halnya dengan kejadian Lumpur lapindo di Jawa timur, minyak tidak keluar malah Lumpur panas yang keluar, intinya saya menolak alasanya apapun, tegasnya@ MOCH MANSUR
Selengkapnya...

Bupati Cirebon, Resmikan Pembagunan BRSUD Arjawinangun

CIREBON, MC

Peletakan Batu Pertama BRSUD Arjawinangun oleh Bupati Cirebon Drs. H. Dedi Supardi, M. M dihadiri Kepala BRSUD Arjawinangun dr. Hj. Endang, Kepala BRSUD Waled dr. J. Suwanta, M. Kes, Kepala Dinas, Para Pejabat eselon II, Para Muspida, Para Camat, Kuwu dan dihadiri Para Undangan Lainnya beserta Masyarakat (09/05) yang mengambil tempat di Area tampat Pembangunan BRSUD yang dianggarkan Pemerintah Daerah sebesar Rp. 8.369.999.000 yang dikerjakan oleh PT. Gunakarya Nusantara Bandung

Kepala Badan Rumah Sakit Umum Arjawinangun dr. Hj. Endang Susilawati mengungkapkan, bahwa pelaksanaan pembangunan BRSUD yang baru berkat kerja keras kita semua, dan dibangunya Gedung baru ini demi meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat kab. Cirebon dikarenakan BRSUD yang dulu sudah tidak menampung untuk pelayanan terhadap pasien dikarenakan tempat yang sangat sempit, dan untuk tenaga dr teknis BRSUD Arjawinangun hanya memiliki tenaga sebanyak 18 dokter spesialis tenaga kontrak, 70 ruang rawat inap, 140 buah Tempat tidur

Kami berharap kepada Bupati Cirebon Drs. H. Dedi Supardi, M. M agar tenaga dokter spesialis ditambah , dikarenakan menyangut pelayanan terhadap masyarakat masih banyak kekurangannya, dimana untuk pembagunan Gedung yang baru itu menuju Rumah Sakit golongan C jadi, masih banyak kekurangan tenaga Teknis maupun tenaga dokter spesialis, dan mengenai acara peletakan batu pertama ini kami banyak mengucapkan terimah kasih terutama kepada Bupati dan imimnya Masyarakat kab. Cirebon yangmana Gedung BRSUD akan dibangun dengan kapasitas ruangan dan lokasi yang sangat memungkinkan, ditambahlagi kami melakukan penyantunan terhadap 300 Masyarakat sekitar bangunan baru, pihak kepedulian BRSUD memberikan pelayanan Pengobatan Gratis dan bentuk sembako kepada 300 masyarakat setempat, tutur dr. Endang kepada METRO CIREBON disela- sela kesibukannya

Bupati Cirebon dalam sambutannya bahwa pembangunan Badan Rumah Sakit Umum Daerah (BRSUD) Arjawinangun ini, adalah salah satu bentuk kepedulian terhadap Masyarakat Kab. Cirebon, dimana bangunan BRSUD Arjawinangun yang lama luas tanahnya hanya 1,1 Hektare sudah tidak layak lagi untuk melayani kesehatan para pasien yang sakit di BRSUD tersebut dalam artian tempat sudah tidak memungkinkan lagi, jadi kami pada tahun 2006 lalu memprogramkan Bangunan BRSUD yang baru sehingga pada tahun sekarang kami mendapatkan dukungan dari Masyarakat Kab. Cirebon untuk membangun lokasi baru yang luas tanahnya 5 Hektare

Bupati menghimbau kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dr. H. Qoyim, MARS agar dalam pelaksanaannya tidak menyimpang dari aturan dikarenakan sistem tendernya juga terbuka dan untuk Pelaksanaan pembangunan BRSUD adalah menelan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kab. Cirebon yang menghabiskan milyaran rupia, itu perlu dipertanggung jawabkan dikarenakan anggaran tersebut adalah milik rakyat, disamping itu kami menginginkan kepada para pejabat yang hadir dalam acara ini agar dalam pelayanan terhadap masyarakat kab. cirebon terutama bagi masyarakat miskin agar diperhatikan, bukanya Masyarakat melayani kita tetapi kami semua melayani masyarakat, ungkapnya

Masih menurut Dedi, untuk tahun 2009 nanti, kami berencana di Kab. Cirebon akan dibangun Universitas Cakrabuana, yang diperuntukan bagi Masyarakat Kab. Cirebon yang mau meniti Pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, Dedi Seraya menambahkan, bila mana kami ditakdirkan menjadi bupati kembali untuk memimpin Kab. Cirebon masa bakti 2008-2013 nanti, maka kami memprogramkan bagi Sekolah Menengah Umum, dibebeskan (Gratis) selayaknya kami baru menjabat Bupati pada tahun 2004 program tersebut diberlakukan bagi Sekolah Dasar (SD) itu gratis SPP dan pada tahun 2008 ini diprogramkan bagi Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SLTP) Negeri maupun Swasta itu Gratis dan ditingkat Sekolah Madrasah juga baik dari Sekolah Diniyah, MTS juga gratis dan untuk 2009 rencananya bagi Sekolah Madrasa Aliyah juga gratis. MOCH. MANSUR

Selengkapnya...

Menyangkut Proyek Ajudifikasi BPN Cirebon, Menuai Kritik

CIREBON, MC

Proyek Land Management and Policy Development Program (LMPDP) Ajudifikasi Tahun 2008 ini untuk tiga Kecamatan di Kabupaten Cirebon Jawa Barat yaitu Kec. Susukan Lebak, Kec. Sedong dan Kec. Karang Wareng yang rencananya mendapatkan alokasi Ajudikasi bagi masyarakat tidak mampu dan anggaran tersebut didanai dari Bank Dunia sebesar Rp.1 Milyar oleh Pemerintah Pusat (APBN) dengan sistem DIPA.

Pembuatan sertifikat per bidang tanah didanai sebesar Rp1 juta dari Rp1 juta tersebut, yang disetorkan ke kas negara hanya PPh 21 sebesar 17 % atau besaran angka rupiahnya sebesar Rp170 ribu. Sedangkan sisanya diperuntukan buat biaya operasional, pengadaan sarana dan prasarana petugas, serta honor panitia Ajudifikasi BPN dan petugas di tingkat Pemerintah Desa. dan di Setiap Kecamatan mendapatkan 5.000 sertifikat, hingga di tiga Kecamatan jumlahnya 15 ribu sertifikat

Suwardi menegaskan dalam hal ini pihak Desa mendapatkan Rp.1000/satu persil dan bila terjadi pungutan ditingkat Desa itu dilakukan oleh oknum Desa sendiri, dalam program ajudikasi pihak BPN tidak memerintahkan untuk melakukan pungutan terhadap masyarakat oleh karenanya, kami menyarankan kepada pihak Desa agar tidak adanya pungutan terhadap warga Masyarakat dikarenakan biaya sudah ditanggung pemerintah, Suwardi menyayangkan bila ada pungutan, biasanya pungutan tersebut adalah prakarsa Desa yang mempunyai prosedur/kebijakan lain. Ungkap Suwardi Kaur Umum BPN kepada METRO CIREBON diruang kerjanya.

Ditempat terpisah ketua LSM Bela Bangsa Wawan Kartawan kepada METRO CIREBON pihaknya masih kecewa terhadap pungutan proyek ajudifikasi tahun 2007 lalu, dalam hal ini pihak aparat penegak hukum dan Bawasda Kab.Cirebon tutup mata tentang pungutan liar yang dilakukan pihak Desa. Bila tidak ada tindakan dan tanggapan dari aparat penegak hukum serta dari Bawasda tentang pungutan liar, maka dihawatirkan pungutan ini akan dilakukan kembali oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab. MOCH. MANSUR

Selengkapnya...

Bupati Cirebon Drs.H. Dedi Supardi, M. M mencanangkan Gerakan Peningkatan Produksi Pertanian

CIREBON, MC


Bupati Cirebon, Drs. H. Dedi Supardi, M. M saat di sambut ribuan Masyarakat di Desa Kalianyar Kec. Paguragan Kab. Cirebon Jawa Barat di dampingi Kepala Dinas Cipta Karya (DCK) Kab. Cirebon Drs. H. M. Achsanuddin Adi, M. M saat akan memberikan bantuan bermacam-macam bibit Benih Padi, Benih pohon dan Benih Ternak di wilayah Kab. Cirebon

Pencanangan Gerakan Peningkatan Produksi Pertanian yang dihadiri H. Ason Sukarsa Wakil Ketua DPRD Kab. Cirebon, Para Kepala Dinas di lingkungan Pemkab. Cirebon, Para Camat, Kuwu se Kecamatan Panguragan, dan dihadiri 5 ribu lebih masyarakat dari Kec.Panguragan

H. Muslim Camat Panguragan mengatakan kepada METRO CIREBON di sela-sela kesibukannya kami berterimah kasih kepada Bupati Cirebon, para Kepala Dinas, Para Camat Kuwu dan Masyarakat untuk menghadiri acara Pencanangan Gerakan Peningkatan Produksi Pertanian, walau acara itu dilakukan oleh Dinas Pertanian perkebunan dan Perternakan, cuma kami hanya menyiapkan lokasi,ungkapnya

Menyinggung tentang ribuan Masyarakat yang hadir mengenakan kaos bergambar Bupati Cirebon, Muslim menegaskan, kami meminta kepada para Kuwu (Kepala Desa) untuk membawa masyarakat di masing-masing Desa itu 600 orang dari 9 Desa yang ada di Kec. Panguragan, hal itu untuk menyambut kedatangan Bupati Drs. H. Dedi Supardi, M. M dalam Pencanangan Gerakan Peningkatan Produksi Pertanian, dikarenakan Masyarakat Kec. Panguragan endemis masyarakat Tani, tutur Muslim

Ir. H. Ali Efendi, MM kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perternakan Kab. Cirebon dalam sambutannya mengatakan, bahwa disektor pertanian di Kab. Cirebon pada tahun 2008 sangat meningkat dikarenakan dari sektor pertanian bisa dikatakan hingga tingkat Nasional, yang mana hasil Pertanian swasembada beras dari Kab. Cirebon bisa diterima oleh Masyarakat kalayak Indonesia dan dalam tiap tahun hasil produksi meningkat hingga 10% dari tahun 2006 hingga 2008, sedangkan

Dan di sektor Perkebunan maupun Perternakan juga meningkat sangat tajam dikarenakan hasil perkebunan seperti Tebu, Mangga Gedong Ginju dari Kab. Cirebon hasilnya bisa diterima hingga Negara Luar, yangmana dalam sirklus pertahun bisa exspor ke berbagai Negara baik di Asia mapun Eropa seperti Negara tetangga Malyaisia, Brunai, Jepang, Singapore, Cina, Emirat Arab Saudi, dan lainnya sedangkan di Eropa sepoerti Amerika, Jerman, Belanda dan Inggris
Ali menambahkan untuk hasil ternak di Kab. Cirebon bisa dikategorikan penghasil Ternak yang sangat memuaskan dikarenakan ternak di Kab. Cirebon bebas dari berbagai Penyakit dan dapat dikonsumsi Masyarakat Indonesia dan umumnya berbagai Negara asing, tandas Ali

Ditambahkannya Drs.H. Dedi Supardi, M. M dalam sambutannya program pencanangan Gerakan Peningkatan produksi Pertanian bahwa kami merasa berterimah kasih kepada para Petani yang ada di Kab. Cirebon dengan bekerja keras dari para petani maka hasilnya juga bisa dirasakan oleh berbagai daerah, Sehingga Presiden Susilo Bambang Yudoyono pun mengatakan bahwa hasil produksi Beras dari Kab. Cirebon itu sangat memuaskan, oleh karenanya Beras yang diproduksi asal Cirebon sangat diterima oleh Masyarakat Jakarta dan umumnya Masyarakat Indonesia
Dedi berharap, dalam pencanangan hasil produksi suasembada Beras harus di tingkatkan lagi demi menjunjung tingga nama baik Kab. Cirebon mendatang, Ungkapnya

Program 2009, Bupati Canangkan Sekolah Gratis

Kami selaku Bupati Cirebon untuk menjelang tahun 2009 nanti Pemerintah Kab. Cirebon memprogramkan bagi Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) hingga Sekolah Menengah Umum (SMU) baik Swasta maupun Negeri gratis, oleh karena itu kami meminta kepada masyarakat kalau dalam penerimaan Murid Baru masih ada Sekolah yang memingun biaya DSP mohon segera melaporkan kepada kami, dan bilamana ada kepala sekolah yang meminta DSP maka akan kami berikan tindakan pemecatan

Dan kami akan memperioritaskan program perekonomian Masyarakat, sehingga tidak adanya keluh kesah warga Masyarakat Kab. Cirebon apalagi dengan adanya kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) nampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat umum apalagi di Kab. Cirebon, maka kami mencanangkan untuk 2009 nanti , kami mempokuskan perekonomian Masyarakat, Pemerintah akan mengurangi atau penyeimbangan anggaran dalam pembangunan Gedung maupun infrastruktur di Berbagi bidang, dikarenakan Masyarakat kab. Cirebon dikatagorikan 60% masayakat lemah, dengan peningkatan Perekonomian Masyarakat akan menuntaskan keluh kesah Warga Kab. Cirebon. MOCH. MANSUR


Selengkapnya...

Diakibatkan Limbah Batu Alam, Aliran Saluran Macet

CIREBON, MC

Disaat produksi batu alam yang beralokasi di Desa Kepuh Kec. Dukuh Puntang Kab.Cirebon Jawa Barat kini makin meningkat dan banyak pengusaha yang membuka rumah produksi di areal tanah PSDA tepatnya di tanggul saluran air, muncul semerbak seperti jamur yang mana pabrik Babut alam mencapai kurang lebihnya 300 pabrik
Seringkalinya Pihak PSDA UPTD Jamblang melakukan himbawan dan sering kordinasi dengan pengusaha atau pengerajin agar tidak langsung membuang limbah ke saluran pengairan, namun kebanyakan para pengerajin langsung membuang limbah ke saluran air yang mengakibatkan banyak saluran air yang tersumbat hingga banyak petani yang lahanya mengalami kekurangan air
Menurut Sirmana salah satu staf UPTD PSDA Jambalang kepada METRO CIREBON mengatakan bahwa pihaknya sudah melaporkan adanya kondisi saluran di Jamblang yang mengalami endapan limbah batu alam, selain itu juga pihaknya sudah mensosialisasi dengan cara memasang palang disertai perda dan himbawan, meminta agar masyarakat atau pengerajin batu alam agar tidak membuang limbah ke saluran secara langsu
Namun sampai sekarang pengerajin batu alam tidak mengindahkan perda yang tercntum, yang mana Bendung Jamblang, mengairi sawah dengan luas 2164 Hektar areal persawahan dengan adanya limbah yang mengendap mengakibatkan debit ari yang ditampung bendung jamblang tidak normal
Masih menurut Sirman, kami hanya bisa menghimbaw dan mengusulkan agar pihak PSDA baik PSDA Kabupaten Mmaupun pihak Balai PSDA segera melakukan pengerukan terhadap saluran yang berada disekitar Jamblang, dan meng himbau kepada aparat penegak Perda agar segera bertindak, dari hasil pantauan METRO CIREBON pabrik produksi batu alam disepanjang jalan desa Kepuh hingga Keramat kebanyakan mengunakan lahan pengairan dan pembuangan limbah batu alam tanpa melakukan proses filter, kebanyakan langsung membuang limbah ke saluran pengairan@MOCH. MANSUR
Selengkapnya...

Disperindag Kab. Cirebon Akan Lakukan OP Minyak Goreng

CIREBON, MC

Harga minyak goreng yang makin melonjak tinggi, dengan kenaikan minyak goreng sangat dirasakan masyarakat yang kurang mampu dan khususnya menengah kebawah, dengan adanya kenaikan harga minyak goreng, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cirebon akan melaksanakan Operasi Pasar (OP) minyak goreng bersubsidi kepada keluarga miskin dan pemilik usaha skala kecil
Ketika METRO CIREBON konfirmasi Drs. H. Dadang Tresnayadi, M. M, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cirebon, mengatakan bahwa di Kabupaten Cirebon untuk tahun 2008 mendapatkan alokasi minyak goreng sebanyak 363.000 liter yang rencananya akan dibagikan dalam waktu dekat bagi Masyarakat yang ada di Kab. Cirebon terutama bagi Masyarakat kurang mampu
Minyak goreng bersubsidi tersebut akan dibagikan kepada 250 ribu Kepala Keluarga (KK) miskin yang dikatagorikan kurang mampu di Kabupaten Cirebon yang datanya diperoleh dari BPS, dari masing-masing keluarga akan mendapatkan hanya 1 liter minyak goreng dan sisanya akan dibagikan kepada sejumlah pedagang kecil yang saat ini mengalami kesulitan modal karena kenaikan sejumlah harga bahan pokok
Dadang seraya menandaskan kami juga belum bisa memastikan akan digelarnya OP namun dirinya akan melaksanakan OP segera mungkin karena belum mengetahui secara pasti jumlah pedagang kecil yang akan mendapatkan jatah minyak goreng bersubsidi ini karena masih dalam pendataan, "Tetapi rencananya minyak goreng bersubsidi untuk pedagang kecil akan dibagikan melalui pihak kecamatan, tukasnya@ MOCH. MANSUR
Selengkapnya...

Pemda Kab. Cirebon, Anggarkan Rp. 4 Milyar Bagi Sekolah Rusak

CIREBON, MC

Sarana pendidikan di Kabupaten Cirebon nampaknya kini mendapat perhatian dari Pemerintah Kab.Cirebon hingga milyaran rupiah diperuntukan seperti Gedung Sekolah yang rusak, memang dengan adanya bangunan yang signifikan maka sangatlah menunjangang kelayakan dan kenyamanan untuk mendukung bagi siswa siswi dalam kegiatan belajar, Dari data Dinas Pendidikan Kab.Cirebon lebih dari 50% bangunan Sekolah Dasar di Kab. Cirebon mengalami kerusakan berat dan perlu segera diperbaiki Sedikitnya sekitar 400 Gedung Sekolah Dasar yang rusak dan 200 Sekolah diantaranya rusak berat, Sehingga Pemerintah Kabupaten Cirebon menganggarkan Rp. 4 Miliar dari APBD tahun 2008 khususnya untuk biaya perbaikan sekolah-sekolah yang masuk kategori rusak berat

Drs. H. Dudung Mulyana M, M. Kadisdik Kabupaten Cirebon, ketika dikonfirmsi METRO CIREBON mengatakan banyak bangunan sekolah yang rusak dan roboh di Kab. Cirebon dikarenakan rata-rata usia bangunan sudah tua, dan “Rata-rata bangunan tersebut dibangun sekitar tahun 70-an, jadi untuk sekarang pasti banyak yang tidak layak dan perlu diperbaiki,”Dudung seraya menambahkan, dana tersebut akan diberikan kepada sekolah sesuai dengan skala prioritasnya. “Yang rusak berat akan diprioritaskan” Dana Rp. 4 Miliar tersebut merupakan dana rehabilitasi infrastruktur pendidikan yang diperuntukkan bagi perbaikan gedung sekolah yang rusak maupun rusak parah, anggaran tersebut yang diperuntukan bagi Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA)@MOCH. MANSUR
Selengkapnya...

512 Tenaga Kontrak Dinas Cipta Karya Kab. Cirebon terima Surat Tugas


Selengkapnya...

CIREBON, MC

Dinas Cipta Karya Kab.Cirebon Jawa Barat memberikan Surat Tugas kepada 512 orang Tenaga Kontrak (TK), acara tersebut mengambil tempat di UPTD Bengkel CK dihadiri seluruh staf DCK dan Tenaga Kontrak, dari 512 Tenaga Kontrak tersebut terbagi di berbagai bidang, seperti terbagi di Bidang Kebersihan dan Pertamanan (KP), Bidang Pembangunan dan Pemukiman (Bangkim), Bidang Tata Usaha (TU), Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) dan di lima Unit Pelaksana Teknik Daerah (UPTD) Cipta Karya

Kepala DCK Kab. Cirebon Drs. H. M. Achsanuddin Adi, M. M dalam sambutannya memaparkan dalam kesempatan ini kami mengharapkan kepada 512 orang Tenaga Kontrak yang ada di DCK Kab. Cirebon agar bekerja lebih maksimal demi terselenggaranya pembangunan cirebon kedepan dan bagi tenagga Kontrak yang belum mendapat kesempatan masuk Databest agar bersabar, karena program Bupati Kab. Cirebon hingga akhir tahun 2009 nanti, dan tidak mungkin sekali semuanya masuk databest dikarenakan menyangkut keuangan APBD yang belum mencukupi, memang dari 512 tenagga Kontrak di bayar melalui Dinas CK dan yang databest adalah tanggung jawab dari APBD

Seperti di Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) bahwa Tenaga Kontrak dibayar oleh pemerintah Kab. Cirebon sebesar Rp. 600 ribu dan uang kopi Rp. 200 ribu sehingga Rp. 800 ribu sedangkan di berbagai bidang sebesar Rp. 600 ribu/bulan, tetapi di DCK sendiri akan melakukan penyegaran pegawai TK, yang mana di Bidang taman masih banyak Tenaga Kontrak yang umurnya di atas 65 tahun, itu diberi jangka waktu hingga tahun 2008, dan harus siap menerima resiko

Masih menurut Achsanuddin Adi, kami mengajak kepada seluruh Staf dan Pegawai maupun Tenaga Kontrak untuk menjelang Pilkada Kab.Cirebon pada Bulan Oktober 2008 nanti agar memilih pemimpin yang sudah tentu yaitu Drs. H. Dedi Supardi, M. M, yang telah banyak membatu kita semua, dan atas kepedulian terhadap para Staf maupun para pegawai di lingkungan Pemerintah Daerah

Ditambahkannya Kepala Bagian Tata Usaha (TU) Rusda Sunandi, BE bahwa untuk pemberkasan bagi Tenaga Kontrak masih banyak yang janggal, dalam artian pemberkasan bayak yang hilang, oleh karena itu kami memohon kepada para TK agar mempersiapkan berkas kembali agar terdaftar di DCK, kami sendiri menemukan TK di Bengkel CK tenaga yang ada di Bengkel adalah 5 orang pegawai, sedangkan didalam buku stanbuk yang menerima gaji sebanyak 13 orang, itu yang kami temukan di Bengkel, Seraya menambahkan, kami akan meneliti semaksimal mungkin tentang TK yang ada di DCK, agar tidak ada kesimpangsiurannya dengan data yang ada, tandasnya

Ditempat yang sama METRO GIREBON konfirmasi Sulaieman (76) yang sudah mengabdi hampir 10 tahunan, dia bekerja sejak tahun 1998 yang ditugaskan di Bidang Ksbersihan dan Pertamanan di lokasi Jalan Tujuh Pahlawan Revolusi (Tuparev) hingga Kedawung merasa merintih dengan sikap Kepala Dinas DCK yang mengatakan bahwa di DCK akan ada penyegaran pegawai, “hal itu hati kami merasa sakit sekali dengan pernyataannya dan saya akan bekerja dimana, dan untuk mencukupi keluarga saja kami bekerja di Pertamanan dengan gaji 600 masih kurang kami sendiri sudah mengabdi tahunan kok kenapa begitu saja kami terancam di pecat

Masih menurut sulaiman kami memohon kepada Kepala Dinas CK agar benar-benar memperhatikan kami, yangmana pengabdian kami sudah cukuplama walau nasib saya hingga kini tidak perna ada kesempatan untuk menjadi Pegawai Negeri tetapi kami dengan bekerja seperti tiap hari yang kami lakukan sudah cukup, yang penting kami meminta diperhatikan demi keluarga kami dirumah, dengan rasa sedih menangis didepan MR, tuturnya

Dari hasil pantauan dilapangan yang didapat METRO CIREBON, mengenai data pegawai yang ada di DCK diduga saling tuding, entah berapa pegawai yang sebenarnya, yang didapat informasi dari beberapa pegawai yang enggan menyebutkan namanya kepada MR, bahwa jumlah pegawai di DCK berjumlah 627 orang Pegawai dan yang mendapatkan Surat Tugas hanya 512 Orang Tenaga Kontrak sehingga diduga banyak Tenaga yang terselubung dengan kenyataan Surat Tugas yang diberikan kepada 512 pegawai tersebut. mc
Selengkapnya...

PSDA Sosialisasikan Penanggulangan Bajir dan Kekeringan


CIREBON, MC

Sosialisasi Penanggulangan Pasca Banjir dan Antisipasi Kekeringan pada Daerah Irigasi Rentang musim tanam 2007-2008, belum lama ini yang dilaksanakan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, yang mengambil tempat di Gedung Serba Guna SMKN I Susukan Kec. Susukan Kab. Cirebon Jawa Barat, yang dihadiri Kepala Bakorwil III Cirebon, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, Bupati Cirebon, Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Prikanan dan Kelautan, Kepala Bagian Operasional (Polres) dan peserta Penyuluhan srta para undangan yang lainnya

Ir. H. Tarjono, M.M Kepala Dinas PSDA Kab.Cirebon dalam sambutannya mengatakan, Mengawali kegiatan hari ini, marilah kita panjatkan Puji dan Syukur Kehadirat Allah SWT. Atas segala Nikmat, Rahmat serta Hidayahnya yang telah diberikan kepada Kita sekalian, sehingga pada hari ini dapat bersilaturahmi dan hadir pada acara Sosialisasi Penanggulangan Pasca Banjir dan Antisipasi Kekeringan pada Daerah Irigasi (DI) Rentang Kabupaten Cirebon Masa Tanam 2007/2008

Latar Belakang Penyelenggaraan Kegiatan, sebagaimana dimaklumi bahwa kejadian bencana banjir dan kekeringan di Kabupaten Cirebon setiap tahun terjadi Syukurlah pada musim hujan Tahun 2007 / 2008 kejadian banjir relatif kecil hanya pada beberapa daerah di Kabupaten Cirebon seperti di Kecamatan Gunungjati dan Kapetakan akibat meluapnya Kali Condong dan Kali Pekik pada tanggal 19 Maret 2008, Namun demikian kita akan segera memasuki musim kemarau diperkirakan pada bulan Mei sampai Oktober mendatang Kejadian kekeringan pada Musim Tanam II Tahun 2006/2007 yang lalu ±8.000 Ha terancam terancam gagal panen, atas upaya optimalisasi pembagian air dapat diselamatkan ± 3.000 Ha ( 37,5 %) dan sisanya ± 5.000 Ha ( 62,5 %) gagal panen.

Masih menurut Tarjono, Daerah Irigasi Rentang mendapat pasokan air dari Bendung Rentang yang juga melayani Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Indramayu. Terbatasnya debit air pada Bendung Rentang pada musim kemarau menyebabkan Konflik Horizontal masyarakat atau petani atas berbagai kepentingan (tanaman padi, air bersih (PDAM).

Ketika METRO CIREBON Konfirmasi Kepala Dinas PSDA Kab.Coirebon Ir. H. Tarjono, M. M mengatakan Penyelenggaraan Sosialisasi dimaksudkan untuk memfasilitasi antar lembaga atau instansi pengelola sumber daya air dengan seluruh stake holder dalam penanggulangan pasca banjir dan antisipasi kekeringan pada Daerah Irigasi Rentang Kabupaten Cirebon Masa Tanam 2007/2008, Mengurangi ancaman kekeringan dan kegagalan panen tanaman padi MT II 2007/2008 pada Daerah Irigasi Rentang, Tidak terjadinya Konflik Horizontal masyarakat petani atas Kebijakan Pembagian Air / tata Gilir Air, Mencegah praktek premanisme dalam memenuhi kebutuhan air untuk tanaman dan kepentingan lainnya, namun atas dasar pembagian tata gilir yang adil dan merata.

Ditempat yang sama, Ir. H. Suharto, M. M Kepala Seksi Pemberdayaan Petani Pemakai Air (PPA) Bidang Bina Manfaat PSAD Kab. Cirebon, ketika dikonfirmasi METRO CIREBON menuturkan bahwa Dilaksanakannya acara tersebut hanya I hari, bertempat di Gedung Serba Guna SMK N 1 SUSUKAN Jl. Bagus Serit Desa Kedongdong Kec. Susukan Kab. Cirebon Kegiatan ini diikuti peserta ± 130 orang terdiri dari Unsur Camat se-Wilayah D.I Rentang, Unsur Polsek se-Wilayah D.I Rentang, Unsur Danramil se-Wilayah D.I Rentang, Unsur Kepala Desa se-Wilayah D.I Rentang, Unsur Kepala UPTD Pertanian se-Wilayah D.I Rentang, Unsur Kepala UPTD PSDA se-Wilayah D.I Rentang, Unsur Kepala Bidang Tibum Sat. Pol. PP Kabupaten Cirebon, Unsur Kepala Bidang pada Dinas PSDA Kabupaten Cirebon.

Masih menurut Suharto, Kami selaku panitia mengundang nara sumber yang sangat berkompoten dalam hal ini Kepala Bakorwil III Cirebon, Kepala Balai Besar Wilayah sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan, Pertanian, Perikanan dan Kelautan serta Kepala Bagian Operasional (POLRES Sumber)

Menyinggung tentang Sumber Dana, Ir. H. Suharto memaparkan bahwa sumber dana yang kami serap adalah dari APBD II Kabupaten Cirebon, sedangkan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Kegiatan Pemberdayaan Petani Pemakai Air Tahun Anggaran 2008, sedangkan untuk Acara akan dibuka Bapak Bupati Cirebon Drs. H. Dedi Supardi, MM yang diwakili oleh Bapak Sekda Cirebon Drs. H. Novianto Nuriyaman, MM Kegiatan Sosialisasi Penanggulangan Pasca Banjir dan Antisipasi Kekeringan pada Daerah Irigasi Rentang Kab.Cirebon Masa Tanam 2007/2008@ MOCH.MANSUR

Selengkapnya...

Perdes No.4 tahun 2007 Desa Bayalangu Lor dinilai Janggal.


CIREBON , MC
Peraturan Desa bayalangu Lor Kecamatan Gegesik Kab.Cirebon Prov.Jabar No.04 tahun 2007 tentang perhitungan anggaran pendapatan dan belanja desa tahun anggaran 2007, dengan persetujuan Badan Perwakilan Desa Bayalanggu Lor ninilai janggal.

Kades dan BPD memutuskan dalam pasal 1 bahwa jumblah perhitungan pendapatan desa tahun anggaran 2007 adalah sebesar Rp.245.545.000,-. Pasal 2 jumblah perhitungan belanja rutin tahun anggaran 2007 adalah sebesar Rp.154.535.000,-. Pasal 3 jumblah perhitungan belanja pembangunan desa tahun anggaran 2007 sebesar Rp.85.650.000,-.

Pasal 4 jumblah perhitungan belanja desa tahun anggaran 2007 adalah sebesar Rp.240.185.000,-. Pasal 5 jumblah sisa lebih / kurang perhitungan anggaran desa tahun anggaran 2007 adalah sebesar Rp.5.360.000,-/ simpanan dana pemilihan kepala desa, pasal 6 uraian dari pendapatan belanja dan kegiatan kegiatan adalah sebagai mana terdapat dalam lampiran I, II.A dan II.B yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari peraturan desa ini, pasal 7 peraturan desa ini ditetapkan pada tanggal 25 Febuari.

Kejanggalan dalam perdes yang dikeluarkan A.Hanan Kades (Kuwu) dan Jida Ketua BPD dilontarkan Wirsihabudin Bin Mansur salah satu warga Desa Bayalangu Lor kepada MRWir Juga menduga bahwa perdes tersebut banyak yang fiktif alias hanya untuk laporan belaka, padahal sepengetahuan saya sebagai warga yang awam tentang pemerintahan desa antara perdes yang dibuat dengan kenyataanya dilapangan sangat berbeda.

Dengan contoh kecil pada pos perasarana produksi khususnya pengerasan jalan gotrok jabawetan dengan anggaran Rp. 7 juta kini hasilnya pengerasan tersebut amburadul alisas pekerjaan yang terbenggkalai diduga kuat dana Rp 7 juta tersebut didak digunakan secara Ful untuk pengerasan jalan tersebut. Ungkapnya.

Pantauan MC di Desa Bayalangu Lor menurut salah satu pelaksana program pembangunan desa yang enggan disebutkan jatidirinya mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya tidak mengetahui apa apa tentang pembangunan yang didanai dari desa, saya hanya dimintai tandatangan saja oleh Kades (Kuwu)@ MOCH MANSUR

Selengkapnya...

Kuwu Bojongkulon Cirebon, Selewengkan Raskin

CIREBON, MC
Menyangkut penyelewengan Raskin yang dilakukan oknum Kuwu dan perangkat Desa di Desa Bojongkulon Kec.Susukan Kab.Cirebon Jawa Barat belum lama ini dilakukan oleh oknum H.Sopwan sebagai kaur keuangan di Desanya, dan diakuinya bahwa beras raskin tersebut milik Sukendra Kuwu Desa Bojongkulon
Ketika METRO CIREBON konfirmasikan hal tersebut kepada H.Sopwan di kediamannya, mengatakan bahwa saya tidak pernah menjual raskin kepada Satori Warga Desa Gintunglor Kec. Susukan, memang saya kenal dengan Satori itu sekitar tahun 2004 tetapi sekarang saya tidak pernah jumpa lagi dengan mereka, apalagi kami diisukan menjual jatah Raskin pada bulan Maret 2008, akunya
Menyinggung tentang surat pernyataan yang dibuat Satori warga Desa Gintunglor Rt. 01/01 Kec.Susukan tertanggal 10 April 2008 bahwa saya telah didatangkan beras sebanyak 30 kwintal (3 ton)dengan harga Rp. 3000/Kg oleh saudara H.Sopwan perangkat Desa Bojongkulon yang pengakuannya Beras tersebut milik Sukendra Kuwu Bojongkulon dan saya bayar tiga kali pembayaran lunas, tetapi saya tidak mengerti bahwa Beras tersebut adalah Beras raskin jadi saya mohon perimbangannya atas kejadian ini dengan ketidak mengertian saya, yang ditandatangani dan bermaterai ungkap Satori dalam Surat pernyataan
Sopwan seraya menambahkan, surat pernyataan yang dibuat satori itu tidak benar dan saya tidak pernah menjual Raskin kepada Satori, memang saya kenal dengan Satori tetapi pada tahun 2003 dulu, namun sekarang saya tidak pernah ketemu lagi, apalagi saya diisukan menjual beras raskin hak bagi orang yang tidak mampu, jadi isu tersebut adalah tidak benar
Menurut pengakuan Sopwan pengiriman Beras Raskin dari Sub Divre Bulog Cirebon di Desa kami memang benar pada tanggal 10 Maret 2008, tetapi pada waktu itu juga beras langsung dibagikan kepada warga masyarakat, tetapi mengapa Satori berani-beraninya membuat surat pernyataan yang mengisukan, saya menjual beras raskin sebanyak 30 Kwintal (3 Ton), oleh sebab itu saya berani di sumpah dan dihadapkan kepada siapa saja kalau toh saya benar menjual beras raskin, dan permasalahan ini sudah ditanggani oleh Camat Susukan tetapi menurut Camat isu penjualan raskin tersebut tidak benar, elak Sopwan
Ditempat yang berbeda METRO CIREBON mendatangi Sukendra Kuwu Desa Bojongkulon dikediamannya, Sukendra mengatakan bahwa saya sebagai Kepala Desa merasa kaget dengan adanya ulah salah seorang oknum, tetapi semua permasalahan menyangkut penjualan raskin kini ditangani Camat dan sudah tidak ada masalah apapun, tutur Hendra
Ketika METRO CIREBON menanyakan bahwa beras tersebut milik Hendra, dirinya mengelak saya tidak pernah mengintruksiakan kepada perangkat kami apalagi untuk menyuruh menjual beras, namun kami sudah memanggil H.Sopwan ternyata dirinya tidak mengaku tentang penjualan Beras Raskin, dan saya minta kepada semua wartawan agar dalam penulisan jangan menyudutkan kami sepihak, tulislah berita yang enak dibaca public
Hendra seraya menambahkan bahwa munculnya surat pernyataan tersebut bukanya dikeluarkan oleh Satori saja melainkan dari beberapa orang yang menginginkan jabatan saya lengser, dan dari saksi yang pernah diintimidasi salah seorang mantan sekdes Desa Kami H. Idin ketika saksi saya panggil ternyata jawabanya saya hanya disuruh H. Idin untuk memberikan kesaksian kepada Warga Masyarakat, ungkap Hendra
Penerimaan Beras Raskin di Desa kami sebanyak 11.085 yang diperuntukan bagi warga miskin, tetapi di Desa kami yang berpenduduk hampir 6000 KK, dan dalam pembagian beras tersebut memang yang mengatur adalah Kordinator Raskin di Desa bagi Warga yang sangat miskin mendapat jatah raskin sebanyak 10 Kg dan yang lainnya mendapat 4 kg beras raskin, itu yang mengatur kordinator dan RT setempat, jadi kalau saya diisukan menjual Beras Raskin itu tidak benar, Cuma ada provokator di Desa kami, dan hasil penelusuran kami bahwa H.Idin lah sebagai provokatornya, yang mana dia berambisi menjadi Kepala Desa, ungkap Hendra
Dari hasil penelusuran METRO CIREBON di lapangan secara tidak spontan beberapa Warga Masyarakat yang enggan menyebutkan namanya, memang benar di Desanya ada isu penjualan Beras Raskin yang dilakukan Oknum Kuwu dan Perangkatnya, kalau perangkat tanpa se-izin dari atasannya mungkin perangkat tidak mau menawarkan beras, ketika ditanya penerimaan Beras, maka dirinya dalam penerimaan beras itu tidak adil yangmana penyalurannya berpvariasi diterima oleh Wara Masyarakat@ MOCH.MANSUR

Selengkapnya...

Drainese Lingkungan Pasar Arjawinangun Telantar

CIREBON, MC
Drainese Lingkungan Pasar Desa Jungjang Kec.Arjawinangun Kab.Cirebon Jawa Barat kini diterlantarkan baik oleh Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kab.Cirebon sehingga Draenase makin parah, Pasalnya drainese semenjak dibangun yang terletak dilingkungan Pasar Arjawinangun ini tidak bertuan

Akibat dari tidak adanya pemeliharaan kawasan tersebut, sehingga pasar Arjawinangun terlihat kumuh, apalagi disaat musim hujan, kawasan yang terkenal berlangganan banjir ini membuat Pasar dan lingkunganya terlihat kotor, kumuh dan bau yang kurang enak dihirup oleh ratusan Masyarakat baik Masyarakat yang menuju kantor Pemerintah kab.Cirebon maupun Masyarakat yang hendak belanja di pasar tersebut

Ketika MC konfirmasi Kepala Dinas Cipta Karya (DCK) Kab.Cirebon Drs. H. M. Achsanuddin Adi, M. M melalui Kabid Pembangunan dan Pemukiman Ir. Arief Budi Prayitno di sela-sela kesibukannya mengatakan di Dinas CK itu tidak menangani Drenase program tersebut adanya di Dinas Sumber Daya Air (PSDA) ungakpnya

Namun dalam hal ini dari pihak pengelola pasar, Pemerintah Desa, pihak kecamatan maupun pemerintah Daerah nampaknya enggan untuk memelihara drainese dilingkungan pasar Arjawinangun apalagi Dinas yang terkait dalam hal ini Dinas Cipta Karya Kab.Cirebon nampaknya tutup mata.

Ketika MC konfirmasi kepada Moch.Gufron warga Desa Jungjang Kota mengatakan bahwa dirinya merasa perihatin terhadap Pemerintah Desanya yang terlihat kumuh, yang diakibatkan deainese sudah terisi tumpukan kotoran sampah mengendap bercampur lumpur menimbulkan bau yang kurang sedap dibiarkan begitu saja, padahal kalau saya boleh jujur dan terus terang bahwa Kepala Dinas Cipta Karya Kab. Cirebon Drs. H. M. Achsanudin Adi, M. M adalah putra Daerah Arjawinangun, kok kenapa menghiraukan begitu saja, dan tidak bisa membangun daerahnya sendiri

Namun pada kenyataanya beliau nampaknya enggan untuk menjadikan pasar Arjawinangun yang bersih, nyaman dan indah, untuk saat ini saya selaku warga Desa Jungjang hanya menghimbau kepada para pedagang agar bisa menjaga lingkungan pasar dari kekumuhan, kami merasa malu bahwa Pasar Arjawinangun yang di kenal letaknya di Kota Kecamatan tetapi kumuh dan kotor yang terlihat pada saat ini

Ghufron Seraya Menambahkan kami meminta baik kepada Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kab.Cirebon agar memperhatikan kepentingan Umum bukannya memikirkan pribadinya saja, karena pasar adalah tempat orang yang berkerumun dari mana saja, msks ksmi meminta kepada Pemerintah desa agar sesegera mungkin mengusulkan keberadaan Pasar yang hingga kini kumuh dan Kotor, yang bagaikan tanpa Ibu maupun Bapak, padahal kalau kami pantau bahwa tempat tersebut hampir tiap hari dilewati para Pejabat Pemerintah Daerah Kab. Cirebon, Tukasnya

Dari hasil pemantauan MC dilapangan bahwa kawasan Pasar Arjawinangun memang benar, terlihat dari genangan air yang membanjiri kawasan Pasar sehingga diduga keras yang diakibatkan drainese kawasan pasar tidak terawatt dan diterlantarkan, apalagi kini disaat musim hujan, air mengenangi sepanjang jalan umum depan pasar ketinggian air hampir 30 CM yang mengakibatkan kawasan pasar terlihat kumuh, kotor dan bau yang tidak sedap, dan bukan itu saja, genangan air juga merusak jalan umum, sehingga jalan tersebut berlubang dan mengakibatkan kecelakaan lalu lintas di kawasan tersebut terutama pengendara sepeda motor@ MOCH. MANSUR

Selengkapnya...

Terkait Kasus Perselingkuhan


Oknum Kepala Sekolah SD 1 Gempol Ancam Wartawan

CIREBON , MC
Dizaman Sekarang ternyata masih ada oknum Kepala Sekolah yang mempunyai sifat arogan dan bersifat premanisme, yangmana seharusnya seorang guru apalagi bersetatus Kepala Sekolah menpunyai sifat yang terpuji dan patut di jadikan panutan bagi anak didik dan lingkungan.

Kini nasib sial dialami Akman Bin Sudin (44) warga desa Curug Palimanan Barat Kab.Cirebon Prov. Jawa Barat yang keseharianya sebagai tukang tambal ban kini penderitaan Akman cukuplah lengkap ketika sang istri tercintanya Dewi Fatmawati Salah satu Guru Pengajar di SDN 1 Kedung Bunder meninggalkan dirinya dari rumah.

Kepada MC Akman yang mempunyai 3 anak ini menuturkan bahwa istrinya tercinta meninggalkan dirinya dari rumah dan kini tinggal di salah satu BTN di Kec.Gempol lantaran mengikuti kehendak Drs.Omon Sumardi Spd salah satu Kepala Sekolah SDN 1 Kedung Bunder yang kini menjadi kepala sekolah SDN 1 Gempol.

Kecurigaan Akman terhadap hubungan perselingkuhan antara istrnya dengan Oknum Kepala Sekolah Omon sudah dirasakan atau dicurigai semenjak 2 tahun sekarang, namun lebih yakinya setelah meninggalkan rumah tanpa alas an yang jelas.

Dalam hal ini saya tidak tinggal diam, saya sudah berupaya secara kekeluargaan dengan Omon yang intinya tolong jangan gangu rumah tangga saya, namun pertemuan dengan Omon hanya membuang tenaga dan fikiran, Omon tidak menepati janji atau perjanjian secara lisan bahwa dirinya tidak akan menggangu rumah tangga namun nyatanya sampai sekarang berulah terus.

Masih menurut Akman bahwa dirinya juga sudah melaporkan kasus hina ini kepada KCD Pendidikan di Plalimanan namun tidak ada hasilnya dengan kata lain sudah tiga kali melapor tidak ada juntrungnya atau tindakan dari KCD dan sampai sampai saya sudah melaporkan kejadian ini ke kantor Kepolisian sector Plimanan. Tegasnya.

Menurut bambang Mantan Ketua Komite sekolah SDN 1 Kedung Bunder menjelaskan bahwa dirinya siap menjadi saksi tentang kasus yang dialami Akman pasalnya tindakan maupun perbuatan oknum Kepala Sekolah ini sudah diluar jalur tidak mempunyai panutan sauritouladan yang baik. Dan saya tegaskan lagi saya siap menjadi saksi sampai kemanapun kasus ini digelar.

Drs. Omon Sumardi Spd Kepala Sekolah SDN 1 Gempol mengatakan kepada SP dirinya mengelak bahwa dirinya selingkuh dengan istri akman, mungkin datangnya fitnah tersebut dari rasa cemburu social, dan silahkansaja akman melaporkan ke pihak KCD, Kepolisian sampai ke Dinas pendidikan itu haknya.

Dan saya persilahkan dari media mana saja yang mempublikasikan kasus saya, dengan catatan saya ini salah satu wartawan juga, jadi saya tidak takut dan bila perlu jika wartawan yang mempublikasikan akan saya tamper hi ngga saya bogem dengan tangan dan kekuatan saya sendiri toh bapak saya dari kepolisian. Tukasnya dengan menunjukan kartu Pers dari Media Nasional. Tegasnya.

Menurut Drs.Dudung Mulyana Msi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon melalui Kusnadi Kasubdis Prasek dan Diksar Kepada SP mengatakan bahwa dirinya mengaku belum menerima laporan tentang kasus ini dari KCD, namun pihaknya berjanji akan menindaklanjuti kasus ini dan bila perlu kami panggi kepala sekolah tersebut, Adapun sangsi yang diberikan kami serahkan kepada Kepala Dinas Dan BKD yang mana pihak kita akan mempelajari dulu kasus ini. Jelasnya.

Dengan sikap arogan yang dilontarkan Oknum Kepala Sekolah Omon, Suradi HS Ketua Organisasi HIPWI Kab.Cirebon kepada MC menegaskan pihaknya akan mengambil sikap, suradi merasa prihatin terhadap sifat arogan yang dimiliki oknum kepala Sekolah ini, toh kalau ia merangkap menjadi wartawan seharusnya mengerti kode etik jurnali tentunya mempunyai hak jawab, tidak usah pake acara mengancam segala. Tegasnya@MOCH MANSUR
Selengkapnya...